Sorong, Jubi – lembaga konservasi Terra Abadi Papua di Papua Barat Daya disebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem darat maupun laut di wilayah Kepala Burung Pulau Papua, khususnya Raja Ampat yang memiliki keanekaragaman hayati.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu pun mengatakan pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.
Pernyataan ini disampaikan Elisa Kambu dalam sambutannya, saat meresmikan Kantor Terra Abadi Papua di Jalan Selat Obi Kilometer 9,5, Kota Sorong, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan, membangun Papua Barat Daya bukan hanya menghadirkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, juga memastikan seluruh kekayaan alam yang dimiliki tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Kebutuhan kita untuk memajukan Papua Barat Daya adalah mimpi bersama. Tidak mungkin dikerjakan oleh pemerintah sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat tentu semakin baik. Hari ini kita mendapatkan teman baru, Terra Abadi Papua, yang bergerak di bidang konservasi lingkungan,” kata Elisa Kambu.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menjaga wilayah yang sangat luas dan memiliki tantangan lingkungan yang kompleks.
Karenanya, kehadiran Terra Abadi Papua dinilai sebagai langkah strategis memperkuat gerakan konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga alam Papua.
Katanya, Papua Barat Daya memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Memiliki hutan yang masih terjaga, laut yang kaya akan biodiversitas, dan masyarakat adat yang selama ratusan tahun hidup berdampingan dengan alam.
“Semua ini harus dijaga bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dari semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan kita,” ucapnya.
Karena itu lanjut Elisa Kambu, segala bentuk pembangunan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak keseimbangan alam yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pemprov Papua Barat Daya pun ingin memastikan apa yang dimiliki provinsi itu tetap lestari dan keberlanjutan, baik ekosistem laut maupun darat.
“Kehadiran Terra Abadi Papua kami sambut dengan baik. Kami berharap organisasi ini dapat menjadi mitra yang bekerja bersama masyarakat untuk menjaga kawasan yang sangat penting ini,” ujarnya.
Selain itu kata Kambu, Pemprov Papua Barat Daya akan terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan hidup. Namun, kebijakan yang baik harus diikuti dengan program nyata di lapangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pemerintah memiliki peran dalam membuat regulasi dan kebijakan. Akan tetapi keberhasilan menjaga lingkungan sangat ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan.
Pemprov Papua Barat Daya pun berharap, Terra Abadi Papua dapat membantu mendampingi masyarakat, memperkuat kapasitas mereka, dan menghadirkan program-program yang benar-benar berdampak terhadap keberlanjutan sumber daya alam.
“Sejumlah gagasan telah dibahas bersama Terra Abadi Papua, terkait penguatan tata kelola lingkungan dan pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Seluruh ide itu akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan pembangunan ekonomi tidak menjadi ancaman bagi lingkungan hidup,” kata Elisa Kambu.
Direktur Eksekutif Terra Abadi Papua, Meity Mongdong mengapresasi Pemprov Papua Barat Daya yang telah membuka ruang kolaborasi, dengan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurut Meity, Terra Abadi Papua hadir dengan visi besar untuk memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam Papua Barat Daya tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap bisa menjadi teman dan mitra pemerintah dalam mendukung program-program pembangunan, terutama memastikan sumber daya alam di Papua Barat Daya dapat terus berkelanjutan, sehingga menjadi sumber makanan, sumber kehidupan, dan sumber ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Meity Mongdong.
Katanya, pendekatan konservasi yang dilakukan Terra Abadi Papua tidak hanya berbicara tentang perlindungan lingkungan semata, juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari sumber daya alam yang mereka miliki.
Terra Abadi Papua meyakini konservasi dan kesejahteraan masyarakat tidak boleh dipisahkan. Ketika lingkungan terjaga dengan baik, masyarakat juga akan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dan lebih berkelanjutan.
“Karena itu kami ingin membangun model pengelolaan yang menjaga keseimbangan antara alam dan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Meity menjelaskan, tiga hingga lima tahun ke depan Terra Abadi Papua akan memfokuskan seluruh kegiatannya di Raja Ampat, karena Raja Ampat kini sedang menghadapi berbagai tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurut Meity, salah satu tantangan yang semakin terlihat adalah meningkatnya aktivitas pariwisata yang tidak diimbangi dengan tata kelola lingkungan yang baik.
Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi sejak sekarang, maka sektor yang selama ini menjadi andalan ekonomi masyarakat dapat dikhawatirkan berubah menjadi ancaman bagi keberlanjutan sumber daya alam.
“Pariwisata yang dulu menjadi tulang punggung ekonomi Raja Ampat kini mulai terlihat berpotensi mengancam sumber dayanya sendiri,” ujarnya.
Karenanya kata Meity, perlu ada pengaturan dan praktik-praktik yang bijak agar pariwisata benar-benar memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan pemerintah.
Ia menambahkan, pembangunan di kawasan pesisir juga menjadi perhatian penting karena memiliki dampak langsung terhadap ekosistem laut yang menjadi kekuatan utama Raja Ampat.
Pembangunan di kawasan pesisir harus dilakukan secara bijak. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan langsung dirasakan oleh lingkungan laut yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Terra Abadi Papua akan mengembangkan pendekatan pengelolaan terpadu yang menghubungkan perlindungan kawasan darat dan laut karena kedua ekosistem tersebut saling berkaitan satu sama lain.
“Kita tidak bisa menjaga laut tanpa menjaga hutan. Kita juga tidak bisa menjaga pesisir tanpa memperhatikan wilayah daratan. Karena itu pendekatan yang kami lakukan adalah pengelolaan terpadu yang melihat seluruh bentang alam sebagai satu kesatuan ekosistem,” kata Meity.
Terra Abadi Papua juga berencana memperluas wilayah kerja ke berbagai daerah di kawasan Kepala Burung Papua, termasuk Sorong Selatan, Tambrauw, Fakfak, dan Kaimana. Namun Raja Ampat akan menjadi prioritas utama sebagai laboratorium konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, pendiri lembaga Terra Abadi Papua, Frida Tabitha Klasim mengatakan masyarakat adat harus menjadi penentu masa depan Raja Ampat, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.
Menurutnya, penting membekali masyarakat adat dengan pengetahuan, sehingga manfaatnya tetap dirasakan meskipun program telah berakhir.
“Masyarakat harus menyerap semua proses pembelajaran, baik terkait konservasi, ekonomi masyarakat adat, ekonomi perempuan, maupun tata kelola sumber daya alam,” kata Frida Tabitha Klasim.
Katanya, proses pengambilan keputusan di tingkat kampung harus dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan adat yang selama ini sering kali tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam proses pembangunan.
Sebab, perempuan adat juga memiliki peran penting dalam menjaga keluarga, menjaga budaya, menjaga tanah, dan menjaga masa depan Raja Ampat.
Sebagai pendiri Terra Abadi Papua, Frida mengaku memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan organisasi tersebut tetap berjalan sesuai visi awalnya, yaitu memperkuat konservasi yang berpihak kepada masyarakat adat dan mendorong kemandirian demi kebaikan bersama.
“Itulah komitmen yang akan terus kami pegang dalam menjaga Raja Ampat dan Tanah Papua ke depan. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Tanah Papua tidak mengorbankan alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, lembaga konservasi, akademisi, dan semua pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar kekayaan alam Papua tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. (*)




Discussion about this post