
Manokwari, Jubi – Ribuan umat muslim di Manokwari, Papua Barat, menggelar salat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah di Lapangan Borasi Manokwari, Sabtu (22/4/2023).
Sejak pukul 05.00 WPB, umat muslim berbondong-bondong mendatangi Lapangan Borasi. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang berkendara pribadi. Salat Ied sendiri dimulai pukul 07.00 WPB.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Pelaksanaan Salat Idulfitri dipimpin oleh Imam Asrafil Woretma, Imam Mesjid Reremi Puncak sementara selaku Khotib yakni Ali Mustofa, Kepala Baznas Papua Barat.
Dalam khotbah Idulfitri, Ali Mustofa menekankan jika seorang muslim telah lulus selama latihan di bulan ramadan, maka akan memberikan dampak positif terhadap diri dan juga lingkungan di sekitar di masyarakat.
“Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang tidak mendapat apa-apa meskipun berpuasa selama satu bulan,” kata Ali Mustofa.
Sebagaimana kata Ali, dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Ra, yang artinya kebanyakan umatku menjalankan puasa, tetapi tidak mendapatkan ibadah puasanya namun hanya mendapat lapar dan dahaga.
Ali Mustofa juga mengatakan Idulfitri dalam dimensi sosial, dari zakat bisa dilihat semangat berbagi dari harta yang dititipkan oleh Allah SWT.
“Setiap ramadan dan Idulfitri kita bisa lihat semangat masyarakat kita yang tinggi untuk berzakat, baik zakat Fitra maupun zakat Mal, tradisi berbagi dan bersedekah berupa bingkisan makanan dan lain sebagainya merupakan hal yang positif yang sebaiknya terus kita pertahankan, bukan hanya momen ramadan,” katanya.
Dengan semangat berbagi, kata Ali akan menumbuhkan semangat ukhuwa insania hubungan antara sesama, sebab rezeki yang dibagikan tidak mengurangi kekayaan daripada seseorang.
“Masih ada orang yang beranggapan rezeki adalah matematika yakni 1 +1=2 padahal dalam kehidupan ini tidak bisa kita hitung dengan matematika saja. Terkadang 1+1 bisa menjadi 11 atau bisa menjadi nol sebab Allah telah membagikan rezekinya kepada yang Dia kehendaki,” ucapnya.
Setelah dilaksanakan sholat sunah dua rakaat dengan dua khotbah yang disampaikan Khotib, seluruh jemaah salat Ied di Lapangan Borasi saling bersalaman sembari meninggalkan lapangan dengan tertib.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


