Merauke, Jubi – Gubernur Papua Selatan (Papsel) Apolo Safanpo melakukan kunjungan kerja ke Kampung Koa, Distrik Animha, Kabupaten Merauke, Selasa (18/8/2026). Dalam kunjungan itu. Safanpo pun memastikan pembangunan jalan desa di kampung tersebut sekaligus mendorong anak-anak Koa memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat.
Pembangunan jalan desa menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Kampung Koa yang selama ini mengalami keterisolasian karena belum memiliki akses jalan darat yang memadai menuju pusat pemerintahan dan pelayanan publik.
Safanpo mengatakan pemerintah telah menindaklanjuti permintaan Kepala Kampung dan Ketua Adat Koa melalui surat resmi terkait pembangunan jalan desa. Pemerintah kemudian memberikan tugas kepada perusahaan GPA dan MNM untuk membangun ruas jalan yang dibutuhkan masyarakat.
“Tahun ini kita membuka jalan desa sepanjang kurang lebih 6,5 kilometer dari Kampung Koa menuju areal perkebunan tebu MNM,” kata Apolo Safanpo saat berdialog dengan masyarakat Kampung Koa.
Menurut Safanpo, ruas jalan dari kawasan MNM selanjutnya akan dihubungkan dengan jalan provinsi yang telah dibangun dan diaspal dari Kartini hingga Nalkin.
Selama ini, masyarakat Koa harus menggunakan perahu menuju Kali Kung hingga Salor, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju Merauke.
Kondisi tersebut membatasi akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan maupun kegiatan ekonomi.
Safanpo mengatakan pemerintah provinsi akan berupaya meningkatkan kualitas jalan yang telah dibangun, mulai dari pengerasan menggunakan material yang lebih baik, peningkatan dengan semen, hingga pengaspalan.
Ia berharap jalan tersebut dapat membuka keterisolasian Kampung Koa dan mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan dasar.
“Dengan adanya ruas jalan desa ini, masyarakat Kampung Koa dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pelayanan kesehatan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Demikian pula akses terhadap pendidikan akan semakin terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, akses jalan juga penting bagi perekonomian masyarakat karena hasil-hasil bumi dari Kampung Koa dan kampung sekitarnya akan lebih mudah dipasarkan ke luar kampung.
“Jalan desa yang menghubungkan Kampung Koa dengan pusat distrik ini diharapkan menjadi urat nadi bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kampung Koa dan sekitarnya,” katanya.
Selain persoalan jalan, Safanpo juga mendorong anak-anak Kampung Koa memanfaatkan Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah pusat.
Apolo mengatakan pihaknya mendapat informasi terdapat sejumlah anak yang sebelumnya telah direkrut masuk Sekolah Rakyat, namun kemudian kembali ke rumah karena ingin bertemu orang tua atau alasan lainnya.
Ia meminta Kepala Sekolah, Kepala Kampung dan Ketua Adat menyiapkan data anak-anak tersebut. Pemerintah, kata Safanpo, akan berupaya menyediakan fasilitas transportasi sehingga anak-anak dapat diantar pulang pada periode tertentu untuk bertemu orang tua dan kemudian diantar kembali ke asrama.
“Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden serta pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat melalui pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Safanpo.
Ia meminta orang tua dan masyarakat bersama-sama memastikan anak-anak memperoleh pendidikan yang layak agar memiliki masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak adalah aset kita yang paling berharga. Harga diri kita sebagai orang tua ada pada anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga hutan, tanah dan sungai sebagai sumber kehidupan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Semua itu adalah titipan untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,” katanya. (*)























Discussion about this post