• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Sejumlah wilayah Merauke dikepung banjir, apakah karena perusakan hutan? 

MSF: perlu kajian komprehensif penyebab banjir 

May 23, 2024
in Animha
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Alberth Yomo
Para pengungsi banjir di Salor - Merauke, JUBI/Emanuel Riberu

Para pengungsi banjir di Salor - Merauke, JUBI/Emanuel Riberu

0
SHARES
457
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Merauke, Jubi – Sedikitnya 20 rumah warga di Kampung Poo, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Papua Selatan dilaporkan terendam banjir selama dua pekan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan warga mengungsi ke rumah-rumah kerabat dan balai kampung yang tidak terdampak banjir di sana.

Kapolsek Jagebob, Iptu I Wayan Suena pada Rabu (22/5/2024) kemarin melaporkan bahwa dia bersama sejumlah personil menyambangi rumah-rumah warga yang terkena banjir di Kampung Poo, Distrik Jagebob. Anggota kepolisian membantu mengecek dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sana.

“Ada 20 rumah di Kampung Poo yang terendam banjir. Semua warga yang terdampak banjir sudah di-evakuasi ke sanak saudara yang tidak terdampak banjir dan juga ada yang mengungsi ke balai Kampung Poo,” kata Wayan Suena.

Wayan Suena mengatakan banjir yang menggenangi sebagian Kampung Poo dikarenakan luapan air dari Sungai Maro. Intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan volume air kali Maro naik dan meluap ke pemukiman warga yang posisinya berada di dataran rendah.

Dia menerangkan bahwa tidak ada korban jiwa akibat peristiwa banjir di Kampung Poo, Distrik Jagebob. Namun demikian warga di sana menderita kerugian materi.

“Selain itu, ada juga rumah warga yang berada di pinggir sungai, sehingga lebih riskan terdampak banjir. Kami harapkan warga Poo yang masih bertahan di rumahnya dapat juga memantau debit air. Kalau meluap, dapat segera hubungi kami, biar bisa segera dilakukan evakuasi,” kata Wayan Suena.

MSF sikapi persoalan banjir di Kabupaten Merauke

BERITATERKAIT

Ribuan warga Salor-Merauke mengungsi akibat banjir, ratusan rumah dan sawah terendam

Personil Polsek Jagebob mengecek rumah-rumah dan warga di Kampung Poo yang terdampak banjir - JUBI/Humas Polres MeraukeBelum sebulan lamanya, masyarakat Papua Selatan dihebohkan dengan peristiwa banjir di wilayah Salor, Distrik Kurik dan di Distrik Eligobel, Kabupaten Merauke. Kini publik kembali disita dengan persoalan banjir di Kampung Poo, Distrik Jagebob.

Banjir di wilayah Kurik melanda Kampung Sumber Mulia, Telaga Sari, Sumber Rejeki (kawasan Salor), dan Wapeko (kampung lokal). Akibat musibah banjir di sana, 1.500 orang terpaksa mengungsi, ratusan rumah dan ratusan hektar sawah terendam air. Sementara di Eligobel, dilaporkan jalan trans Papua terputus akibat banjir. Ratusan orang terpaksa menginap dan menunda perjalanan.

Menyikapi masalah banjir yang melanda sejumlah wilayah di sana, Multi Stakeholder Forum atau MSF Kabupaten Merauke berencana membuat kajian komprehensif cepat untuk memberikan masukan kepada para pihak terkait penyebab terjadinya banjir di Kota Rusa, julukan Kabupaten Merauke.

MSF sendiri mendata beberapa wilayah di Kabupaten Merauke yang dilanda banjir, yakni Distrik Eligobel (meliputi Kampung Kweel, Bupul, Tanas), Distrik Sota (Kampung Toray dan Erambu), Distrik Kurik (Kaliki, Kurik 6), Distrik Malind, Distrik Animha (Kampung Wapeko, Baad, Wayau), dan Distrik Jagebob (Kampung Poo).

“Kajian ini ditujukan untuk memberikan informasi kerawanan bencana yang disebabkan oleh perubahan Iklim baik pada saat musim panas ataupun pada saat musim hujan. Rekomendasi terkait kajian ini berdasarkan hasil pertemuan MSF baru-baru ini,” kata Koordinator MSF Kabupaten Merauke, Dewantoro Talubun kepada Jubi di Merauke, Kamis (23/5/2024).

“Situasi saat ini (banjir) cukup memprihatinkan. Musim panas kemarin sangat ekstrim, demikian juga musim hujan. Semoga ada penanganan yang baik dari berbagai pihak terkait hal ini, banjir dan pasca banjir serta harapan masyarakat untuk memperhatikan dampak lingkungan karena adanya pembukaan lahan yang masif di Kabupaten Merauke,” sambungnya.

Dewantoro Talubun yang juga merupakan Direktur Perkumpulan Harmoni Alam Papuana itu menyentil kebijakan pemerintah melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Swasembada Gula pada 2027 dan Bioetanol yang dilakukan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

“PSN menjadi perhatian untuk dilaksanakan pemangku kebijakan, tapi masyarakat juga perlu penunjang untuk mendukung kehidupan ekonomi. Dari tata lingkungan, lokasi tersebut termasuk penyangga ekosistem penting untuk tata air dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Kumbe, Bian dan Maro. Dari ekosistemnya, punya potensi menjadi kawasan koridor bagi satwa, entitas lokal dan identitas budaya,” kata dia.

“Perlu kajian yang benar-benar komprehensif untuk mencegah resiko lingkungan dan sosial yang justru berdampak pada penggunaan biaya pemulihan lingkungan yang lebih besar. Bila pemanfaatan dengan cara land clearing, maka perlu hati-hati. Lokasinya (proyek perkebunan tebu) antara Distrik Sota, Jagebob dan Anim Ha,” katanya.

Dia menambahkan kebijakan pemerintah pusat terkait perkebunan tebu di Merauke tidak dapat dielak, karena regulasi daerah untuk menyaring (screaning) kebijakan itu lemah. Perda Kabupaten Merauke Nomor 5 Tahun 2013 tentang pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat hukum adat Malind Anim akan kalah dengan regulasi pusat, karena (kebijakan itu) masuk Proyek Strategis Nasional.

“Sistem penahpisan di Amdal (sekarang Amdalnet) akan memberikan prioritas-prioritas tertentu terkait hal ini. Yang diharapkan adalah screaning melalui Perdasus. Pada akhirnya program ini harus dipantau dan dievaluasi secara bersama-sama agar daerah tidak ditinggal tanggung jawab oleh investor bila ada resiko dimasa depan,” tutupnya.

IMG 20240518 WA0091 1
Salah satu rumah warga di kawasan Salor, Distrik Kurik terendam banjir – JUBI/Emanuel Riberu

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia – Wahli Papua juga mengecam kebijakan pemerintah pusat membangun perkebunan tebu dan industri etanol di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Walhi Papua menganggap kebijakan itu sebagai bentuk kekerasan negara terhadap masyarakat pemilik ulayat, karena kebijakan yang diambil cenderung top down.

Direktur Walhi Papua, Maikel Primus Peuki menuding investasi yang masuk ke Kabupaten Merauke dan sekitarnya hanya menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang sangat besar. Menurut dia, peristiwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke sebagai akibat dari perusakan hutan secara masif di sana.

“Beberapa tahun ke depan, banjir akan semakin parah jika hutan masih saja terus dibabat. Kami juga minta pemerintah pusat untuk berhenti memberikan ijin-ijin yang merampas ruang-ruang hidup di Tanah Papua,” kata Maikel Peuki.

“Dia mengatakan proyek perkebunan tebu di Merauke tidak menunjukkan gambaran positif ke depan, baik itu soal keuntungan negara, di mana pasarnya, keuntungan masyarakat termasuk perhitungan pendapatan nantinya untuk Pemprov Papua Selatan dan Pemerintah Kabupaten Merauke.

“Justru yang terjadi nanti masyarakat punya lahan yang begitu besar, hutan Papua Selatan semakin hari semakin dibabat terus. Ini merugikan masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung dengan hutan dan alam. Karena terus menerus terjadi kerusakan lingkungan dan hutan di Papua Selatan,” tutupnya. (*)

Tags: Banjir di Merauke
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Rumah warga Kurik yang terendam air - JUBI/EMANUEL

Ribuan warga Salor-Merauke mengungsi akibat banjir, ratusan rumah dan sawah terendam

May 15, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara