Jakarta, Jubi — Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI bekerja sama dengan Google News Initiative atau GNI mengadakan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Google AI Tools untuk Jurnalisme” yang diikuti oleh 40 perwakilan media terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan dua hari ini (27-28 Oktober 2025) digelar untuk memperkuat kapasitas redaksi dalam menghadapi transformasi industri media yang cepat dan menuntut keterampilan verifikasi serta pengelolaan data berbasis teknologi.
“Kami berterima kasih kepada GNI yang sangat concern terhadap kondisi media di Indonesia yang, seperti kita ketahui, sedang tidak mudah. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan konten yang baik, tetapi juga membantu membangun audiens dan bisnis yang berkelanjutan bagi media, terutama di daerah,” ujar pengurus AMSI, Umi Kalsum, saat memberikan sambutan secara daring pada Senin, 27 Oktober 2025.
Pelatihan menghadirkan Aidila Razak, jurnalis dan pelatih data dari Google, sebagai pemateri utama. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan teknik verifikasi dan analisis: praktik penggunaan Google Trends untuk menemukan topik populer, reverse image search dan Google Lens untuk menelusuri asal gambar, serta Synth ID untuk mendeteksi potensi manipulasi hasil generatif AI.
Sesi juga menitikberatkan pemanfaatan Google Maps untuk geolokasi dalam verifikasi kesaksian lapangan serta advanced search operators untuk mempercepat pencarian dokumen. Penutupan hari pertama difokuskan pada pengenalan Fact Check Explorer sebagai alat bantu verifikasi klaim yang beredar di ruang publik.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Hari kedua beralih ke penerapan alat-alat AI dalam proses produksi jurnalisme. Peserta dikenalkan pada Pinpoint, platform yang mampu menangani dataset besar, melakukan transkripsi audio otomatis, mengekstrak data terstruktur, serta menjalankan OCR (Optical Character Recognition) pada dokumen dan gambar.
Selain itu, Notebook AI diperkenalkan sebagai platform riset multimodal dan multibahasa yang mendukung brainstorming ide cerita dan mempercepat penulisan naskah.
Dari evaluasi cepat peserta, Pinpoint dinilai efektif untuk pengelolaan data besar—mempercepat pekerjaan investigasi dan pengolahan dokumen—sementara Notebook AI membantu redaksi mempercepat riset serta penyusunan artikel.
“Alat seperti ini penting untuk meningkatkan efisiensi kerja redaksi, terutama ketika sumber daya terbatas,” kata salah seorang peserta dalam sesi diskusi.
Pelatihan ini tidak berhenti pada sesi dua hari. Sebagai tindak lanjut, 40 perwakilan media akan mengikuti program fellowship. Melalui program tersebut, para peserta diharapkan kembali ke media masing-masing untuk melatih tim redaksi mereka dalam penerapan Google AI Tools sesuai kebutuhan dan konteks lokal.

Integrasi alat-alat tersebut diharapkan memperkuat praktik jurnalistik, memperluas jangkauan audiens, sekaligus membantu pengembangan model bisnis yang lebih adaptif.
AMSI menegaskan bahwa inisiatif ini bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat ekosistem media lokal agar mampu menghadapi tantangan disinformasi, efisiensi produksi, dan persaingan di era digital.
Sementara itu, GNI melalui pendampingan teknisnya berharap kolaborasi dapat mendorong inovasi yang tetap berpegang pada etika jurnalisme.
Pengelola media daerah yang ikut berharap pelatihan tak sekadar memberi alat, tetapi mampu membangun kapasitas jangka panjang—menghasilkan liputan yang lebih berkualitas dan relevan bagi pembaca di daerah masing-masing. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post