Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) terbatas ke sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta guna memastikan kesiapan tenaga medis menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sidak dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, hingga RSUD Jayapura.
“Hari ini saya didampingi beberapa staf melakukan sidak terbatas. Sidaknya bukan mengecek tentang pelayanan pasien, tetapi saya melihat bagaimana tenaga medis yang ada di rumah sakit, mulai dari Yowari sampai dengan Dok II siap siaga,” kata Fakhiri di Kota Jayapura, Jumat (20/3/2026).
Ia menegaskan, sidak ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terulang persoalan pelayanan kesehatan seperti saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
“Kita ketahui kejadian pelayanan kesehatan Provinsi Papua waktu itu menjadi persoalan, itu karena pada saat libur Nataru,” katanya.
Dari hasil sidak, ia mengaku bersyukur karena tenaga medis tetap siaga sampai dengan selesainya perayaan Idul Fitri.
“Saya bersyukur para tenaga medis itu ada di tempat, baik dari Yowari maupun sampai dengan Dok II. Mereka siap untuk melayani masyarakat sepenuh hati,” ujarnya.
Ia pun meminta seluruh tenaga kesehatan tetap siaga hingga dua hari setelah Lebaran.
“Kalau hari raya tanggal 21, saya berharap tanggal 23 itu mereka selalu siap-siaga untuk melayani pasien,” katanya.
Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya secara umum telah siap melayani pasien sepanjang libur dan hari raya Idul Fitri.
Ia menegaskan seluruh pegawai dan tenaga kesehatan di RSUD Jayapura harus bekerja sesuai kapasitas, kemampuan, dan tanggung jawab masing-masing.
“Tidak ada timbang pilih. Semua bekerja sesuai kapasitasnya. Kami tidak melihat latar belakang atau kepentingan tertentu. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik,” ujarnya.
Menurut ia, saat ini manajemen juga mulai menerapkan sistem kerja yang lebih tertata agar setiap bagian memiliki tanggung jawab yang jelas. Dengan sistem yang lebih terstruktur, diharapkan proses pelayanan kepada pasien dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Yang kami bangun sekarang adalah sistem. Ketika sistemnya sudah baik dan terstruktur, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan ikut membaik,” jelasnya.
Manajemen RSUD Jayapura berharap langkah pembenahan ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut sekaligus menjadikannya fasilitas kesehatan yang lebih profesional, humanis, dan mampu memberikan pelayanan maksimal tanpa diskriminasi. (*)




Discussion about this post