Jayapura, Jubi – Moderator Dewan Geraja Papua, Pdt. Dr. Benny Giay menyatakan negara seakan berusaha menyingkirkan orang Papua, agar tidak menjadi suatu bangsa di masa depan.
Berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang keamanan dan pembangunan seperti pengiriman pasukan terus menerus ke Tanah Papua dan Proyek Strategis Nasional yang ‘merampas’ tanah masyarakat adat, dinilai merupakan bagian dari cara negara menyingkirkan orang Papua.
“Sejarah, zaman, masyarakat dan waktu menempatkan kita di tanah ini. Nah belakangan ini ada PSN dan kita semua ini sedang disingkirkan untuk [tidak] menjadi bangsa di masa depan,” kata Pdt. Dr. Benny Giay saat membuka lokakarya rencana aksi Non Governmental Organization atau NGO “Merunut Ulang Jejak Gerakan Masyarakat Sipil Papua”, Kamis (19/2/2026).
Lokakarya yang diselenggarakan Dewan Gereja Papua dan Jubi ini, dilaksanakan di kawasan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (19/2/2026) hingga Jumat (20/2/2026).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Katanya, kasus rasisme itu tak pernah diselesaikan secara tuntas hingga kini. Sebaliknya, ketika orang Papua protes mereka dianggap makar.
“Sejak itu, pengiriman pasukan terus dilakukan ke [Tanah] Papua dan menyebabkan terjadinya pengungsian berbagai wilayah di Tanah Papua,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap konflik di Tanah Papua. Padahal beberapa tahu lalu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI telah merumuskan dan meluncurkan laporan hasil investigasi mereka mengenai empat akar masalah Papua.
“Kita pikir negara ini [berdasarkan] dengan Pancasila dan [semboyan] Bhinneka Tunggal Ika dapat membuka ruang yang diusulkan LIPI. Namun saat para peneliti LIPI menjelaskan penemuan mereka kepada lembaga-lembaga pemerintah justru mereka dicurigai dan diintrogasi karena dicurigai terkena pengaruh separatis, sejak itu pengharapan saya hilang, dan ideologi separatis ini dipelihara. Dibesar-besarkan,” kata Benny Giay. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post