• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Pdt. Benny Giay: Kita disingkirkan agar tidak menjadi bangsa di masa depan

February 19, 2026
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Pdt. Dr. Benny Giay

Moderator Dewan Gereja Papua, Pdt. Dr. Benny Giay - Dok. Jubi

0
SHARES
145
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Moderator Dewan Geraja Papua, Pdt. Dr. Benny Giay menyatakan negara seakan berusaha menyingkirkan orang Papua, agar tidak menjadi suatu bangsa di masa depan.

Berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang keamanan dan pembangunan seperti pengiriman pasukan terus menerus ke Tanah Papua dan Proyek Strategis Nasional yang ‘merampas’ tanah masyarakat adat, dinilai merupakan bagian dari cara negara menyingkirkan orang Papua.

“Sejarah, zaman, masyarakat dan waktu menempatkan kita di tanah ini. Nah belakangan ini ada PSN dan kita semua ini sedang disingkirkan untuk [tidak] menjadi bangsa di masa depan,” kata Pdt. Dr. Benny Giay saat membuka lokakarya rencana aksi Non Governmental Organization atau NGO “Merunut Ulang Jejak Gerakan Masyarakat Sipil Papua”, Kamis (19/2/2026).

Lokakarya yang diselenggarakan Dewan Gereja Papua dan Jubi ini, dilaksanakan di kawasan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (19/2/2026) hingga Jumat (20/2/2026).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Pdt. Dr. Benny Giay mengatakan kasus rasisme pada 2019 silam menjadi salah satu pintu masuk pemerintah untuk terus mengirim pasukan keamanan ke Tanah Papua.

Katanya, kasus rasisme itu tak pernah diselesaikan secara tuntas hingga kini. Sebaliknya, ketika orang Papua protes mereka dianggap makar.

“Sejak itu, pengiriman pasukan terus dilakukan ke [Tanah] Papua dan menyebabkan terjadinya pengungsian berbagai wilayah di Tanah Papua,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap konflik di Tanah Papua. Padahal beberapa tahu lalu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI telah merumuskan dan meluncurkan laporan hasil investigasi mereka mengenai empat akar masalah Papua.

BERITATERKAIT

PSN diduga picu konflik antara masyarakat adat di Distrik Ngguti

Masyarakat adat Papua ajukan keberatan terhadap keputusan Menteri Kehutanan

Masyarakat Adat Teluk Arguni Fakfak pasang sasi di kapal seismik

Koalisi Masyarakat Sipil serukan penghentian pembangunan batalyon dan PSN di Tanah Papua

“Kita pikir negara ini [berdasarkan] dengan Pancasila dan [semboyan] Bhinneka Tunggal Ika dapat membuka ruang yang diusulkan LIPI. Namun saat para peneliti LIPI menjelaskan penemuan mereka kepada lembaga-lembaga pemerintah justru mereka dicurigai dan diintrogasi karena dicurigai terkena pengaruh separatis, sejak itu pengharapan saya hilang, dan ideologi separatis ini dipelihara. Dibesar-besarkan,” kata Benny Giay. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: Benny GiayDewan Gereja PapuaPSNRasisme
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Perda

Penyusunan perda di Jayawijaya mesti sinkron dengan hukum masyarakat adat

February 19, 2026
PAK-HAM Papua

Pemprov nyatakan dukung kerja independen PAK-HAM Papua

February 18, 2026
PAK-HAM

Methodius Kossay pimpin PAK-HAM Papua

February 18, 2026

Esther Ansaka somasi YPHP dan SPH karena di-PHK saat menuntut haknya

February 18, 2026

Mahasiswa minta TNI/Polri hentikan intimidasi terhadap masyarakat sipil di Beoga

February 14, 2026

TPNPB klaim tembak aparat dan rampas senjata di Mile 50 Freeport

February 12, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

ADVERTISEMENT