Jayapura, Jubi – Sekolah kampung di Kayu Batu dan Kayo Pulau, Kota Jayapura, Papua sudah mulai dilaksanakan.
Hingga kini 15 peserta sekolah kampung dari Kayu Batu dan Kayo Pulau sudah mengikuti sembilan pertemuan dari 24 kali pertemuan sesuai program.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Kabid Disdikbud Kota Jayapura, Grace Linda Yoku menuturkan, program sekolah kampung yang dilaksanakan pihaknya itu bertujuan melestarikan budaya dan bahasa daerah Port Numbay.
“Pasca bimbingan teknis dari kami [Disdikbud] kepada para fasilitator bahasa daerah, sekarang mereka telah memasuki pertemuan kesembilan, semua rancangan pembelajaran berjalan lancar,” kata Grace Linda Yoku kepada Jubi di ruang kerjanya, Selasa (22/7/2025).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Yoku menjelaskan, peserta sekolah kampung direkrut dari kedua kampung. Delapan peserta direkrut dari Kampung Kayu Batu dan tujuh peserta dari Kayo Batu. Kegiatan belajar bahasa daerah di masing-masing kampung dibimbing oleh dua fasilitator dan aparat kampung setempat.
“Sudah sembilan pertemuan, setelah genap 24 pertemuan, para peserta akan diberikan penghargaan dan sertifikat keterangan bahwa mereka bisa berbahasa daerahnya. Lalu Disdikbud akan pindah lestarikan bahasa lainnya,” ujarnya.
Yoku menambahkan, setelah pihaknya pindah ke kampung dan bahasa lain, para peserta program sekolah kampung di Kayu Batu dan Kayo Pulau akan terus beregenerasi dan berganti, sehingga pemerintah kedua kampung bertanggung jawab meneruskan program tersebut sesuai amanat regulasi Peraturan daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2022 Tentang Pemajuan Kebudayaan Port Numbay.
“Kami harap Pemerintah dan aparat kampung di sana terus kerja keras melanjutkan program ini, untuk mempertahankan bahasa mereka supaya tidak punah, Perda [Nomor] 15 Tahun 2022 akan diterapkan ke Pemerintah kampung yang terlibat dalam bahasa daerah lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu Pendamping dan Fasilitator Sekolah Kampung Kayo Pulau, Nicko Makanuay mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan 24 pertemuan pengajaran bahasa daerah kepada para peserta sekolah kampung.
“Kami apresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan belajar kami setiap pertemuan. Kami pasti buktikan bahwa kami bisa mempertahankan bahasa daerah kami, dukungan dari pemerintah dan semua pihak sangat bermanfaat dan menguatkan kami sampai untuk maju,” katanya Makanuay. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post