• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Ketua POM STT se-Jayapura: Mahasiswa teologi harus kritis sikapi persoalan Tanah Papua

March 9, 2025
in Penkes, Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aryo Wisanggeni G
Mahasiswa Teologi

Sejumlah aktivis Persekutuan Oikumene Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi atau POM-STT se-Jayapura. - Istimewa

0
SHARES
11
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Ketua Persekutuan Oikumene Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi atau POM-STT se-Jayapura, Yustinus Mirip mengatakan mahasiswa teologi yang ada dalam persekutuan Oikumene itu mesti kritis terhadap persoalan di Tanah Papua. Daya kritis itu penting karena mahasiswa teologi merupakan generasi pemimpin masa depan gereja di Tanah Papua yang akan menggembalakan umat.

”Mahasiswa teologi harus  meningkatkan kualitas, menjadi lebih kritis terhadap realistis dalam melihat berbagai macam dinamika persoalan di atas Tanah Papua. Mahasiswa teologi harus berpihak kepada yang lemah seperti teladan Yesus,” kata Mirip di Sentani, Ibu Kota Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (8/3/2025).

Mirip mengatakan para mahasiswa teologi harus menjaga kebersamaan dalam honai POM STT se-Jayapura sebagai ruang untuk membangun solidaritas, kekuatan dan persaudaraan sesama dalam pelayanan dari berbagai STT. “Kami berharap ruang ini sebagai wadah membangun refleksi, evaluasi, dan kesadaran kolektif bersama atas kondisi kehidupan umat Tuhan di Tanah Papua,” katanya.

POM STT se-Jayapura mewadahi para mahasiswa dari berbagi STT di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Mereka antara lain berasal dari STT Walter Post, STT Baptis Papua, STT Seminary, STT GIDI Papua, STT Levinus Rumasen, STAKPN Burere, STFT Fajar Timur, dan STFT GKI Izaak Samuel Kijne. Pada Jumat (7/3/2025), POM STT se-Jayapura menggelar diskusi publik secara daring, mengusung tema “Pandangan Teologis Antropologis dan Eksistensi Injil serta Tantangan Bagi Gereja-Gereja di Papua” yang diikuti puluhan mahasiswi dari berbagai wilayah.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Pembina POM STT Se Jayapura, Wayu Heluka mengatakan bahwa tantangan gereja di Tanah Papua adalah berbagai persoalan secara teologis, ajaran secara internal, maupun dan eksternal. Mahasiswa teologi harus menjadi solusi untuk melihat, mendengar, berbicara, dan bertindak untuk Kebenaran Yesus Kristus.

“Tantangan gereja secara internal seperti persoalan spiritual iman warga gereja, masalah sosial-budaya, masalah pembinaan pemuda, masalah pembinaan kaum wanita, dan lainya. Secara eksternal, ada masalah pelayanan warga jemaat yang di pengungsian, perampasan tanah adat, diskriminasi rasial, masalah pelanggaran HAM [yang] belum selesai,” katanya.

Mahasiswa STFT Izak Samuel Kijne Jayapura, Ukima Kambue mengatakan bahwa eksistensi bangsa Papua secara historis telah hidup berdaulat antara alam semesta dan sesama manusia. Bangsa Papua telah ada sebelum gereja dan pemerintah datang ke Papua.

BERITATERKAIT

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

PTM dan gizi buruk memengaruhi anak di Kepulauan Solomon

Mahasiswa tolak pembangunan pos keamanan di Distrik Borme

Uncen dorong kewirausahaan mahasiswa

Menurutnya, konteks kehidupan bangsa Papua secara antropologi sangat berbeda bangsa Melayu atau Indonesia. “Hal itu tampak sangat jelas dalam perjumpaan bangsa Papua pada tahun 1855 adalah indikasi kilas balik rujukan untuk melihat kembali dan membangun eksistensi orang Papua sebagai kesadaran kolektif Papua. Dalam perspektif seperti [itu, kita] sangat membutuhkan peran mahasiswa teologi [untuk] bekerja sama dan kolaboratif untuk mewujudkan Tanah Papua yang damai,” ujarnya. (*)

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: mahasiswaPendidikanSekolah Tinggi Teologi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Don AL Flassy, antropolog pencetus gagasan Tujuh Wilayah Budaya Papua tutup usia

March 25, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

April 3, 2026
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

April 3, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah batasi perjalanan dinas untuk efisiensi anggaran

April 2, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

0
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara