Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua menyatakan kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome atau HIV/AIDS di wilayah itu terus meningkat.
Data Dinkes Kabupaten Kepulauan Yapen mencatat hingga 30 Juni 2025, kasus HIV/AIDS di sana mencapai 2.767 kasus atau bertambah 96 kasus dari jumlah sebelumnya 2.761 kasus pada 31 Maret 2025.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kepulauan Yapen, Yohanes S Woisiri mengatakan, pihaknya menghimpun data dari setiap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pada 16 distrik di Kepulauan Yapen.
Dari data itu, diketahui kasus HIV/AIDS tertinggi ada di Distrik Anotaurei, yaitu 1. 816 kasus. Angka itu meningkat dari jumlah sebelumnya 1.768 kasus.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Distrik dengan kasus HIV/AIDS tertinggi kedua adalah Yapen Selatan dengan 551 kasus itu meningkat dari jumlah sebelumnya 540 kasus, disusul Distrik Angkaisera dengan 95 kasus dan Distrik Yapen Utara 45 kasus.
“Data Distrik Angkaisera dan Yapen Utara, baru terupdate per 30 Juni 2025,” kata Yohanes S Woisiri kepada Jubi melalui aplikasi pesan singkatnya, Senin (21/7/2025).
Katanya di Distrik Kosiwo tidak mengalami peningkatan yaitu 43 kasus, Distrik Yapen Barat meningkat 36 kasus dari 33 kasus, Distrik Windesi meningkat 29 kasus dari 31 kasus, Distrik Kepulauan Ambai meningkat 37 kasus dari sebelumnya 30 kasus, Distrik Raimbawi 25 kasus, tidak ada penambahan kasus baru.
Distrik Poom meningkat 28 kasus dari sebelumnya 20 kasus, Distrik Wonawa 14 kasus, menurun satu kasus dari jumlah sebelumnya 15 kasus. Distrik Yapen Timur tidak mengalami peningkatan dari 14 kasus, Distrik Teluk Ampimoi juga tidak ada peningkatan kasus dari sebelumnya 13 kasus.
Distrik Yawakukat tidak ada peningkatan, tetap pada 10 kasus, Distrik Pulau Kurudu satu kasus dan tidak ada temuan kasus baru, serta Distrik S Pulau Yeruri tidak ada kasus.
Sementara itu, Sekretaris KPAD Kepulauan Yapen, Andi Raya Sarjatno menyatakan pihaknya terus berupaya mendukung program-program penanganan dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS oleh Dinkes Yapen.
KPAD baru-baru ini telah melaksanakan program sosialisasi pengenalan dan pencegahan HIV/AIDS dengan menyasar para pelajar dari tujuh SMA dan SMK di Kepulauan Yapen.
“Program sosialisasi itu salah satu bentuk nyata dari kerja kami mendukung program-program penanganan oleh Dinkes untuk mewujudkan harapan bersama menuju eliminasi HIV/AIDS di Yapen,” ujar Andi Raya Sarjatno. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post