Jayapura, Jubi – Fenomena konsumsi minuman keras atau miras di kalangan perempuan-perempuan asal Pegunungan Bintang dirasa semakin meresahkan. Hal itu mendorong Perkumpulan Perempuan Pegunungan Bintang atau PPPB menyelenggarakan diskusi yang mengangkat tema efek minuman keras bagi eksistensi perempuan Pegunungan Bintang di Aula Asrama baru Pegubin, Jl. Buper Waena, distrik Heram Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Jumat (28/6/2024).
Desiana Kalakmabin, Koordinator Perkumpulan Perempuan Pegunungan Bintang atau PPPB mengatakan topik diskusi terkait efek minuman keras bagi eksistensi perempuan Pegunungan Bintang dipilih karena konsumsi miras di kalangan perempuan Pegunungan Bintang telah menjadi tantangan bagi kemajuan Kabupaten Pegunungan Bintang. Miras adalah salah satu masalah yang membuat kaum perempuan di Pegunungan Bintang tidak bisa bersaing dengan daerah lain.
Diskusi menyangkut bahaya miras dan solusi bagi teman-teman perempuan yang terlanjur terjerumus dalam kehidupan minuman beralkohol itu digelar di Aula asrama baru mahasiswi Pegubin, Jalan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura Provinsi Papua pada Jumat (28/6/2025). Pembicara yang dihadirkan ntuk memantik diskusi adalah Antonio Demetrius Kotipki Urpon, Pilot Ikairos Papua Air Service asal Pegunungan Bintang.

“Kami perempuan Pegunungan Bintang saat ini moralnya rusak, dikategorikan perempuan terbelakang karena salah satu penyebabnya adalah efek dari miras. Jadi harapan saya dengan menyelenggarakannya diskusi terbuka dengan topik efek miras terhadap perempuan Pegubin ini bisa membantu adik-adik saya, bahkan generasi mendatang agar bisa kontrol diri dan jauhi miras supaya kedepannya menjadi perempuan yang hebat, perempuan yang bijaksana dan punya jiwa kepemimpinan untuk membangun daerah,” kata Desiana Kalakmabin dalam acara diskusi tersebut.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Kalakmabin mengatakan perempuan Pegunungan Bintang terhambat maju terutama karena efek miras telah mengganggu saraf otak. Selain itu, lanjutnya perempuan-perempuan Pegubin yang terjerumus miras beresiko tidak bisa mengandung dan melahirkan generasi Pegubin.
“Yang paling vital adalah miras bisa mengganggu bahkan merusak kandungan atau janin seorang perempuan. Oleh sebab itu, harapan besar saya adalah tidak mau hal ini terjadi kepada perempuan Pegunungan Bintang saat ini dan juga kedepan, terlebih untuk perempuan karena saya sebagai perempuan jati diri perempuan, harga diri perempuan Pegunungan Bintang sangatlah penting karena perempuan adalah berlian bagi bangsa,” ujarnya.
Efek mengkonsumsi minuman beralkohol atau miras dapat mengancam eksistensi perempuan Pegunungan Bintang mulai dari merusak organ tubuh hingga dapat menghancurkan masa depan perempuan Pegubin. Hal itu dikatakan, Antonio Demetrius Kotipki Urpon, Pilot Ikairos Papua air service asal Pegunungan Bintang yang menjadi pembicara utama dalam diskusi itu.
Menurut Antonio Urpon, kondisi perempuan Pegubin yang terjerumus miras ini sangat memprihatinkan. Karena dari usia remaja hingga dewasa perempuan Pegubin terjerumus aktivitas minuman keras, sehingga mengancam kehidupan dan masa depannya.
“Situasi perempuan Pegubin sekarang ini lagi tidak stabil, dalam artian banyak adik-adik perempuan Pegubin yang ikut terlibat mengkonsumsi miras [apalagi] sampai di kota lebih cenderung miras dan hal-hal negatif lainnya,” katanya.
Urpon mengatakan dampak dari perempuan Pegubin mengkonsumsi minuman beralkohol akan menyebabkan kerusakan sistem saraf, mengganggu sistem reproduksi, gangguan pada jantung, sistem metabolisme tubuh juga ikut terganggu, dan menurunkan daya berpikir atau kecerdasan otak, mengganggu fungsi hati serta menyebabkan ketidaknyamanan dalam tubuh.

“Kita mendidik adik- adik perempuan [melalui diskusi] ini sehingga mereka punya pemahaman atau mindset tersendiri tentang miras, karena miras ini terlihat sederhana tapi bisa menghancurkan kita punya organ tubuh dan juga efek samping yang lebih fatal adalah miras akan menghancurkan masa depan kita,” ujarnya.
Maria Seraviana Setamanki, mahasiswi Universitas Cenderawasih Fakultas Keguruan yang hadir mengikuti diskusi tersebut mengatakan, diskusi tersebut sangat penting. Karena menurutnya di Pegunungan Bintang sangat banyak kaum perempuan yang menjadi peminum miras.
“Materinya tuh sangat penting sekali untuk era sekarang ini karena yang sekarang kita lihat itu untuk perempuan Pegunungan Bintang tuh mirasnya itu lebih dominan daripada laki-laki, jadi mungkin untuk dengan materi yang tadi ini mungkin bisa menyadarkan kita sesama perempuan untuk tahu bahwa memang sangat berpengaruh sekali negatifnya untuk kami kaum perempuan,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post