Jayapura, Jubi – Haniel Uropmabin, seorang pengusaha kopi dan Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, berhasil meraih gelar Magister Ilmu Manajemen di Universitas Ottow Geissler, Jayapura.
Gelar ini diraih melalui perjalanan panjang yang penuh perjuangan, termasuk berjualan kopi lokal dan mendorong gerobak di Jayapura.
Haniel menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilannya saat diwawancarai di Jayapura, Senin (18/11/2024).
“Dengan pertolongan Tuhan, saya dapat menyelesaikan pendidikan magister ini. Saya juga berterima kasih kepada orang tua, istri, keluarga, teman-teman, serta dosen pembimbing yang terus mendukung saya,” katanya.
Haniel bercerita tentang perjuangannya sejak menamatkan SMP di Kiwirok, Pegunungan Bintang. Ia melanjutkan pendidikan di STM Kota Raja, Jayapura, sambil bekerja sebagai pendorong gerobak di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sehabis sekolah, saya pergi ke pasar untuk mendorong gerobak. Penghasilan saya saat itu hanya Rp2.000 hingga Rp5.000 per hari, tapi saya tetap menabung untuk sekolah,” ujarnya.
Kesulitan biaya sempat membuat Haniel gagal melanjutkan kuliah di USTJ. Namun, ia tidak menyerah. Setelah bekerja di perkebunan sawit di Lereh, pada tahun 2005 ia lolos seleksi CPNS di Pegunungan Bintang. Dari sana, Haniel melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Ottow Geissler dan lulus pada 2012.
Saat melanjutkan studi S2 pada 2021, Haniel memilih fokus mengembangkan kopi lokal, Kopi Yepki Kiwi, dari Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Ia mendirikan Rumah Kopi Yepki Kiwi di Sentani untuk memasarkan kopi tersebut. Usaha ini menjadi sumber pendapatan utama yang membiayai pendidikan magisternya.
“Kopi ini organik, ditanam di ketinggian 1.700–2.000 meter di atas permukaan laut tanpa pupuk atau pestisida kimia. Hasil penjualannya kami bagi dengan petani kopi di Kampung Kiwi,” jelasnya.
Haniel berharap usaha ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan memperkenalkan kopi khas Pegunungan Bintang ke pasar yang lebih luas.
Haniel juga mengajak generasi muda Papua untuk terus mengejar pendidikan dan bermimpi besar.
“Jangan takut gagal. Tuhan akan selalu bekerja bagi orang yang percaya dan berusaha keras,” katanya.
Doktor Yumuius Taplo, seorang tokoh pendidikan dan kerabat dekat Haniel, turut mengapresiasi pencapaian ini.
“Haniel adalah sosok yang pantang menyerah. Perjuangannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Pegunungan Bintang dan Papua secara umum,” ujar Taplo.
Ia berharap Haniel melanjutkan studinya hingga jenjang doktoral.
Keberhasilan Haniel Uropmabin menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan doa dapat mengatasi segala rintangan. Semangatnya dalam membangun potensi lokal juga diharapkan menginspirasi banyak pihak untuk terus berkarya demi kemajuan Papua. (*)




Discussion about this post