Jayapura, Jubi – Setelah 20 tahun, Fiji beruntung menjadi saksi tampilnya kembali grup reggae kenamaan asal Inggris yaitu UB40 yang menampilkan Ali Campbell. Kehadiran musisi reggae asal Inggris ini memukau ribuan penonton yang hadir di King Charles Park di Nadi Fiji, untuk Big Love Tour, dan memiliki penggemar bernyanyi bersama dan bertepuk tangan setelah setiap lagu pada UB 40 show Jumat (30/1/2026).
Orang muda dan orang tua terhubung melalui musik reggae dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya. Melalui musik ini, generasi muda mulai memahami mengapa reggae memiliki makna penting bagi orang tua mereka dan alasan musik tersebut begitu dihargai. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet www.fijitimes.com.fj, Senin (2/2/2026)
Legenda Reggae, Katchafire juga tidak mengecewakan sebagai band pembuka. Mereka memulai hiburan malam sebelum UB40 yang menampilkan Ali Campbell naik panggung.
Katchafire merupakan band reggae legendaris asal Selandia Baru yang dikenal dengan gaya roots reggae orisinal dan telah berkarier internasional sejak awal 2000-an. Berawal dari proyek keluarga yang dipimpin Grenville Bell, band ini populer dengan lagu-lagu santai, sering tampil di festival besar, termasuk pernah tampil di Bali Indonesia.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sementara itu Komandan Polisi Divisi Barat, Senior Superintendent of Police (SSP) Iakobo Vaisewa memuji keberhasilan operasi untuk penegakan hukum yang ketat dan kerja sama masyarakat saat berlangsung konser music UB 40.
“Itu adalah konser bebas insiden, tidak ada penyitaan atau obat-obatan yang ditemukan, karena kami sangat ketat,” katanya.
SSP Vaisewa mengkonfirmasi bahwa kehadiran polisi termasuk unit khusus untuk memantau titik masuk tempat.
“Kami memiliki anjing dan tim kami di gerbang,” katanya.
Lebih dari 70 petugas dikerahkan untuk mengelola acara tersebut, yang mencakup arena konser dan distrik hiburan sekitarnya.
“Kami memiliki lebih dari 70 petugas di tanah dan di luar tanah, menutupi tempat minum untuk klub malam,” tambahnya.
SSP Vaisewa memuji perilaku publik selama pertunjukan tindakan internasional.
“Kami terus berterima kasih kepada masyarakat, saya pikir, mereka mulai memahami tanggung jawab mereka,” tambahnya.
Sekadar informasi yang dihimpun jubi.id,UB40 adalah grup band reggae dan pop legendaris asal Birmingham, Inggris, yang dibentuk pada Desember 1978. Terkenal dengan lagu hits seperti “Red Red Wine” dan “(I Can’t Help) Falling In Love With You”, grup ini telah menjual lebih dari 70 juta album di seluruh dunia. Nama UB40 diambil dari formulir tunjangan pengangguran di Inggris (Unemployment Benefit, Form 40).
Berikut adalah poin penting mengenai UB40:
UB40 dikenal lewat gaya musik yang memadukan reggae dengan sentuhan pop, dub, dan ska, sehingga mampu menjangkau pendengar lintas generasi.
Dibentuk oleh Ali Campbell bersama Jimmy Brown, Earl Falconer, dan sejumlah personel lain, perjalanan awal mereka mendapat dorongan penting setelah memperoleh dukungan dari musisi Chrissie Hynde.
Sepanjang kariernya, grup ini mencatat pencapaian besar dengan menempatkan 41 single ke dalam daftar Top 40 Inggris.
Formasi band pun beberapa kali berubah, termasuk saat Ali Campbell keluar dan membentuk versi grupnya sendiri, sementara anggota lain tetap melanjutkan perjalanan dengan vokalis berbeda. Album debut Signing Off dan Labour of Love menjadi dua karya paling ikonik yang menegaskan posisi mereka dalam sejarah musik reggae Inggris. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post