Jayapura, Jubi – Ketua Melanesian Spearhead Group (MSG) sekaligus Perdana Menteri (PM) Vanuatu, Charlot Salwai, menegaskan kembali dukungan MSG terhadap posisi Kanak dan Front Pembebasan Nasional Sosialis (Front de Libération Nationale Kanak et Socialiste/FLNKS) yang menentang posisi Pemerintah Prancis.
RUU Konstitusi bertujuan untuk mencairkan Daftar Pemilih Kaledonia Baru, mengubah jumlah pemilih warga negara, dan mengubah pembagian kursi di Kongres.
Hal itu disampaikan melalui pernyataan yang dikutip jubi.id dari https://www.dailypost.vu, Jumat (17/5/2024).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Dalam pernyataan tersebut Ketua MSG mengungkapkan kesedihan atas kejadian malang yang menimpa Kaledonia Baru selama beberapa hari terakhir. Lebih lanjut Ketua MSG menyatakan dukungannya terhadap seruan FLNKS untuk tenang, dan juga mengutuk FLNKS atas kekerasan tersebut. FLNKS telah mengeluarkan seruan untuk tenang dan mengutuk kekerasan tersebut.

Ketua MSG menekankan bahwa perusakan properti secara sembarangan akan berdampak sangat besar terhadap perekonomian Kaledonia Baru dan akan berdampak buruk pada kesejahteraan dan kehidupan seluruh warga Kaledonia Baru, termasuk suku Kanak.
Konsisten dengan dukungan yang tercatat dalam Pertemuan Pejabat Senior MSG dan Pertemuan Menteri Luar Negeri MSG pada Maret 2024, Ketua MSG menegaskan kembali bahwa Pemerintah Prancis harus menarik atau membatalkan RUU Konstitusi yang telah memicu kejadian-kejadian yang disesalkan di Kaledonia Baru.
“Kejadian ini bisa dihindari jika Pemerintah Prancis mendengarkan dan tidak melanjutkan RUU Konstitusi yang bertujuan untuk mencairkan daftar pemilih, mengubah jumlah pemilih warga negara, dan mengubah distribusi kursi di Kongres. Ada kebutuhan bagi Pemerintah Prancis untuk kembali ke semangat Perjanjian Noumea dalam urusan yang berkaitan dengan Kaledonia Baru,” kata PM Salwai.
Ia menambahkan semangat itu memastikan rasa saling menghormati dan kerja sama antara semua pihak dan memastikan perdamaian di Kaledonia Baru.
Saat ini, lanjutnya, terdapat kebutuhan mendesak bagi Prancis untuk menyetujui usulan FLNKS untuk membentuk misi dialog dan mediasi yang dipimpin oleh tokoh terkemuka yang disepakati bersama untuk, antara lain, membahas jalan ke depan sehingga keadaan normal dapat dipulihkan dengan cepat dan perdamaian abadi dapat terwujud di Kaledonia Baru.
Pernyataan tersebut ditandatangani Ketua Menteri Luar Negeri MSG, Wakil Perdana Menteri, dan Menteri Luar Negeri Vanuatu, Matai Seremaiah. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post