Jayapura, Jubi – Legenda Persipura yang bermain di posisi kiri luar era 1980-an, Daniel Mauri meninggal dunia di RSUD Dok II Jayapura, Selasa (17/02/2026), pukul 17.00 sore. Almarhum sudah lama mengalami sakit hingga dirawat.
“Kami baru saja dihubungi kawan kita Daniel Mauri telah meninggal di RSUD Dok II Jayapura,” kata Richard Ferre mantan bek kanan Persipura era 1980-an kepada jubi.id, Selasa (17/02/2026) malam.
Dia mengatakan almarhum Daniel Mauri bersama dengan tim Persipura era 1980-an memperkuat tim Mutiara Hitam dalam Kompetisi Divisi Utama PSSI di Tambaksari Surabaya Jawa Timur.
Ia juga berpasangan dengan David Major dalam membela Persipura di kejuaraan Perserikatan PSSI 1986 di mana saat itu Perseman dan Persib Bandung bertemu di babak final.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Larinya sangat kencang dan kekuatan tendangan berada di kaki kiri,” kata Ferre seraya menambahkan rasa kehilangan rekan seangkatannya di Persipura era 1980-an.
Setelah gantung sepatu dari tim Persipura, almarhum Daniel Mauri bekerja di Pemerintah Provinsi Papua di Biro Perlengkapan.
Dia juga menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik mesin di Universitas Teknologi dan Science Jayapura (USTJ) di era 1990-an.
Almarhum Mauri juga mendirikan SSB Santos di Polimak dan beberapa kali ikut dalam Festival Sepak Bola Anak Anak Danone dan juga Timo Kapisa Cup era 2000.
Lebih lanjut Daniel Ferre menambahkan pemakaman akan dilakukan pada Rabu (18/2/2026) siang di pekuburan umum Abepura, tak jauh dari pemakaman keluarga almarhum JP Solossa dan istrinya Ema Mauri.
“Pemakaman besok siang dan Ibadah pelepasan pukul 14.00 dan pemakaman di kuburan Abepura,” kata Ferre dalam pesan singkatnya.
Keluarga sepak bola
Daniel Mauri lahir dari keluarga sepak bola. Ayahnya DR Mauri yang meninggal di Swedia di era 1970-an adalah manajer klub Yawa (Yapen Waropen). Klub ini khusus untuk anak anak Yapen Waropen yang bermukim di Jayapura.
Sedangkan warga Biak di perantauan Jayapura membentuk klub Apuse.
“Dulu kita selalu bersaing dengan klub Yawa kadang kala kita menang dan sekali kali Yawa juga mengalahkan kita dalam final.
Pemain Yawa waktu itu Hengky Heipon, Tinus Heipon, Marinus Matui, Levianus Doom, Sergius Doom dan Hengky Mauri mereka semua itu pemain pemain Persipura di era 1970-an,”kata mantan Dubes Indonesia di Kolombia, Michael Manufandu yang juga mantan pemain Apuse.

Manufandu menambahkan para pemain Apuse waktu itu, Gento Rumbino, Hengki Rumere, Septinus Kapisa, Timo Kapisa juga merupakan para pemain Persipura di era 1970-an.
“Saya dan Levianus Doom yang tadinya bermain di klub Apuse dan Yawa harus melanjutkan pendidikan, Levianus Doom ke Akabri Kepolisian sedangkan saya ke APDN Yoka,”kata Menufandu.
Keluarga besar Mauri yang pernah perkuat Persipura almarhum Daniel Mauri, Mansyouf Mauri kiper Persipura dan Yawa (meninggal di Port Moresby), Hengky Mauri striker Persipura era 1970-an, Nico Mauri dan Ucok Mauri. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
















Discussion about this post