Jayapura, Jubi – Kiper Persipura, Jhon Pigay mesti menepi selama tiga bulan usai menjalani operasi akibat robekan penuh (grade 3) pada bagian TFCC (Triangular Fibrocartilage Complex) di Rumah Sakit Siloam Yogyakarta, Jumat (1/8/2025).
Jhon Pigai mengalami cedera serius di pergelangan tangan kirinya, akibat kecelakaan menggunakan sepeda motor di Jayapura, pada awal tim berangkat melakukan pemusatan latihan.
Dokter tim Persipura, Benny Suripati mengatakan Jhon Pigay diprediksi akan kembali ke lapangan pada November 2025.
“Sudah selesai operasi dan fokus 14 hari untuk perawatan luka, satu bulan untuk dia punya mobilitas pergelangan tangan. Habis itu kan dari minus ke nol. Nah nanti setelah itu baru setelah satu bulan, bisa dua bulan, sampai tiga bulan [barulah kembali bermain],” kata Benny Suripati dalam siaran pers tertulis, Sabtu (3/8/2025).
Absennya Jhon Pigay merupakan menyebabkan Persipura kehilangan penjaga gawang utamanya. Sebab, mantan kiper tim sepak bola Papua pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX itu, sejak awal direncanakan sebagai kiper utama.
“Tadinya [Jhon Pigay] akan menjadi penjaga gawang utama. Tapi kita harus kehilangan dia, tentu kehilangan sekali. Tapi ya ada Hakim juga yang bisa membackup posisi yang ditinggalkan oleh Pigay,” ujarnya.
Nama Jhon Pigay mulai ramai diperbincangkan setelah menjadi penjaga gawang utama tim sepak bola Papua pada PON XX 2021 silam, dan menjadi bagian dari tim peraih medali emas PON.
Salah satu aksinya dalam PON XX adalah mencetak gol lewat tendangan bebas ke Gawang Nusa Tenggara Timur atau NTT, sehingga tim Papua mengakhiri laga dengan kemenangan 4-0.
Setelah PON, pemain kelahiran 27 Juni 1999 itu bergabung dengan Persewar Waropen pada kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.
Hanya semusim bersama Mutiara Bakau, julukan Persewar, Pigay memilih berlabuh di Persipura Jayapura pada Liga 2 musim 2023/2024.
Petualangan Jhon Pigay di klub sepak bola Papua berlanjut. PSBS Biak yang baru saja promosi ke Liga 1 pada musim 2024/2025, memboyongnya.
Namun hanya semusim berseragam Badai Pasifik, Pigai memilih kembali ke pelukan Mutiara Hitam Persipura pada Liga 2 atau kini berganti nama Championship musim 2025/2026. (*)




Discussion about this post