Jayapura, Jubi – Besok, Jumat (20/10/2023) sore, akan terjadi derby Papua ketiga. Tim berjuluk Mutiara Hitam, Persipura Jayapura, akan kembali menjamu tim PSBS Biak alias Napi Bongkar atau Badai Pasifik. Ruben Sanadi dkk akan berhadapan dengan Ian Luis Kabes cs pada lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2023/2024 di Stadion Mandala Jayapura.
“Liga 2 Group Timur terdapat tiga klub asal Papua dan dua derby sudah tersaji, di mana PSBS Biak unggul atas rivalnya Persewar Waropen dengan skor 3-0 di kandang PSBS. Derby Papua kedua pun berakhir angka 2-1 buat kemenangan Persewar di kandang atas rivalnya Persipura yang juga bermarkas di Stadion Mandala,” tulis Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd.,M.Fis.,AIFO-P, Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FIK Universitas Cenderawasih Jayapura, dalam pesan WA yang diterima Jubi pada Kamis (19/10/2023).
Dikatakan dalam hasil pertandingan tersebut telah terbukti bahwa derby Persipura melawan Persewar atau derby kedua telah menunjukkan rivalitas kerja pelatih dan pemain yang benar-benar sportif dan profesional.
“Derby Papua ketiga akan tersaji di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (20/10/2023), antara tuan rumah Persipura melawan PSBS Biak. Derby ketiga nanti apakah tuan rumah Persipura akan meraih hasil yang sama seperti PSBS Biak dan Persewar Waropen sebagai tuan rumah?” kata Womsiwor yang juga Kabid. Sport Science dan Iptek KONI Provinsi Papua.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Dikatakan dari aspek fisik dan skill, kedua tim berimbang (50 % – 50 %) sehingga kedua tim akan menampilkan permainan sepak bola ala Papua dengan ciri khas, kuat, keras, cepat, dan atraktif.
“Saya kira penonton akan terhibur di luar lapangan Tetapi dalam permainan sepanjang waktu 2×45 menit di lapangan, hukum rivalitas antara pemain dan pelatih kedua tim akan tetap berlaku sampai wasit meniup peluit panjang,” katanya.

Menurut Womsiwor, dari aspek fisik dan teknik sebenarnya kedua tim bisa mengakhiri laga dengan skor imbang.
“Namun strategi pelatih serta mental pemain justru akan menjadi penentu siapa pemenang derby Papua ketiga ini.
“Bertanding di Mandala tidak lagi berlaku faktor tuan rumah maupun pimpinan klasemen. Justru laga terakhir ini lebih kepada strategi pelatih dan mental pemain kedua tim,” kata Womsiwor.
Dia menambahkan kedua tim secara mental sama-sama berambisi untuk menang sehingga jika salah satu tim kuat dan bugar, maka dialah pemenangnya.
“Sebaliknya jika salah satu tim sudah takut gagal sebelum pertandingan berakhir, maka tim itulah yang akan menuai kekalahan pada derby Papua ketiga ini,” tambah mantan pelatih fisik PON Papua 2012 di Riau.

Menurut dia, hadirnya Ruben Sanadi di PSBS Biak membawa perubahan besar bagi anak-anak Biak yang selalu diidentikkan dengan permainan keras yang dihantui kartu merah.
“Kali ini justru pemain asing asal Brasil, Alexander Parreira, yang telah mendapat kartu merah di laga perdana PSBS. Hal ini jelas menjadi satu kemajuan besar di kubu tim berjuluk Napi Bongkar ini,” kata Womsiwor, mantan pelatih fisik Persipura U-18.
“Saya kira sepak bola PSBS Biak bukan cuma bangkit tapi bersinar. Untuk Persipura sendiri seperti yang sudah kita tahu bersama bahwa satu-satunya tim Papua yang bermental juara di Liga Indonesia,” katanya seraya menambahkan hanya Mutiara Hitam Persipura sudah membuktikan empat kali menjadi juara Liga Indonesia, walaupun saat ini bermain di Liga 2 Indonesia.

Menurut Womsiwor, suporter dari kedua tim akan berpihak kepada tim yang bermain gemilang meskipun di awal laga ada pro dan kontra.
“Penonton akan cenderung mendukung tim yang unggul. Misalnya kalau Persipura sebagai tuan rumah akhirnya memenangkan derby Papua ketiga ini, maka seluruh suporter akan menghormati hasil itu,“ katanya.
Sebaliknya, kata Womsiwor, jika PSBS Biak yang mampu membuktikan dirinya sebagai tim asal negeri para Mambri, maka tiga poin bisa diraih untuk menahbiskan dirinya sebagai salah satu kandidat kuat dari Group 4 Liga 2 yang siap naik kasta tahun depan.
”Mari kita tunggu strategi pelatih dan mental pemain. Tim manakah yang akhirnya menjadi pemenang derby Papua ketiga,” pungkas Womsiwor. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



