• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Pemerintah Indonesia dinilai tidak menjawab dengan benar surat pelapor khusus PBB

June 18, 2025
in Nasional & Internasional, Animha
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Pemerintah Indonesia dinilai tidak menjawab dengan benar surat pelapor khusus PBB

Direktur LBH Merauke Papua Jhonny Teddy Wakum (tengah) Mama Yasinta Moiwend (kanan), dan Solidaritas Merauke Kartini Samon dari GRAIN (kiri) saat Konferensi Pers. Jubi/Tangkapan Layar

0
SHARES
53
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Direktur Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Merauke di Papua Selatan, Jhonny Teddy Wakum mengatakan, Pemerintah Republik Indonesia sama sekali tidak memberikan menjawab yang benar terhadap surat sembilan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.

Sembilan pelapor khusus PBB menyurati pemerintah Indonesia berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional atau PSN di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Dalam surat itu, pelapor khusus PBB menduga telah terjadi pelanggaran lingkungan hidup dan pelanggaran hak asasi manusia atau HAM dalam pelaksanaan PSN di Merauke.

Pelapor khusus PBB juga menyurati PT Global Papua Abadi (PT GPA) selaku perusahaan yang menggarap lahan food estate di sana. Kedua surat itu dikirim pada 7 Maret 2025, dan dijawab pemerintah Indonesia pada 6 Mei 2025.

Namun menurut Teddy Wakum, pemerintah tidak menjawab apa yang dipersoalkan oleh pelapor khusus itu.

“[Pemerintah tidak menjelaskan] ini proyek apa, ini investasi apa. Kalau pemerintah mengklaim bahwa kehadiran sudah PSN melalui tahapan konsultasi dan lainnya, fakta di lapangan tidak seperti itu. Kami membantah semua jawaban  itu. Indonesia lari dari persoalan,” kata Teddy dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Jakartanicus saat media briefing, Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, jawab Pemerintah Indonesia itu mencerminkan sikap dan cara yang selalu dilakukan sejak Papua masuk ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah tidak pernah menjawab persoalan inti. Padahal seharusnya negara hadir untuk memberikan rasa keadilan, dan menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat.

“Hari ini kita kembali menyampaikan kepada publik bahwa ada terjadi ketidakadilan di sana. Terjadi pelanggaran HAM di sana. Masyarakat adat sulit memperoleh keadilan. Negara melakukan kebohongan yang sangat luar biasa kepada para pelopor khusus PBB,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

Aktivis Papua Barat serukan pemimpin Pasifik tenekan Indonesia terkait kunjungan PBB

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

17 mahasiswa Vanuatu terima beasiswa dari Pemerintah Indonesia

Masyarakat adat Malind – Maklew, Mama Yasinta Moiwend mengatakan pemerintah selalu mencari-cari alasan atas fakta-fakta yang dituduhkan oleh pelapor khusus PBB itu. Yang merasakan dampak dari PSN itu masyarakat adat, bukan pemerintah,

“Pemerintah tipu-tipu yang dia bicara ini. Pemerintah tidak datang ajak bicara dan konsultasi dengan masyarakat [adat]. Akan tetapi kami kaget PSN ini masuk beroperasi. Sampai hari ini perusahaan masih menggusur terus semua hutan adat kami. Bagi kami tanah adat itu lebih penting, tetapi perusahaan tidak diskusi dengan kami masyarakat adat,” kata Mama Moiwend.

Menurutnya, salah satu perusahaan yang mengerjakan PSN di sana, PT Jhonlin Group  ketika hadir di kampungnya di Wogekel, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan tahun lalu membawa ratusan excavator. Masyarakat adat yang tidak tahu akan hal itu pun kaget.

“Ternyata mereka mau menggusur tanah adat kami sampai saat ini. Kami banyak kehilangan [hak kami] karena kehadiran PSN ini. Apa [kami] itu bukan korban? Kami merasa kehilangan. Semua-semua kehilangan alam, kehilangan hewan, air dan segalanya,” ucapnya.

Katanya, sejak program PSN dilaksanakan di Merauke, masyarakat adat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak ada lagi ikan di rawa yang selama ini menjadi salah satu sumber pangan masyarakat adat. Hewan-hewan buruan di hutan seperti rusa, babi, kangguru, dan kasuari sudah menjauh.

“Kalau ada informasi [yang mengatakan] bahwa perusahaan menjamin masyarakat, itu tidak ada, itu rekayasa. Saya salah satu korban. Kami mau lapor ke mana lagi? Karena pemerintah daerah tidak berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, masyarakat Adat Marind Anim, Hubertus Kaize mengatakan PT. Borneo Citra Persada, perusahaan yang mengerjakan proyek PSN di kampungnya selalu membuat keributan dan meresahkan  masyarakat adat. Membuat kenyamanan masyarakat adat selalu terganggu.

“Karena dengan adanya perusahaan ini, semua aktivitas masyarakat adat terganggu di dusun, rawah maupun di laut semua  terganggu dengan tidak ada kenyamanan buat kami,” kata Kaize.

Hubertus Kaize menyatakan, surat pelapor khusus PBB terkait dampak PSN terhadap masyarakat adat memang benar adanya. Karena pada dasarnya PSN merugikan masyarakat adat.

“Kenyataannya di lapangan, masyarakat menderita kena dampak mengakibatkan akses kepentingan pribadi atau pemerintah. Masyarakat menjadi korban, di Merauke PSN ini yang menonjol. Sebenarnya masyarakat tidak pernah menerima PSN. Semua menolak dengan mereka punya cara budaya”, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dari pihak gereja juga menangani masalah itu dengan hukum gereja. Salib merah yanh di pasang menandakan sebagai sasi atau larangan. Akan tetapi perusahaan yang mengerjakan PSN dan pemerintah tidak menghargai sama sekali. (*)

Tags: Dugaan Pelanggaran PSNPemerintah IndonesiaPSN Meraukesurat pelapor khusus PBB
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026
Aktivis Papua Barat

Aktivis Papua Barat serukan pemimpin Pasifik tenekan Indonesia terkait kunjungan PBB

September 7, 2026

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

September 5, 2026

17 mahasiswa Vanuatu terima beasiswa dari Pemerintah Indonesia

August 24, 2026

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

June 1, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara