• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Jurnalis Papua Victor mambor raih penghargaan jurnalisme “Oktovianus Pogau”

January 31, 2023
in Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Victor Mambor

Jurnalis Jubi Victor Mambor. - Jubi/Engelbeth Wally

0
SHARES
123
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jakarta, Jubi –  Victor Mambor, seorang wartawan kelahiran Muara Enim, Sumatra, yang sering meliput diskriminasi terhadap orang asli Papua, dan memimpin Jubi, sebuah web berita serta koran harian di Papua, meraih Penghargaan Oktovianus Pogau dari Yayasan Pantau, untuk keberanian dalam jurnalisme.

“Keputusan Victor Mambor buat pulang ke tanah kelahiran bapanya, dan membela hak orang asli Papua, lewat jurnalisme,serta tabah hadapi intimidasi demi intimidasi, membuat para juri sepakat bahwa dia sebuah keberanian dalam jurnalisme,” kata Andreas Harsono dari Yayasan Pantau.

Nama Victor Mambor belakangan sering disebut media sesudah sebuah bom diledakkan di luar rumahnya pada 23 Januari di Jayapura. Mambor menduga intimidasi ini dilakukan sehubungan dengan liputan Jubi terhadap pembunuhan dan mutilasi empat orang asli Papua asal Nduga di Timika pada Oktober 2022.

Ada empat tentara —Pratu Rahmat Amin Sese, Pratu Risky Oktaf Muliawan, Pratu Robertus Putra Clinsman, dan Praka Pargo Rumbouw— yang didakwa lakukan “pembunuhan berencana,” kini diadili di Timika.

Victor Mambor lahir pada 1974, dari mama Rachmawati Saibuna, dan bapa John Simon Mambor, seorang penyair asal Rasiey, Teluk Wondama serta tokoh Presidium Dewan Papua, yang meninggal sebagai tahanan politik di Jakarta pada 2003 dalam usia 55 tahun. Ketua Presidium Theys Eluay, rekan John Mambor, dibunuh sekelompok tentara Indonesia pada November 2004 di Sentani, Papua.

Victor Mambor besar di Muara Enim hingga lulus SMAN 1. Pada 1992, dia pindah ke Bandung, kuliah belakangan bekerja sebagai wartawan harian Pikiran Rakyat. Di Bandung, dia mendapatkan mentor Suyatna Anirun, seorang aktor dan sutradara dari Studi Klub Teater Bandung.

Pada 2004, sesudah bapaknya meninggal, Victor Mambor muda memutuskan bekerja sebagai wartawan di Jayapura. Dia diangkat sebagai redaktur Jubi, belakangan jadi pemimpin umum, mengembangkannya ke medium televisi dan memakai drone.

BERITATERKAIT

Dua wartawan Australia jalan kaki menembus Papua Barat, raih penghargaan jurnalisme

Praperadilan SP3 ditolak, PAHAM Papua: Ini perkara serius

Pra Peradilan penghentian penyidikan kasus teror bom Victor Mambor ditolak 

Saksi ahli nyatakan teror bom terhadap Victor Mambor adalah tindak pidana

Dalam blognya, Victor Mambor menaruh berbagai naskah penting yang dibuat atau diterjemahkannya antara 2005 dan 2017 termasuk soal penculikan terhadap anak-anak Papua guna dibawa ke Pulau Jawa maupun kritiknya terhadap perspektif wartawan Jakarta, yang hanya bicara soal nasionalisme Indonesia terhadap Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pada Mei 2015, Victor Mambor wawancara Presiden Joko Widodo di Merauke, soal pembatasan terhadap wartawan asing buat masuk ke Papua sejak 1967. Jokowi menjawab bahwa semua wartawan asing bebas masuk ke Papua tanpa pembatasan. Ironisnya, sampai hari ini, pernyataan Presiden Jokowi belum jadi kenyataan. Wartawan asing masih dibatasi buat masuk ke kawasan Papua.

Pada 2019, bersama beberapa wartawan di negara-negara kepulauan Pasifik, dia mendirikan Melanesia Media Freedom Forum. Mambor juga meningkatkan liputan terhadap Jubi wilayah Pasifik, sesuatu yang natural buat media Papua, serta bekerja sama dengan berbagai media macam Radio New Zealand, Solomon Star, Vanuatu Daily, Melanesia News, Fiji Times, Islands Business, Cook Islands News, Post Courier, dan Marshall Islands Journal.

Victor Mambor merupakan salah satu dari tiga produser video investigasi berjudul “Selling Out West Papua” yang disiarkan oleh stasiun televisi Al Jazeera pada Juni 2020. Ia berkolaborasi bersama Mongabay, The Gecko Project dan Korea Centre for Investigative Journalism. Isinya, soal bagaimana sebuah perusahaan Korea Selatan, namanya Korindo, merampas lahan dan merusak hutan Papua. Ia memperoleh  penghargaan Wincott Award for Video Journalism.

Pada 21 Mei 2021, Mambor diintimidasi. Kaca mobilnya dipecah, pintu dicoret-coret dengan cat semprot, saat parkir malam depan rumahnya di Jayapura. Polisi sampai saat ini belum menemukan pelaku vandalisme ini.

Pada September 2021, António Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, mengeluarkan laporan tahunan soal kerja sama internasional dalam bidang hak asasi manusia. Guterres menyebut Victor Mambor sebagai satu dari lima pembela hak asasi manusia yang sering mengalami intimidasi, pelecehan dan ancaman dalam meliput provinsi Papua dan Papua Barat.

Yayasan Pantau menyerukan kepolisian Indonesia, terutama di Papua, buat menjaga keselamatan Victor Mambor, dan mencari orang-orang yang merusak mobilnya maupun meletakkan bom depan rumahnya.

Sebagai orang dengan mama Palembang, bapak Papua, Mambor berada pada dua posisi, Indonesia maupun Papua, buat melihat pelanggaran hak asasi dan perusakan lingkungan hidup di Papua. Mambor sering mengutip ucapan bapanya, “Berbanggalah kalian sebagai orang Papua yang tidak pernah mengemis di atas tanahnya yang kaya raya.”

Di Papua, Victor Mambor juga sering dituduh tak membela para pendatang, warga Indonesia dari luar Papua, yang mendatangi Papua sejak 1960an. Mambor pernah menulis di Facebook, “Ibu saya orang Sumatera, istri saya orang Sumatera, di tempat kerja saya lebih banyak yang bukan OAP (Orang Asli Papua) daripada OAP. Kami kerja dengan rukun, tidak ada perlakuan yang berbeda. Apakah saya rasis dan diskriminatif ketika saya bersikap terus terang untuk memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua?”

Victor Mambor tentu saja mengenal almarhum Oktovianus Pogau. Ketika Pogau meninggal pada 31 Januari 2016, Mambor menulis, “Oktovianus Pogau bukan sekadar teman dan adik buat saya. Dia adalah tandem sekaligus rival buat saya. Dia adalah ‘otak kiri’ saya dalam dunia jurnalistik. Dia adalah ‘separuh jiwa’ saya dalam dunia jurnalistik. Dia tak ada bandingnya. Dia tak ada tandingnya. Dia membuka lebar mata banyak orang tentang apa yang sebenarnya terjadi di Papua. Dia pantas dikenang sebagai pejuang pembebasan, karena dia adalah legenda.”

Andreas Harsono mengatakan, “Victor Mambor bukan saja mengenal dekat Oktovianus Pogau, namun ikut mendukung dan meneruskan cita-cita Pogau soal tanggungjawab wartawan –wartawan asli Papua, wartawan Indonesia maupun wartawan internasional– seharusnya berani memberitakan apa yang terjadi di Papua.”

Tentang Penghargaan Pogau

Nama Oktovianus Pogau, diambil dari nama seorang wartawan-cum-aktivis Papua, lahir di Sugapa, pada 5 Agustus 1992. Pogau meninggal usia 23 tahun di Jayapura. Penghargaan ini diberikan setiap tahun guna mengenang keberanian Pogau.

Pada Oktober 2011, Pogau melaporkan kekerasan terhadap ratusan orang asli Papua ketika berlangsung Kongres Papua III di Jayapura. Dia merekam suara tembakan. Tiga orang Papua meninggal dan lima dipenjara dengan vonis makar. Tak ada satu pun aparat Indonesia diperiksa dan dihukum. Kegelisahan karena tak banyak media Indonesia memberitakan pelanggaran tersebut mendorong Pogau bikin Suara Papua pada 10 Desember 2011.

Pogau juga dipukuli polisi ketika meliput demonstrasi di Manokwari pada Oktober 2012. Pogau juga menulis pembatasan wartawan internasional meliput di Papua Barat sejak 1965. Dia juga protes pembatasan pada wartawan Papua maupun digunakannya pekerjaan wartawan buat kegiatan mata-mata.

Pogau seorang penulis sekaligus aktivis yang menggunakan kata-kata untuk berdiskusi dan mengasah gagasan-gagasan politiknya. Pilihan ini sering membuat Pogau menghadapi masalah. Dia bersimpati kepada Komite Nasional Papua Barat, organisasi pemuda Papua, yang menggugat penguasaan Indonesia terhadap Papua Barat. Dia pernah menjadi anggota organisasi ini –ketika kuliah di Universitas Kristen Indonesia di Jakarta– namun sadar bahwa dia harus menjaga independensi.

Pogau juga sering menulis pembatasan wartawan internasional meliput di Papua Barat dan bantu menerjemahkan laporan Human Rights Watch pada 2015, “Sesuatu Yang Disembunyikan: Pembatasan Indonesia terhadap Kebebasan Media dan Pemantauan Hak Asasi Manusia di Papua.”

Dia juga protes pembatasan pada wartawan Papua maupun digunakannya pekerjaan wartawan buat kegiatan mata-mata. Ia secara tak langsung membuat Presiden Joko Widodo pada Mei 2015 minta birokrasi Indonesia hentikan pembatasan wartawan asing meliput Papua Barat. Sayangnya, perintah Jokowi belum dipenuhi total.

Keberanian dalam jurnalisme serta keberpihakan pada orang yang dilanggar hak mereka membuat Yayasan Pantau menilai Oktovianus Pogau sebagai model bagi wartawan Indonesia yang berani dalam meliput pelanggaran hak asasi manusia maupun pengrusakan lingkungan hidup. Penghargaan ini diberikan setiap tahun sejak Januari 2017.

Juri Penghargaan Pogau terdiri dari Harsono (Jakarta), Alexander Mering (Pontianak, Bogor), Coen Husain Pontoh (New York, Bolaang Mongondow), Made Ali (Pekanbaru), and Yuliana Lantipo (Jayapura).

Tags: Oktovianus PogauPenghargaan JurnalismeVictor MamborYayasan Pantau
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

May 28, 2026

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

May 26, 2026

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
KONI Papua

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Matius D Fakhiri

Matius D. Fakhiri terpilih aklamasi sebagai Ketum KONI Papua 2026-2030

June 5, 2026
Wakil Ketua

Wakil Ketua DPR Papua Tengah bawa aspirasi masyarakat ke Jakarta

June 5, 2026
investasi dan perusakan hutan

Pemuda adat serukan perlawanan terhadap investasi dan perusakan hutan

June 5, 2026
Musorprov KONI Papua 2026

Musorprov KONI Papua 2026, Gubernur Fakhiri Targetkan Kebangkitan Prestasi Menuju PON XXII 2028

June 5, 2026
Papua

Marciano Norman dorong Papua kembali jadi lumbung atlet nasional

June 5, 2026
Pemuda Adat

Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

June 2, 2026
Masyarakat adat

Masyarakat adat blokade akses menuju PT Freeport

June 4, 2026
Theodorus Bitbit

Mantan pemain timnas Indonesia Thedorus Rudolf Bitbit meninggal dunia

June 4, 2026
Fakhiri

Matius Fakhiri mendaftar sebagai bakal calon Ketum KONI Papua

June 4, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
pedagang pakaian

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
KONI Papua

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

0
South Papua Senior

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

0
Matius D Fakhiri

Matius D. Fakhiri terpilih aklamasi sebagai Ketum KONI Papua 2026-2030

0
Wakil Ketua

Wakil Ketua DPR Papua Tengah bawa aspirasi masyarakat ke Jakarta

0
investasi dan perusakan hutan

Pemuda adat serukan perlawanan terhadap investasi dan perusakan hutan

0
Musorprov KONI Papua 2026

Musorprov KONI Papua 2026, Gubernur Fakhiri Targetkan Kebangkitan Prestasi Menuju PON XXII 2028

0
Papua

Marciano Norman dorong Papua kembali jadi lumbung atlet nasional

0

English Stories

KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026
Healthcare workers and facilitators
Pacnews

Central Papua Health Office Holds On-the-Job Training (OJT) in Paniai to Support Governor’s Health Agenda

June 5, 2026
Thousands of residents attend a public
Pacnews

Thousands in Tolikara Attend Screening of Pig Feast Documentary

June 4, 2026

Trending

  • Pemuda Adat

    Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat blokade akses menuju PT Freeport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan pemain timnas Indonesia Thedorus Rudolf Bitbit meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Matius Fakhiri mendaftar sebagai bakal calon Ketum KONI Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara