Sentani, Jubi – Para sopir taksi di Bandara Sentani mengeluhkan pendapatan mereka. Penumpang makin berkurang karena banyak memilih taksi daring saat pulang dari bandara.
Abidin, 47 tahun, seorang sopir taksi di Bandara Sentani mengaku mereka telah berulang kali menindak sopir taksi daring yang mengangkut penumpang di bandara tersebut. Tindakan itu mulai teguran lisan hingga mengembosi ban taksi daring. Namun, para sopir taksi daring tidak pernah jera.
“Kami berharap pemerintah memerhatikan hal ini. Mereka harus membuat kebijakan yang melarang taksi online (daring) mengangkut penumpang di Bandara [Sentani],” kata Abidin, saat ditemui di Bandara Sentani, Senin (5/8/2024).
Keluhan serupa disampaikan Korneles, 55 tahun, dan Hana, 29 tahun, sesama sopir taksi di Bandara Sentani. Pendapatan mereka juga makin seret sejak maraknya taksi daring mengangkut penumpang di Bandara Sentani.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Susah [kondisinya] sekarang. Banyak penumpang bilang, sudah ada kendaraan ataupun dijemput keluarga,” ujar Hana.
Sebagian penumpang mengaku selalu melihat kondisi saat memilih angkutan darat di Bandara Sentani. Saat sedang terburu-buru, dan banyak barang bawaan, mereka memilih taksi bandara sebagai tumpangan karena tidak mesti menunggu lama.
“Saat banyak barang bawaan, pakai taksi bandara. Saat bawaan sedikit, dan bisa dipegang [ditenteng], saya akan jalan ke luar bandara untuk naik taksi online,” kata Rizky, 30 tahun, senada Amelia, 20 tahun, warga Kota Jayapura. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post