Jayapura, Jubi – Guna meningkatkan minat baca Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Papua fokus dengan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini merupakan program dari perpustakaan nasional dan berjalan sejak tahun 2018, dan lebih berfokus pada perpustakaan-perpustakaan di kampung.
“Selanjutnya program TPBIS 2024 ini bisa meliputi perpustakaan desa atau kampung, rumah baca, dan taman baca. Di Papua terdapat 140 perpustakaan atau rumah baca/taman baca, namun yang aktif hanya 22 saja,” kata Divisi Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Arsip di Bidang Informasi dan Teknologi (IT) Bambang Iriantoro, saat kunjungan mahasiswa magang Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Cenderawasih (Uncen), pelajar SMK Negeri 8 dan Jubi.id pada Rabu (24/7/2024 di Perpustakaan Daerah Provinsi Papua Kotaraja, Kota Jayapura.
Lebih lanjut, kata Bambang, 22 perpustakaan kampung atau taman baca yang aktif itu terdapat di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen, Kabupaten Supirori, Kabupaten Sarmi.
Menurut Bambang sebanyak 22 perpustakaan kampung yang aktif karena jaringan yang baik, dan data tentang kegiatan diketahui, sedangkan sisanya 118 tidak aktif karena kendala jaringan dan tidak memberikan data kegiatan masing-masing perpustakaan kampung, sehingga tidak diketahui secara nasional dan regional.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Selain itu kata Bambang dari perpustakaan yang aktif itu secara nasional dalam program TPBIS akan memberikan bantuan buku-buku sebanyak 1000 judul buku. “ Perpustakaan kampung juga harus bekerja sama dengan Puskesmas dan juga pertanian dalam mensosialisasikan program pertanian dan gizi melalui taman baca di Kampung,” kata Bambang.
Dikatakan agar kegiatan dari perpustakaan kampung tersebut dapat dipantau, mereka wajib menginput hasil kegiatan mereka ke SIM-Perpustakaan secara online dan untuk mendapatkan bantuan buku dari nasional, mereka harus semakin aktif menginput kegiatan.
Minat baca rendah
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Papua Achmad Djalali mengatakan layangan perpustakaan kampung ini, akan dibuat dalam bentuk taman baca dan rumah baca bagi anak anak.
Dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua kini membuat layanan perpustakaan daerah di wilayah perkampungan.
“Minat baca di Provinsi Papua masih rendah, jadi kami berupaya menyediakan fasilitas dan bahan bacaan bagi anak-anak yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan khususnya di perkampungan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Papua Achmad Djalali di Jayapura sebagaimana dilansir dari papua.go.id pada Kamis (25/7/2024).
Menurut Achmad, layanan perpustakaan kampung ini akan dibuat dalam bentuk taman baca dan rumah baca bagi anak-anak.
Layanan tersebut nantinya berbentuk program pembinaan perpustakaan, meliputi kegiatan pembudayaan gemar membaca tingkat daerah.
Dikatakan upaya lainnya adalah melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan program pengembangan literasi berbasis inklusi sosial. “Tapi sebenarnya program ini sudah berjalan sejak 2020, dan khusus untuk Provinsi Papua ada empat kabupaten kota yang menerima sasaran tersebut,” katanya
“Yaitu di Kepulauan Yapen, Supiori, Jayapura dan Kota Jayapura. Bahkan kini sudah terjadi replikasi atau pengembangan pada 20 kampung yang tersebar di wilayah-wilayah tersebut,” kata dia. (*)
*Laporan ini ditulis Dominggus A. Mampioper bersama mahasiswa magang Tirza Timisela dan Fernandes R. Pongsikabe
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post