Wamena, Jubi – Pelayanan kesehatan di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Tengah dilaporkan lumpuh. Rumah Sakit Elvrida Sara dan sejumlah puskesmas kekurangan obat serta tenaga medis, membuat banyak warga tidak mendapat layanan dasar.
Tokoh pemuda Nduga, Remes Ubruangge, menegaskan pihaknya telah menutup RS Elvrida Sara sejak tiga hari lalu. Namun, hingga kini pemerintah daerah belum memberi tanggapan. “Kami sudah tutup RS Elvrida Sara sampai hari ketiga. Inipun Pemerintah Kabupaten Nduga, dinas terkait tidak menanggapi maksud dan tujuan kami,” ujarnya, Rabu (28/8/2025).
Remes menyebut pemalangan ini bertujuan mendesak Pemkab Nduga segera turun tangan. “Saya berdiri di depan salah satu puskesmas di Kenyam, agar persoalan kesehatan segera ditangani. Ada banyak penyakit yang muncul, angka kematian pun meningkat karena warga tidak bisa berobat,” katanya.
Ia menilai pemerintah Nduga menutup mata terhadap kondisi warganya. “Hari ini pemerintah hanya tutup telinga dan mata, sibuk dengan kepentingan sendiri, sementara masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
RS Elvrida Sara, kata Remes, selama ini hanya memiliki satu dokter untuk melayani seluruh kabupaten. “Ini tidak masuk akal, baik secara logika maupun aturan hukum. Masyarakat Nduga berhak mendapat layanan kesehatan sesuai standar,” ujarnya.
Remes mengancam akan memperluas aksi dengan memalang Puskesmas Kenyam jika pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah konkret. Jika Pemkab tetap abai, ia berencana meminta campur tangan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
Menurutnya, buruknya layanan kesehatan di Nduga diperparah konflik bersenjata yang memicu trauma dan memunculkan berbagai penyakit.
“Fasilitas umum, stok obat, bahkan sarana dasar sama sekali tidak disiapkan. Semua ini akibat kepentingan politik yang justru mengorbankan masyarakat Nduga,” katanya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post