• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Gasper Tabuni: Di Papua pemerintah mulai beralih dari pendekatan represif ke ideologis

Di dalam Otsus juga ada tujuan-tujuan lain yang memberikan keuntungan bagi pemerintah pusat

May 4, 2024
in Lapago
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: CR-1 - Editor: Syofiardi
Papua

Gasper Tabuni SSi MSi berbicara pada diskusi online tentang kebijakan pemekaran wilayah otonomi baru, Jumat (3/5/2024). - Jubi/CR-1

0
SHARES
260
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komunitas Diskusi Papua yang didukung IKB-PMPJ (Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya), IKB-PMPT (Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa/i Pegunungan Tolikara), dan HIPMA-LANI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Lani) menggelar diskusi online tentang kebijakan pemekaran wilayah otonomi baru, Jumat (3/5/2024).

Diskusi online yang dimoderatori William Walela SHub Int itu menghadirkan Gasper Tabuni SSi MSi sebagai pembicara. Gasper Tabuni yang merupakan akademisi dan aktvis Masyarakat Adat Balim pada Kajian-Kajian Transformasi Kunume Wene (Honai Wene) membahas topik  “Teori Alat Negara, Represif dan Ideologis: Analisis Kebijakan Pemekaran Wilayah Otonomi Baru dan Pengaruhnya Terhadap Hak Masyarakat Adat Papua”.

Kepada 31 peserta melalui live zoom yang berasal dari Papua, Sorong, dan Semarang, Gasper Tabuni menjelaskan pandangan filsuf terkenal Louis Althusser tentang alat-alat negara ideologis.

“Ada dua pendekatan negara, yaitu secara represif dan ideologis. Represif adalah pendekatan menggunakan paksaan, penindasan, atau penggunaan kekuatan untuk mengontrol atau memengaruhi perilaku dan tindakan individu atau kelompok,” katanya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Sedangkan ideologi adalah pendekatan dengan cara ide-ide, nilai, dan kepercayaan yang disebarkan ke masyarakat untuk membentuk pandangan dunia, individu, dan kolektif, serta memengaruhi perilaku sosial tanpa penggunaan kekuatan fisik.

Papua
Flyer kegiatan diskusi online tentang kebijakan pemekaran wilayah otonomi baru, Jumat (3/5/2024). – Dok. Jubi

Pemerintah dulu, kata Tabuni, menggunakan sistem yang pertama, yaitu represif. Sistem ini disebut Repressive State Apparatus (RSA) di mana komponen di dalamnya terdiri dari militer, polisi, pengadilan, dan penjara.

Namun sekarang pemerintah mulai mengadopsi sistem Ideological State Apparatus (ISA) yang terdiri dari komponen pendidikan, agama, keluarga, media, dan budaya. Pemerintah sekarang, kata Tabuni, mulai masuk ke dengan sistem ideologi ini dan paling banyak pendekatan melalui agama.

BERITATERKAIT

Dinkes Kabupaten Jayapura ajukan proposal kerja sama kepada sejumlah rumah sakit

24 tahun Otsus belum mampu mengurai masalah di Tanah Papua

Konferensi pemuda adat Papua soroti dampak Otsus

24 tahun Otsus Papua, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi tidak kunjung dibentuk

“Orang Papua itu hampir semua kenal dan taat beragama sehingga banyak kegiatan-kegiatan pemerintah masuk melalui ini. Orang Papua mau kuliah ambil jurusan hukum atau ilmu politik tapi diubah untuk ambil teologi,” katanya mencontohkan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Laki-laki asal Baliem itu juga menyebutkan bahwa pemerintah juga sudah mulai masuk melalui media-media sosial yang ada dan ikut mengontrol aktivitas media-media, terutama di Papua.

“Sekarang banyak disorot, pemerintah turun ke sekolah, ke gereja dan duduk dengan masyarakat, lalu difoto dan disebarluaskan dengan postingan bahwa hal ini baik,” katanya.

Kegiatan seperti itu, kata Tabuni, tidak jadi masalah. Pemerintah atau orang yang punya kedudukan melakukan hal itu. “Namun kalau dengan maksud yang kurang baik buat apa? Dilihat hanya cari nama,” katanya.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam itu juga melayani pertanyaan dari peserta. Seorang yang kuliah di Semarang, Sony Aso menanyakan kondisi masyarakat asli di Wamena yang sudah mulai tersingkir oleh penduduk transmigrasi yang datang dari Pulau Jawa.

“Penduduk asli di Wamena sudah mulai sedikit, bahkan sudah tersingkirkan, ini bagaimana kita melihat hal ini?” katanya.

Gasper Tabuni menjelaskan kebijakan masuknya transmigran ke Papua sudah dirancang oleh pemerintah di dalam Otonomi Khusus (Otsus).

“Otsus merupakan salah satu cara menghilangkan gejolak di Papua, tapi dalam Otsus juga ada tujuan-tujuan lain yang memberikan keuntungan bagi pemerintah pusat untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Gasper Tabuni mengingatkan bahwa generasi muda Papua saat ini adalah ‘generasi arus balik’. “Generasi yang sudah sadar tentang apa yang terjadi sekarang ini di Tanah Papua sehingga tidak boleh menjadi lemah, tapi harus kuat.” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: Diskusi OnlineMasyarakat Adat BalimOtonomi Khusus
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
beras

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

March 28, 2026
Distrik Borme

DPRK Pegubin tindaklanjuti aspirasi penolakan pembangunan pos militer

March 27, 2026

Mahasiswa, perempuan dan tokoh agama tolak pembangunan pos militer di Pegubin

March 25, 2026

Mahasiswa tolak pembangunan pos keamanan di Distrik Borme

March 18, 2026

KNPI Jayawijaya pastikan informasi penambahan pasukan ke Ibele

March 13, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara