Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jayapura, Papua membahas strategi penurunan angka kemiskinan di wilayah pemerintahannya, Rabu (10/9/2025).
Pembahasan itu dilakukan saat rapat koordinasi atau rakor kemiskinan ekstrem 2025 di Aula Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Rakor tersebut bertujuan menyusun langkah konkret dalam menekan angka kemiskinan dan mengatasi masalah stunting serta ketersediaan air bersih di wilayah itu.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, agar program yang dijalankan tepat sasaran.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Harapan saya kegiatan hari ini betul-betul berdampak sehingga sasaran-sasaran yang kita tetapkan bisa mencegah kemiskinan di Kabupaten Jayapura. Pemerintah bekerja instan menyelesaikan masalah kemiskinan, termasuk stunting dan air bersih,” kata Haris Richard Yocku.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, tingkat kemiskinan di Kabupaten Jayapura berada pada angka 11,6 persen atau sekitar 23.150 jiwa. Pemkab Jayapura pun terus berupaya menekan angka tersebut dengan strategi lintas sektor.
Sementara itu, pelaksana tugas atau Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi menjelaskan, ada lima komponen utama yang menjadi fokus rakor.
“Rakor ini untuk memastikan renstra setiap OPD selaras dengan RPJMD. Lima hal yang kami kejar adalah penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, penggunaan produk dalam negeri, ketepatan waktu APBD, serta realisasi program di OPD,” kata Yusuf Yambe Yabdi.
Menurutnya, koordinasi yang baik akan berpengaruh terhadap insentif daerah dari pemerintah pusat. Tahun lalu, Kabupaten Jayapura memperoleh dana lebih dari Rp5 miliar, dan tahun ini diharapkan dapat meningkat.
“Kalau dokumen dan laporan disiapkan dengan baik, tentu ada tambahan anggaran untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di Jayapura,” ucapnya.
Pemkab Jayapura menargetkan rencana aksi lima tahun ke depan dapat menurunkan angka kemiskinan dan stunting secara signifikan, dengan dukungan dana dari berbagai sumber, termasuk dana Otsus, Dana Alokasi Khusus atau DAK, dan dana insentif daerah. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post