Manokwari, Jubi – Ketua Papua Youth Creative Hub (PYCH) Simon Tabuni yang bergerak di bidang pertanian di Provinsi Papua Barat mendukung program makan bergizi gratis yang menjadi andalan Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Program makan siang gratis telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia pada Januari 2025.
“Kami PYCH dan Petani Milenial Papua Barat siap mendukung program ini dan siap berkontribusi pada apa yang dibutuhkan untuk menyukseskan program andalan Pemerintahan Prabowo-Gibran ini,” kata Tabuni di Manokwari, Kamis (9/1/2025).
Menurut pemuda yang juga pemilik Anggi Mart (swalayan sayuran yang menampung aneka produk lokal) ini, program makan siang gratis diharapkan mampu memberikan multiplayer efek kepada segala aspek.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Dalam jangka pendek, ia berharap mampu membantu siswa di sekolah, utamanya dari keluarga yang kurang mampu untuk memastikan memperoleh asupan gizi yang cukup sebagai modal pembentukan IQ siswa.
“Dalam jangka panjang diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan generasi kita ke depan. Di sisi lain program ini diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi di daerah, utamanya sektor pertanian di pedesaan,” katanya.
Simon Tabuni yang juga ketua Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/A) Kementan RI Papua Barat ini menyampaikan, pihaknya dapat memastikan PYCH dan Petani Milenial di Papua Barat dapat berkontribusi aktif pada pemenuhan bahan baku lokal untuk mendukung program makan siang gratis di Papua Barat.
“Anggota PYCH dan DPM/A yang tersebar di pelosok pedesaan dan perkotaan Papua Barat menyatakan siap berkolaborasi dengan pihak pengelola program makan siang gratis ini di Papua Barat, diharapkan program ini akan berjalan sukses dan berkelanjutan, serta memberi ‘outcome’ dan ‘impact’ sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Menurutnya, PYCH dan DPM/A sebagai wadah perkumpulan pemuda yang menggeluti berbagai bidang, termasuk bidang pertanian, peternakan, dan perikanan selama ini aktif melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pemuda di wilayah Papua Barat yang berpotensi dan memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan dirinya melalui wirausaha.

Pembinaan itu dilakukan dengan fasilitas pelatihan teknis, pemasaran, dan stimulan bantuan bibit ataupun peralatan yang dibutuhkan dengan membangun jejaring lintas kementerian dan lembaga di pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
“Kami berkomitmen kuat untuk bersama-sama ‘stakeholder’ terkait, mendorong dan memfasilitasi pemuda-pemudi Papua untuk maju bersama melalui kegiatan wirausaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kita miliki,” kata alumni penerima beasiswa LPDP 2021 ini.
Menurut Tabuni, di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat saat ini ada sejumlah pemuda yang menggeluti wirausaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Mereka telah berproduksi secara kontinu.
Ia berharap jika dapat berkolaborasi dengan pengelola program makan siang gratis maka akan mampu meningkatkan semangat para petani milenial di Papua Barat untuk terus mengembangkan usahanya, karena adanya kepastian pasar untuk menyuplai bahan baku program tersebut.
“Kami sambut baik program makan siang gratis ini dan siap berkolaborasi dengan pengelola program ini di daerah untuk berkoordinasi,“ ujarnya.
Sentuh 600 siswa
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari diuji coba 6 Januari 2025. Makan Bergizi Gratis menyasar anak-anak sekolah dari jenjang TK hingga SMA di Distrik Manokwari Timur.
Dandim 1801 Manokwari, Kolonel Inf Agus Priyanto Donny menyampaikan TNI memiliki peran sebagai pengawas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Manokwari.
“Kodim itu hanya sifatnya pengawasan saja, domainnya dari Tim BGM Pusat menyampaikan kepada kami untuk membangun gedung Rumah Dapur Sehat di wilayah lahan Kodim, Distrik Manokwari Timur,” ujar Kolonel Inf Agus kepada awak media di Manokwari, Rabu (8/1/2025).
Ia mengatakan, Rumah Dapur Sehat sudah dibangun dan sudah jadi sejak November 2024. Rumah Dapur dilengkapi dengan relawan, perlengkapan, dan kesiapannya.
“Untuk perlengkapan di Rumah Dapur Sehat itu sudah ada tetapi memang ada beberapa perlengkapan yang belum datang dari Jawa, karena semua perlengkapan itu didatangkan dari Jawa. Sedangkan bahan makan itu dari Manokwari,” katanya.
Kolonel Inf Agus menjelaskan ada 47 orang relawan yang dipekerjakan. Kemudian ada kepala satuan pelaksanaan dan wakil, ahli gizi dari Dinkes Manokwari, akuntan, dan lainnya di bagian masak sampai dengan pengantaran.
“Ini semuanya ada dalam pengawasan Kodim, karena kita diberikan tanggung jawab untuk melakukan pengawasan untuk Program Makan Bergizi Gratis tersebut,” ujarnya.
Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini diawali pada sekolah-sekolah seperti TK, SD, SMP, dan SMA yang ada di Distrik Manokwari Timur. Hal ini karena rumah sehatnya ada di wilayah Manokwari timur.
Untuk satu bangunan Rumah Dapur Sehat melayani 3.000 siswa. Pada tahap uji coba baru mampu melayani 400 hingga 600 siswa.
“Iitu sedang berjalan karena masih dalam tahap uji coba sehingga saat ini kita masih menunggu untuk berbagai masukan koreksi, respons, atau evaluasi dan juga kendala dari penerimaan dari anak-anak, nanti pelan-pelan kita perbaiki,” ujarnya.
Dengan jumlah 30.000-an sisswa di Manokwari, Agus yakin seluruhnya akan terlayani jika rumah sehat sudah hadir di semua distrik. Menurutnya, di Distrik Manokwari Barat, Distrik Manokwari Selatan sampai dengan Sidey akan dibangun rumah sehat. Baik melalui BGM, maupun swasta atau pribadi.
“Walaupun dengan berbagai keterbatasan, yang artinya masih untuk dukungan kepada anak-anak sekolah menengah bawah di mana kita mendahului atau kita prioritaskan dengan sasaran utamanya OAP (Orang Asli Papua). Tetapi itu juga belum mencapai target yang kita tentukan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dalam waktu dekat kata Agus akan dilakukan rapat untuk membahas Program Makan Bergizi Gratis, Rumah Dapur Sehat, dan ketahanan pangan.
Kepala Satuan Unit Pelayanan SPPG Manokwari Widayanti Sukan mengatakan hari pertama pelaksanaan MBG, SPPG Kabupaten Manokwari menyiapkan sekitar 450 porsi makanan. Sedangkan untuk kedua dan ketiga sebanyak 623 porsi. Menu makanan bergizi ini di antaranya nasi, ikan, sayur, tempe kecap, dan buah.
Ia menambahkan makanan telah didistribusikan ke enam sekolah. Di antaranya TK Kartika sebanyak 32 orang, TK Pertiwi, SD YPK 04 sebanyak 192 orang, SD YPK 14 sebanyak 164 orang, SD Negeri Ayambori 170 orang, dan SMP Don Bosco 65 orang.
“Program makanan bergizi ini adalah bentuk perhatian dan dukungan dari pemerintah kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Manokwari,” ujarnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post