Jayapura, Jubi – Negara Teluk Qatar pekan ini mengumumkan beasiswa untuk dua mahasiswa Pasifik untuk belajar penerbangan mulai September 2026, dengan dua tempat lagi direncanakan untuk tahun 2027.
Pengumuman tersebut disampaikan selama Pertemuan Menteri Penerbangan Regional Keempat (RAMM4), di mana para mitra pembangunan menguraikan dukungan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas penerbangan di seluruh negara Kepulauan Pasifik, seperti dikutip Jubi dari laman www.tavulinews.com.sb Senin (22/6/2026)
Qatar menyatakan bahwa kedua siswa terpilih tersebut akan mengikuti pendidikan di akademi penerbangan di negara Teluk tersebut mulai September 2026.
Dua beasiswa tambahan diharapkan akan ditawarkan pada tahun 2027, memberikan peluang lebih lanjut bagi siswa Pasifik yang ingin berkarir di sektor penerbangan.
Singapura juga menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung program pelatihan penerbangan di Pasifik, melanjutkan keterlibatannya dalam inisiatif pembangunan kapasitas teknis dan profesional untuk kawasan tersebut.
Sementara itu, Bank Dunia mengisyaratkan minat untuk membantu proyek-proyek terkait penerbangan di masa mendatang, menunjukkan potensi dukungan untuk upaya yang bertujuan meningkatkan infrastruktur penerbangan, pengawasan keselamatan, dan pengembangan tenaga kerja.
Pengumuman tentang peluang beasiswa dan bantuan pembangunan merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas di antara para menteri penerbangan Pasifik dan para mitra mengenai penguatan keberlanjutan, keselamatan, dan konektivitas jangka panjang sektor ini.
Negara-negara Pasifik terus menghadapi tantangan dalam mempertahankan layanan penerbangan karena isolasi geografis, keterbatasan sumber daya manusia, dan biaya operasional yang tinggi, sehingga pelatihan dan pengembangan kapasitas menjadi prioritas utama bagi kawasan ini.
Pemerintah Qatar secara aktif menyediakan beasiswa penerbangan untuk mahasiswa dari kawasan Pasifik.melalui kemitraan dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Kantor Keselamatan Penerbangan Pasifik (PASO).
Program ini menawarkan peluang pelatihan yang sangat kompetitif untuk membangun kapasitas penerbangan di seluruh negara kepulauan Pasifik.
Para penerima beasiswa terpilih akan mengikuti pendidikan di akademi penerbangan yang berlokasi di negara Teluk, Qatar.
Negara Qatar bermitra dengan ICAO di bawah program negara berkembang mereka untuk memastikan keselamatan dan pertumbuhan teknis penerbangan sipil internasional. Ini merupakan Program Beasiswa Negara Berkembang untuk Penerbangan. (*)




Discussion about this post