• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Mama-mama di PNG berharap dipermudah mencari nafkah

September 5, 2026
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
PNG

Pemilik usaha kecil Fiona Simango dan jualannya di sekitar lokasi Gedung APEC di Port Moresby, ibukota PNG- Jubi/tvwan.com.pg

0
SHARES
15
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Saat para pemimpin keuangan global membahas masa depan keuangan inklusif di APEC Haus Port Moresby, Papua Nugini (PNG) pada Kamis (3/9/2026), pemilik usaha kecil, Fiona Simango menyampaikan pesan yang lebih sederhana, agar mama-mama Papua Nugini dipermudah mencari nafkah.

Simango, pemilik Ann’s Boutique, termasuk di antara beberapa pelaku usaha kecil yang diundang untuk memamerkan produk buatan Papua Nugini selama hari pembukaan Forum Kebijakan Global Aliansi untuk Inklusi Keuangan (AFI) 2026.

Dengan memamerkan pakaian buatan tangan, seni dan kerajinan tradisional, lukisan, dan produk lokal lainnya, Simango mengatakan banyak pengusaha perempuan terus menghadapi tantangan meskipun percakapan tentang inklusi keuangan semakin meningkat.

“Usaha kecil dan menengah saya sekarang sudah berusia tiga tahun. Kami datang ke sini melalui promosi Sylvia Pascoe. Kami biasanya berjualan di Pasar Pom City setiap akhir pekan. Kami adalah pedagang pasar kerajinan, dan hanya beberapa dari kami yang terpilih untuk mewakili banyak mama lain yang juga mengoperasikan kios,” katanya dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg Sabtu (5/9/2026)

Simango mengatakan, pengusaha perempuan membutuhkan lebih dari sekadar kesempatan untuk memamerkan produk mereka di acara-acara besar.

Mereka membutuhkan dukungan praktis yang membantu mereka mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Ia meminta oemerintah untuk mempertimbangkan subsidi biaya pasar dan berinvestasi dalam fasilitas pasar yang lebih besar, lebih aman, dan lebih lengkap untuk para pedagang perempuan.

BERITATERKAIT

Setiap hari ada 30 warga PNG terinfeksi HIV

Pengering tenaga surya membantu petani kakao di PNG kurangi biaya

13 kapal nelayan ditangkap otoritas PNG periode Januari–Agustus 2026

Keputusan parlemen PNG soal Bougainville masih berbulan-bulan

“Kami bisa pergi ke pasar dan membayar biaya lapak seperti biasa, tetapi akan lebih baik jika Pemerintah mensubsidi biaya tersebut atau menyediakan pasar yang lebih besar di mana para mama dapat memajang produk mereka di tempat yang aman, berventilasi, dan luas,” ucapnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Ini PNG, dan kami memiliki banyak produk bagus untuk dijual, tetapi kami hanya membawa sedikit karena tidak ada cukup ruang dan tidak ada fasilitas yang memadai bagi pembeli, wisatawan, dan keluarga untuk bergerak dengan nyaman.”

Simango mengatakan banyak pedagang melakukan perjalanan ke provinsi terpencil, termasuk Sepik Timur dan Barat, untuk membeli artefak dan kerajinan tradisional sebelum mengangkutnya ke Port Moresby untuk dijual.

“Biaya perjalanan, pengadaan produk, dan pembayaran biaya pasar dapat mengurangi keuntungan secara signifikan,” ujarnya.

“Kami mengeluarkan uang untuk bepergian ke tempat-tempat terpencil untuk membeli produk dan membawanya kembali ke kota. Kami menginginkan subsidi biaya dan pasar yang lebih besar dan aman sehingga kami dapat menghasilkan cukup uang untuk menghidupi anak-anak dan keluarga kami,” katanya.

Kekhawatiran yang disampaikannya menggemakan tema-tema yang sebelumnya diangkat oleh Wakil Perdana Menteri John Rosso selama pembukaan resmi forum tersebut.

Rosso mengatakan kepada para delegasi bahwa inklusi keuangan harus memberikan kesempatan nyata kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam perekonomian, khususnya perempuan dan pengusaha muda.

“Ini berarti memastikan bahwa perempuan yang selalu memberikan kontribusi besar pada ekonomi informal memiliki kesempatan untuk membangun aset dan bisnis mereka sendiri,” katanya.

Ia juga mendesak para pembuat kebijakan untuk fokus pada hasil praktis yang meningkatkan kehidupan masyarakat.

“Mari kita permudah masyarakat kita untuk membuka rekening bank dari daerah terpencil. Mari kita permudah perempuan untuk memulai usaha,” ujar Rosso.

Seiring berlanjutnya diskusi di antara bank sentral, regulator keuangan, dan mitra pembangunan dari seluruh dunia, Simango berharap percakapan tersebut pada akhirnya akan menghasilkan dukungan nyata bagi ribuan perempuan Papua Nugini yang bergantung pada usaha kecil untuk menghidupi keluarga mereka. (*)

Continue Reading
Tags: Mama-mama PNGMencari NafkahPNG
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Warga PNG terinfeksi HIV

Setiap hari ada 30 warga PNG terinfeksi HIV

September 4, 2026
Petani Kakao

Pengering tenaga surya membantu petani kakao di PNG kurangi biaya

September 3, 2026
Kapal nelayan Merauke ditangkap di PNG

13 kapal nelayan ditangkap otoritas PNG periode Januari–Agustus 2026

September 2, 2026

Keputusan parlemen PNG soal Bougainville masih berbulan-bulan

August 28, 2026

Parlemen PNG membahas keputusan Referendum Bougainville

August 26, 2026

Petani bertujuan meningkatkan kualitas kopi Milne Bay PNG

August 25, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara