Jayapura, Jubi- Kisah-kisah ketahanan dan transformasi menjadi sorotan utama dalam Pertukaran Lintas Budaya City Mission Papua Nugino (PNG) dan China Railway Construction Engineering Group (CRCEG) di Pusat Pelatihan Keterampilan Hidup Baru Mirigeda di luar Port Moresby pada Jumat, 4 September 2026.
Para pemimpin dan peserta pelatihan berbagi bagaimana pendidikan dan pelatihan keterampilan menciptakan kesempatan kedua bagi kaum muda.
Menteri Pendidikan Tinggi, Penelitian, Sains, Teknologi, dan Olahraga, Kinoka Feo, menyampaikan salah satu pesan paling kuat hari itu, merefleksikan perjalanannya sendiri dari tunawisma hingga menduduki jabatan publik.
“Saya pernah berada di jalanan, tanpa harapan dan tanpa masa depan. Tetapi melalui kejujuran, ketahanan, dan pendidikan, saya menjadi seorang Menteri. Saya ingin setiap siswa tahu, jangan pernah menyerah, karena kesempatan kedua Anda dapat mengubah hidup Anda,” kata Feo kepada hadirin sebagaimana dilansir Jubi dari laman tvwan.com.pg Minggu (6/9/2026).
Kisahnya memperkuat pesan utama acara tersebut bahwa kaum muda yang kurang beruntung dapat mengatasi kesulitan ketika diberi kesempatan, dukungan, dan pelatihan.
Mewakili kelompok peserta pelatihan 2025, Jonathan Gaiariba dari Popondetta berbagi bagaimana City Mission membantu mengubah hidup dan pandangannya untuk masa depan.
“Saya memiliki karier yang nyata. Saya memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarga saya. Saya memiliki masa depan yang dapat saya percayai. Komitmen Anda bukan hanya tentang bangunan dan jalan, tetapi tentang orang-orang, tentang anak muda seperti saya. Ini tentang membangun masa depan, keluarga, dan Papua Nugini yang lebih kuat,” katanya.
Kesaksiannya menyoroti dampak program pelatihan kejuruan, menunjukkan bagaimana keterampilan di bidang pertanian, mekanik, dan perdagangan teknis dapat mengubah kehidupan dan memperkuat komunitas.
Direktur Pelaksana CRCEG Pasifik Selatan, Seraph Jiang, mengatakan perusahaan bangga mendukung inisiatif pengembangan keterampilan yang menciptakan peluang bagi kaum muda PNG.
“Kami bangga menyediakan pelatihan yang membantu siswa PNG memperoleh keterampilan dan pekerjaan di masa depan,” ucapnya.
Manajer Umum City Mission PNG, Joe Benson, merefleksikan perjalanan 30 tahun organisasi tersebut dalam mendukung kaum muda yang rentan.
“Kaum muda ini diberi kesempatan hidup kedua, dan kemitraan seperti ini memungkinkan masa depan mereka,” kata Benson.
Duta Besar Tiongkok, Yang Xiaoguang, mengatakan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di PNG telah menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja dan terus mendukung pengembangan dan peluang pelatihan keterampilan.
Acara tersebut menampilkan pertunjukan budaya, kompetisi keterampilan, penghargaan bagi peserta pelatihan, dan pembukaan Pameran Pertukaran Lintas Budaya.
Bagi banyak siswa, kemitraan ini mewakili lebih dari sekadar pelatihan teknis. Ini menawarkan kesempatan kedua untuk membangun karier, mendukung keluarga, dan menciptakan masa depan yang lebih cerah. (*)




Discussion about this post