Jayapura, Jubi — Setelah dua siklon tropis perlahan melemah di Samudera Pasifik, hari ini satu badai tropis kembali muncul di perairan utara pulau Papua. Otoritas di Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara (Commonwealth of Northern Mariana Islands/CNMI) mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat seiring terbentuknya badai tropis di utara Chuuk, Negara Federasi Mikronesia.
Departemen manajemen darurat menyatakan sistem badai 04W diperkirakan akan terus berkembang dan mulai berdampak ke Guam pada Sabtu sore waktu setempat, dengan potensi berlanjut hingga Rabu pekan depan.
Sementara itu, wilayah Kepulauan Mariana diperkirakan baru akan merasakan dampak badai pada Minggu atau Senin.
Curah hujan di Guam diprediksi mencapai 10 hingga 15 inci atau sekitar 254 hingga 381 milimeter. Untuk Saipan, curah hujan diperkirakan berkisar antara 4 hingga 8 inci, dengan kemungkinan jumlah yang lebih tinggi di beberapa lokasi. Demikian dikutip jubi.id dari RNZ Pacific, Jumat (10/4/2026)
Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Manajemen Darurat CNMI pada Kamis malam menyebutkan bahwa prakiraan terbaru menunjukkan sistem ini berpotensi menguat menjadi topan atau bahkan lebih kuat saat melintas di selatan Guam.
Dalam pernyataan cuaca khusus yang dirilis menjelang pukul 22.00 waktu setempat, disebutkan bahwa kondisi setidaknya setara badai tropis berpeluang terjadi di Guam, bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai kekuatan topan, khususnya di wilayah selatan Guam.
Selain itu, otoritas juga memperingatkan adanya risiko tinggi arus rip (rip current) di terumbu karang yang menghadap ke timur di Saipan, Tinian, dan Rota hingga Minggu sore.
Gubernur CNMI, David Apatang, mengimbau warga di Saipan, Tinian, dan Rota untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui media lokal maupun siaran cuaca NOAA pada frekuensi 162,5 megahertz.
Pulau Papua relatif aman dari siklon tropis karena berada di sekitar garis khatulistiwa, di mana gaya Coriolis (efek defleksi akibat rotasi bumi) terlalu lemah untuk memicu terbentuknya pusaran badai tropis yang terorganisir. Meski demikian, dampak siklon tetap bisa dirasakan di Papua, misalnya hujan deras atau angin kencang, akibat awan dan sistem cuaca yang terdorong dari wilayah sekitar atau tersedot ke pusaran siklon yang terbentuk di lintang lebih tinggi. (*)




Discussion about this post