Jayapura, Jubi – Bougainville Copper Limited (BCL) mendapat pemberitahuan bahwa izin operasinya untuk tambang tembaga dan emas Panguna telah ditangguhkan.
BCL menyatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan posisinya setelah Panitera Perizinan Tambang Pemerintah Otonom Bougainville memberitahukan bahwa sebagai konsekuensi dari undang-undang pertambangan baru, hak perusahaan berdasarkan izin eksplorasi untuk tambang tersebut telah ditangguhkan, seperti dikutip Jubi dari laman, RNZ Pasifik Rabu (24/6/2026).
Authority Bougainville Government (ABG) telah memilih mitra baru untuk mengembangkan kembali tambang yang telah lama terbengkalai, yang oleh para pemimpin Bougainville dianggap sebagai sumber daya penting bagi aspirasi kemerdekaan wilayah otonom Papua Nugini.
Izin penambangan baru selama 25 tahun telah diberikan kepada Bougainville Minerals Ltd, sebuah perusahaan yang dikendalikan oleh ABG dan pemilik lahan setempat.
Hal ini terjadi setelah ABG mengesahkan amandemen terhadap Undang-Undang Pertambangan Bougainville .
Presiden ABG, Ishmael Toroama, mengatakan bahwa pembangunan baru ini merupakan penguatan signifikan terhadap partisipasi pemilik tanah.
“Hak pemilik lahan, hak kompensasi, partisipasi konten lokal, dan hak pembagian keuntungan serta royalti tetap dilindungi. Partisipasi ekuitas pemilik lahan tetap dilindungi dan diperkuat,” kata Toroama dalam sebuah pernyataan.
BCL, pemegang lisensi lama, mengatakan sedang mempertimbangkan posisinya mengenai langkah-langkah apa, jika ada, yang akan diambil.
Pihak BCL menyatakan, perusahaan saat ini sedang meninjau Undang-Undang Pertambangan Bougainville (Amandemen) 2026 untuk mengkonfirmasi posisi yang diuraikan dalam surat dari Panitera Kepemilikan Tanah Pemerintah Otonom Bougainville.
“Bahwa undang-undang yang dimaksud memang telah diberlakukan dan memiliki kekuatan hukum,” kata BCL dalam pemberitahuan kepada ASX.
Panguna adalah salah satu deposit tembaga-emas terbesar di dunia, yang masih mengandung sekitar 5,3 juta ton tembaga dan 19,3 juta ons emas.
Tambang tersebut telah ditutup sejak tahun 1988, ketika ketidakpuasan atas operasi tambang memicu perang saudara Bougainville.
ABG juga telah menggandeng perusahaan India, Lloyds Metals, untuk bermitra dengan perusahaan lokal dalam upaya mengembangkan kembali tambang tersebut.
Lloyds baru-baru ini memindahkan mesin dan peralatan ke area tambang Panguna untuk melakukan studi kelayakan dan eksplorasi. (*)




Discussion about this post