Jayapura, Jubi – Presiden Bougainville terpilih kembali, Ishmael Toroama, mengumumkan pemerintahan sementara usai dilantik secara resmi pada Senin (6/10/2025) di Buka, ibu kota Bougainville.
Mantan komandan Tentara Revolusioner Bougainville (BRA) itu meraih kemenangan telak dengan perolehan lebih dari 90.000 suara pada pemilu yang digelar 5–6 September lalu. Demikian dilansir jubi.id dari laman RNZ Pasifik, Selasa (7/10/2025).
Pemerintahan sementara Dewan Eksekutif Bougainville (BEC) terdiri atas Presiden Ishmael Toroama, Wakil Presiden Ezekiel Masatt, serta Anggota Parlemen untuk Atol Amanda Masono.
Dalam pidatonya, Toroama menyebut pelantikan tersebut sebagai langkah penting dalam perjalanan demokrasi Bougainville yang menandai masa transisi, kesinambungan, dan komitmen baru.
“Selama masa jabatan sementara ini, prioritas kami adalah menjaga tata kelola pemerintahan yang baik, serta mempertahankan kepercayaan dan keyakinan rakyat,” ujar Toroama melalui laman Facebook Pemerintah Otonom Bougainville (ABG).
BEC sementara akan mengawasi jalannya pemerintahan hingga kabinet penuh terbentuk. Presiden akan menunjuk empat menteri, sedangkan sepuluh menteri lainnya dipilih oleh komite daerah. Setelah itu, Toroama akan menetapkan portofolio masing-masing menteri.
Proses ini akan dimulai usai pelantikan anggota DPR Bougainville ke-5 yang dijadwalkan pada Jumat, 10 Oktober.
Tegaskan Pentingnya Persatuan
Toroama juga menyoroti perilaku sejumlah kandidat yang kalah karena dinilai tidak menghormati hasil pemilu.
“Sangat mengecewakan bahwa beberapa orang memilih mengekspresikan ketidakpuasan dengan cara prematur dan tidak tertib. Perilaku seperti itu meremehkan nilai-nilai demokrasi dalam Konstitusi Bougainville dan menghina rakyat yang telah bersuara dengan damai melalui kotak suara,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa rakyat telah menentukan pilihan dan mempercayakan kepemimpinan kepadanya untuk memandu Bougainville menuju fase politik berikutnya, khususnya menuju cita-cita kemerdekaan.
“Kepemimpinan bukan tentang ambisi pribadi, melainkan tentang pelayanan, kerendahan hati, dan akuntabilitas kepada rakyat,” katanya.
“Mari kesampingkan perbedaan pribadi dan bekerja bersama demi kebaikan Bougainville. Rakyat berhak atas kepemimpinan yang dewasa, bersatu, serta berfokus membangun masa depan yang damai, sejahtera, dan mandiri.”
Penyerahan Surat Perintah 45 Kursi
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Bougainville (OBEC) telah menyerahkan surat perintah untuk 45 kursi kepada Ketua DPR Simon Pentanu pada Senin (6/10/2025), menandai berakhirnya proses pemilu.
Komisioner Pemilu Desmond Tsianai menyebut pemilu tahun ini sebagai bukti semangat demokrasi rakyat Bougainville yang penuh ketabahan.
“Kepada setiap pemilih yang sabar dan bermartabat saat mengantre di TPS, kami berterima kasih. Anda kembali membuktikan bahwa hati rakyat Bougainville berdetak dengan keyakinan pada demokrasi yang damai,” ujarnya.
Surat perintah tersebut meliputi jabatan Presiden, 38 kursi daerah pemilihan beranggota tunggal, dan enam kursi regional khusus untuk perempuan serta mantan pejuang.
Tercatat 408 kandidat bersaing dalam pemilu kali ini, termasuk 21 kandidat perempuan untuk kursi daerah pemilihan—meningkat dari 14 kandidat perempuan pada 2020.
Pemilu presiden sendiri diikuti tujuh kandidat dengan jumlah pemilih terdaftar mencapai 238.625 orang, yang disebut Tsianai sebagai daftar pemilih paling inklusif dalam sejarah Bougainville. Menariknya, 14,3 persen pemilih adalah pemuda berusia 18–24 tahun, meningkat signifikan dari 8,9 persen pada 2020.
“Kaum muda kini menuntut peran lebih besar dalam membentuk masa depan Bougainville. Sistem verifikasi dan pengawasan kita telah teruji dan terbukti kokoh,” tambah Tsianai.
Pasca-pemilu, pihak OBEC akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan pemilu berikutnya.(*)




Discussion about this post