Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Vanuatu, Jotham Napat telah mengeluarkan peringatan kepada pegawai pemerintah agar memenuhi tugas mereka. Para pegawai pemerintah yang tidak memenuhi tugas dan kewajibannya dapat dipecat.
Pada Rabu (19/2/2025), Radio New Zealand melansir berita berjudul “New Vanuatu PM issues warning to public servants over performance” yang mengutip pernyataan Jotham Napat, Perdana Menteri Vanutu yang baru terpilih pada pekan lalu. Ia menyatakan pemerintahannya berkomitmen untuk memantau kinerja pegawai negeri. Napat juga menyatakan pegawai pemerintah yang tidak patuh akan dikenai sanksi, termasuk dibayarkan pesangonnya.
Radio New Zealand juga mengutip pemberitaan Vanuatu Daily Post yang menyebut waktu istirahat makan siang bagi pegawai pemerintah telah dikurangi. Menurut surat kabar itu, Napat juga telah melarang pemerintah mengadakan retret secara berkala, karena acara seperti itu dapat digunakan sebagai alasan bagi pegawai pemerintah untuk membolos dari kantor.
Semua pegawai negeri harus tetap berada di tempat kerja mereka untuk meningkatkan akuntabilitas dan pemberian layanan. Laporan Vanuatu Daily Post juga menyebut Napat menekankan pentingnya pemerintahan yang berbasis bekerja, dan menyatakan jabatannya pun tunduk kepada mekanisme evaluasi yang sama.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Jika saya tidak berkinerja baik, saya siap mengundurkan diri,” katanya, seraya memperluas prinsip itu ke seluruh sektor layanan publik.
Napat menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Vanuatu, dan meyakinkan mereka bahwa pemerintah akan bekerja keras untuk meningkatkan efisiensi dan memenuhi harapan bangsa.
Perdana Menteri ke-13
Perdana Menteri Vanuatu saat ini, Jotham Napat adalah politisi dari Partai Pemimpin Vanuatu, dan memegang jabatannya sejak 11 Februari 2025. Ia merupakan orang ke-13 yang berhasil meraih jabatan Perdana Menteri Vanuatu.
Republik Vanuatu merdeka dari pemerintah kolonial Prancis dan Inggris pada 30 Juli 1980. Perdana Menteri Vanuatu pertama adalah Pastor Walter Lini, pejuang kemerdekaan Vanuatu dan penggagas pendirian Melanesia Spearhead Group (MSG) di Port Villa, Vanuatu, pada 1988.
Sejak pemerintahan Pastor Walter Lini berakhir, kabinet jatuh-bangun karena situasi politik yang tidak stabil. Sejak 1980 hingga kini, ada 13 orang yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Vanuatu, beberapa orang menjabat beberapa kali dengan masa pemerintahan yang sangat singkat.
Serge Vohor misalnya, pertama kali memerintah pada 21 Desember 1995 sampai dengan 23 Februari 1996, hanya 64 hari. Selanjutnya kembali terpilih menjadi perdana menteri pada 30 September 1996, dan menjabat hingga 30 Maret 1998.
Ia kembali memimpin Vanuatu pada 29 Juli 2004, dan menjabat sampai dengan 11 Desember 2004, setelah diturunkan melalui mosi tidak percaya 135 hari menjabat. Serge Vohor kembali menjadi Perdana Menteri Vanuatu dari 27 November 2009 sampai 5 Desember 2009, hanya bertahan delapan hari. Pada 24 April 2011, Serge Vohor terpilih lagi menjadi Perdana Menteri Vanuatu, dan berkuasa sampai dengan 13 Mei 2011 atau 19 hari.
Sato Kilman terpilih menjadi Perdana Menteri Vanuatu pada 13 Mei 2011, dan berkuasa selama 34 hari sampai pada 16 Juni 2011. Ia sempat berkuasa lagi selama 32 hari, setelah terpilih menjadi Perdana Menteri Vanuatu pada 8 September 2023 dan berkuasa hingga 6 Oktober 2023.
Edward Natapei terpilih menjadi Perdana Menteri Vanuatu pada 16 Juni 2011, dan berkuasa selama 10 hari hingga 26 Juni 2011.
Sejak 2020 sampai dengan 16 Februari 2025, Republik Vanuatu bergonta ganti Perdana Menteri sebanyak empat kali—mulai Bob Loughman (20 April 2020- 4 November 2022), Ishmael Kalsakau (4 November 2022- 4 September 2023), Sato Kilman (4 September 2023-6 Oktober 2023), hingga Charlot Salwai (6 Oktober 2024-11 Februari 2025).
Masa jabatan Perdana Menteri Vanuatu yang paling lama adalah masa jabatan Pastor Walter Lini. Ia menjabat sejak 30 Juli 1980 sampai 6 September 1991. Itu berarti Pastor Walter Lini memegang jabatan itu selama 11 tahun.
Masa jabatan Perdana Menteri Vanuatu yang paling singkat adalah masa jabatan Serge Vohor, yaitu selama delapan hari.
Jabatan Perdana Menteri Vanuatu dibentuk berdasarkan Konstitusi Vanuatu. Jabatan tersebut terkadang dianggap sebagai kelanjutan dari jabatan Kepala Menteri, sebutan jabatan pada masa sebelum Vanuatu memperoleh kemerdekaannya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post