Jayapura, Jubi – Sebanyak 14 petani dari Rigo, Papua Nugini, telah memasuki fase kedua dalam program pelatihan penanaman padi di lokasi sawah percontohan.
Pelatihan ini lebih menekankan pada praktik langsung, memungkinkan para petani untuk menyiapkan petak padi secara efektif. Mereka juga menjalani pelatihan praktik menanam padi di petak berukuran 30×30 sentimeter. Demikian dikutip Jubi.id dari tvwan.com.pg, Rabu (27/3/2025).
Peserta pelatihan berasal dari berbagai kampung, termasuk Sivi-Tatana, Bore, Saroa-Keina, Imua-Goro, Saroa, Giro-Bara, Kwa-Limu-Rubu, Riwali, Gabone, Kalo, dan Kamali.
Program ini bertujuan untuk mengajarkan teknik budidaya padi, dimulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman di sawah.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Walk the Talk Association INC, bekerja sama dengan Taiwanese Technical Mission dan National Agricultural Research Institute.
Kemitraan ini memastikan bahwa peserta mendapatkan pengalaman praktis yang dapat diterapkan di kampung mereka masing-masing.
Presiden Walk the Talk Association INC, Vera Raga, menyatakan bahwa misi mereka adalah mendorong perubahan dalam praktik produksi pangan tradisional serta mempromosikan keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dengan melatih petani lokal dalam teknik pertanian modern dan ramah lingkungan, kami dapat meningkatkan ketahanan pangan, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendorong keberlanjutan jangka panjang di daerah pedesaan,” ujar Raga.
Melalui program ini, petani setempat didorong untuk beralih dari metode pertanian konvensional ke praktik yang lebih efisien dan berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi beras di Papua Nugini. (*)

Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!