Jayapura, Jubi – Penerbit satu-satunya surat kabar harian di Vanuatu, Marc Neil-Jones, meninggal dunia pada Senin (10/3/2025) setelah menderita sakit yang lama di Port Villa, ibu kota Vanuatu.
Jones, 67, seorang warga negara Inggris, adalah seorang penjelajah dunia di masa mudanya, yang bekerja sama dengan mitra bisnisnya di Papua Nugini, Gene Wong, sebelum mereka berdua menetap di ibu kota Vanuatu, untuk berbisnis. Demikian dikutip Jubi.id dari laman internet RNZ Pasifik, Rabu (12/3/2025).
Mereka membeli sebuah penerbitan bisnis kecil bernama Trading Post dan mengubahnya menjadi surat kabar mingguan. Publikasi tersebut berkembang menjadi Vanuatu Daily Post, satu-satunya penerbitan surat kabar di negara tersebut.
Neil-Jones pensiun pada tahun 2015 setelah lebih dari dua dekade mengungkap berita terbesar dari Vanuatu.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Saat mengonfirmasi meninggalnya mitra bisnisnya, Wong mengatakan pesan belasungkawa mengalir, baik dari pemerintah, maupun sektor swasta.
Wong mengatakan bahwa jenazah Neil-Jones saat ini disimpan di kamar jenazah Rumah Sakit Vila Central dan akan dipindahkan ke pemakaman Desa Mele Maat, untuk dimakamkan pada hari Rabu.
“Sebagai pendiri Trading Post Vanuatu, yang kemudian menjadi Vanuatu Daily Post, perjuangannya yang tak kenal takut untuk mencapai kebebasan pers, dan dedikasinya terhadap kebenaran, telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di lanskap media negara ini,” YTS News melaporkan.
“Marc menghadapi banyak rintangan sepanjang kariernya—penjara, deportasi, ancaman, dan serangan fisik—tetapi ia tidak pernah goyah. Rasa keadilan dan komitmennya terhadap kebenaran tidak goyah, bahkan ketika tantangannya tampak tidak dapat diatasi.”
“Integritas pribadinya dan hasratnya terhadap pekerjaannya meninggalkan dampak abadi pada perkembangan jurnalisme independen di Vanuatu, memastikan bahwa media di negara itu terus berkembang dan tumbuh meskipun menghadapi banyak rintangan.”
“Warisan Marc Neil-Jones tidak terukur. Ia tidak hanya menciptakan platform untuk berita independen di Vanuatu, tetapi ia juga menjadi simbol ketahanan dan pembela setia kebebasan pers.”
Laporan tersebut menyatakan bahwa karyanya telah memengaruhi berbagai generasi jurnalis, dan perjuangannya demi kebenaran telah membentuk lanskap media di Pasifik.
“Beristirahatlah dengan tenang, Marc Neil-Jones. Warisanmu akan terus hidup dalam setiap berita utama, setiap laporan, dan setiap cerita yang diceritakan dengan kebenaran dan integritas,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post