• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Harapan bagi Laut Lepas: Perjanjian Pelestarian Wilayah Bawah Laut yang Luas

June 13, 2025
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Laut

Kapal penangkap ikan di perairan lepas Samudra Pasifik – insidepng.com/Jubi

0
SHARES
5
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Di antara Australia dan Selandia Baru terbentang rangkaian gunung berapi bawah laut yang menjadi habitat berbagai spesies ikan, karang purba, dan kehidupan laut lainnya.

Bentang alam bawah laut yang dikenal sebagai Lord Howe Rise ini sebagian besar terletak di luar batas yurisdiksi negara, berada di wilayah laut lepas. Demikian dikutip Jubi dari laman insidepng.com, Jumat (13/6/2025).

Wilayah yang kaya secara ekologis ini menjadi sasaran empuk bagi praktik penangkapan ikan industri, termasuk metode longline (tali panjang) dan trawl dasar (pukat harimau), yang kembali menjadi sorotan publik setelah tayangan terbaru dokumenter alam David Attenborough.

Dalam seri Ocean, untuk pertama kalinya publik disuguhi rekaman kapal pukat yang menyeret jaring berat melintasi dasar laut dalam pencarian spesies bernilai ekonomi tinggi—namun menimbulkan kerusakan besar dan tangkapan sampingan dalam jumlah masif.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Metode pukat ini tak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga melepaskan karbon yang tersimpan di dasar laut ke atmosfer, sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Penayangan dokumenter tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nice, Prancis, yang berakhir pada Rabu (11/6/2025). Kelompok konservasi berharap film ini dapat mendorong dukungan internasional terhadap Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut Lepas.

Perjanjian ini bertujuan melindungi sekitar dua pertiga lautan dunia yang berada di luar yurisdiksi negara, dan menargetkan perlindungan 30 persen wilayah laut global melalui pembentukan kawasan konservasi pada 2030. Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga spesies terancam dan menjamin ketahanan pangan masyarakat pesisir.

BERITATERKAIT

Pasifik Desak Komisi Tuna Terkait Penangkapan Ikan di Laut Lepas

Lestarikan seni dan budaya daerah lewat lomba yospan dan wisisi

Kesepakatan pertahanan dan keamanan trilateral antara Kepulauan Cook, Selandia Baru, dan Australia

Angkatan pertahanan Australia dan Selandia Baru dukung pengangkutan pasokan medis di Solomon

Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan Hidup, dan Air Australia menyebut negaranya sebagai yang pertama menandatangani perjanjian ini pada 2023. Pemerintah yang baru terpilih kembali pun berkomitmen untuk segera meratifikasinya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Australia termasuk sedikit negara yang memerlukan legislasi pelaksana sebelum meratifikasi perjanjian,” kata seorang juru bicara kementerian.

Delegasi lintas kementerian Australia dijadwalkan hadir dalam konferensi tersebut, meski masih dalam tahap finalisasi.

Agar dapat diberlakukan, perjanjian ini harus diratifikasi oleh sedikitnya 60 negara. Saat ini, sekitar 40 negara telah melakukannya atau menyatakan kesiapannya.

Kepala Bidang Kelautan dan Pembangunan Berkelanjutan WWF-Australia, Richard Leck, menyatakan keyakinannya bahwa perjanjian ini akan berlaku. Namun, ia menekankan bahwa negara-negara pendukung seperti Australia perlu mempercepat proses ratifikasi melalui parlemen mereka.

Sementara itu, aktivis senior Greenpeace Australia-Pasifik, Georgia Whittaker, memperingatkan bahwa banyak spesies laut kini “semakin dekat ke ambang kepunahan” tanpa perlindungan hukum yang lebih kuat.

Greenpeace juga merilis analisis terbaru yang menunjukkan bahwa metode longline industri telah menyebabkan kerusakan besar pada populasi hiu. Data menunjukkan, pada 2023, hampir setengah juta hiu biru—yang kini berstatus hampir terancam—tercatat tertangkap sebagai tangkapan sampingan di kawasan Pasifik tengah dan barat. Jumlah ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan data tahun 2015, dan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Sebagai langkah antisipasi, Greenpeace telah mengusulkan pembentukan kawasan perlindungan laut di wilayah Lord Howe Rise dan Laut Tasman.

Ilmuwan kelautan dan Direktur Research Connect Blue, Dr. Rachel Przeslawski, mengatakan masih banyak yang belum diketahui tentang keanekaragaman hayati wilayah bawah laut di lepas pantai timur Australia.

Rangkaian gunung laut—struktur bawah laut setara pegunungan di daratan—memiliki hubungan yang kompleks dengan keragaman hayati. Di puncaknya, yang lebih terkena cahaya matahari dan kaya nutrisi, kehidupan laut lebih melimpah. Paus bungkuk dan spesies migran lainnya sering ditemukan di wilayah ini.

Sementara itu, dataran abisal yang lebih dalam mengandung makhluk-makhluk langka yang telah beradaptasi dengan kondisi ekstrem: gelap, miskin oksigen, dan minim nutrisi.

Beberapa gunung laut di kawasan ini bahkan menjulang hingga 200 meter dari dasar laut, dan sebagian muncul ke permukaan, membentuk Pulau Lord Howe serta terumbu karang Middleton dan Elizabeth.

Meski kapal pukat Australia tidak lagi beroperasi di kawasan ini, kapal dari negara lain masih terus menimbulkan kerusakan. Dr. Przeslawski menyebut bahwa dasar laut yang rusak membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, untuk pulih.

Menurutnya, kawasan konservasi yang dirancang dalam Perjanjian Laut Lepas harus bersifat no-take zone atau zona larangan tangkap secara penuh.

“Banyak taman laut yang ada saat ini hanya dilindungi sebagian. Beberapa zona masih terbuka untuk aktivitas penangkapan ikan atau bahkan pertambangan,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan efektivitas perjanjian tersebut. “Apakah nanti akan tumpul tak bertaji? Ataukah benar-benar mampu mengubah dan membatasi aktivitas yang merusak ekosistem laut?” (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Australia dan Selandia BaruLaut LepasPelestarianWilayah Bawah Laut
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026

Kepulauan Solomon dan Inggris buat MoU Tata Kelola Hutan

April 2, 2026

Layanan token listrik Papua Nugini pulih

April 2, 2026

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara