Jayapura, Jubi – Amerika Serikat resmi meluncurkan dua proyek infrastruktur utama di Pangkalan Angkatan Laut Lombrum, Pulau Manus, Provinsi Manus, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan maritim Angkatan Pertahanan Papua Nugini (PNGDF).
Investasi senilai 16 juta dolar AS (sekitar 61 juta kina) akan digunakan untuk pembangunan Small Boat and Bosun Facility (SBBF) dan Regional Maritime Training Center (RMTC). Kedua proyek ini ditargetkan rampung pada April 2026. Informasi ini dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Jumat (2/5/2025).
Pada 29 April 2025, Duta Besar AS untuk Papua Nugini, Ann Marie Yastishock, bersama pimpinan PNGDF, pejabat provinsi, serta perwakilan dari Komando Sistem Rekayasa Fasilitas dan Armada Pasifik Angkatan Laut AS (NAVFAC), menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut.
Struktur baru ini diharapkan secara signifikan meningkatkan kemampuan operasional Pangkalan Angkatan Laut Lombrum dan memperkuat keamanan kawasan Indo-Pasifik dalam jangka panjang.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Fasilitas Tim Perahu Kecil dan Bosun akan mendukung operasi perahu kecil PNGDF, menyediakan ruang bagi tiga tim, serta fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan peralatan maritim. Infrastruktur ini akan memperkuat kemampuan PNGDF menghadapi ancaman maritim dan melakukan operasi pesisir.
Sementara itu, Pusat Pelatihan Maritim Regional akan menyediakan ruang kelas dan kantor modern untuk meningkatkan keterampilan teknis dan memperkuat program pelatihan personel PNGDF. Fasilitas ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kapasitas pertahanan yang berkelanjutan.
Investasi ini merupakan bagian dari Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA) antara AS dan Papua Nugini yang ditandatangani pada 2023. Kemitraan ini menegaskan komitmen AS untuk memperkuat hubungan pertahanan, mendukung stabilitas regional, dan mendorong kerja sama jangka panjang.
“Proyek ini lebih dari sekadar infrastruktur,” kata Dubes Yastishock dalam upacara tersebut. “Proyek ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen bersama untuk melindungi nilai-nilai demokrasi serta rasa saling menghormati yang mendasari hubungan kita.”
Pulau Manus, Pangkalan Militer AS Sejak 1944

Mengutip Wikipedia, Pulau Manus adalah lokasi Pangkalan Angkatan Laut yang dibangun Angkatan Laut Amerika Serikat setelah Pertempuran Manus dalam Perang Dunia II. Selain Pulau Manus, pulau kecil Los Negros di sebelah timur juga dikembangkan menjadi bagian dari pangkalan militer tersebut.
Pembangunan dimulai dengan pendaratan pasukan Sekutu di Pulau Los Negros pada 28 Februari 1944. Seabees (unit teknik Angkatan Laut AS) membangun dan memperluas lapangan udara dan fasilitas logistik lainnya di kepulauan Admiralty.
Pangkalan besar yang kemudian disebut Pangkalan Pulau Admiralty mendukung operasi Armada Ketujuh AS, Komando Pasifik Barat Daya, dan Armada Pasifik. Pangkalan ini ditinggalkan setelah perang berakhir.
Sebelum direbut Sekutu, wilayah ini sempat dikuasai Jepang pada 1942. Mereka menyebut Pulau Los Negros sebagai Pulau Hyane dan menjadikan Pulau Manus sebagai basis udara dan laut utama karena kedekatannya dengan titik-titik penting Kekaisaran Jepang, seperti Rabaul, Truk, Kavieng, dan Wewak. Pelabuhan Seeadler di Pulau Manus juga menjadi daya tarik utama karena perairannya yang luas dan terlindungi.
Lapangan udara utama yang direbut dan direnovasi Sekutu adalah Lapangan Udara Hyane, yang kemudian dinamai Lapangan Udara Momote. Pada 10 Maret 1944, pesawat tempur pertama mulai beroperasi di sana. Fasilitas ini selesai pada 1 Juni 1944 dan memiliki landasan pacu sepanjang 7.800 kaki, lengkap dengan tangki avtur dan depot amunisi.
Selain itu, pada 1 April 1944, pembangunan Lapangan Udara Mokerang di Pulau Los Negros dimulai, dengan landasan pacu yang ditingkatkan hingga 8.000 kaki. Fasilitas ini dilengkapi dengan kamp, depo logistik, dan tangki bahan bakar berkapasitas 30.000 barel. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post