Jayapura, Jubi – Hampir 8000 orang diminta bersiaga untuk evakuasi dari daerah rawan longsor di Desa Yambali, Provinsi Enga, Papua Nugini.
Ketua Komite Bencana Provinsi Enga dan Administrator Provinsi, Sandis Tsaka mengatakan kepada RNZ Pacific bahwa beberapa orang sudah dievakuasi, namun jumlahnya belum jelas. Demikian dikutip jubi.id dari rnz.co.nz, Selasa (28/5/2024).
Sebanyak mungkin orang–termasuk mereka yang bekerja dalam aspek pemulihan–diharapkan dapat dievakuasi besok, katanya. Sandis Tsaka telah mengunjungi lokasi bencana dua kali dan itu “sangat” berbahaya.
Upaya pemulihan terus berlanjut di desa Yambali di Provinsi Enga, di mana lebih dari 2000 jenazah diyakini terkubur setelah tanah longsor besar pada hari Jumat, pekan lalu.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Upaya penyelamatan terhambat oleh medan yang tidak stabil dan kurangnya alat berat.
Kelompok bantuan mengatakan helikopter yang membawa mesin dan lebih banyak pasokan diperkirakan akan tiba pada hari Selasa.
Akses ke lokasi bencana masih terbatas karena jalan raya masih tertutup bongkahan batu.
Longsor masih bergerak dan kondisi medan di sekitar lokasi tidak stabil sehingga menyebabkan 250 KK harus dievakuasi.
Menurut data sensus tahun 2022, daerah terpencil yang berada jauh di dataran tinggi itu memiliki populasi generasi muda sekitar 4000 orang (tidak termasuk keluarga dan anak-anak yang menjadi pengungsi akibat kekerasan suku baru-baru ini).
Bantuan tiba untuk korban longsor PNG
Sementara itu, bantuan kemanusiaan mulai mengalir untuk para korban bencana tanah longsor. Selandia Baru telah menjanjikan bantuan praktis dan keuangan senilai $1,5 juta.
Menteri Luar Negeri Winston Peters mengatakan jenis bantuan yang diberikan akan diputuskan setelah berdiskusi dengan pihak berwenang di PNG.
Perwakilan World Vision PNG, Chris Jensen mengatakan kelompok bantuan kemanusiaan akan melakukan perjalanan ke lokasi bencana mulai Selasa.
Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memberikan dukungan khusus untuk perempuan dan anak-anak, termasuk sembilan anak yatim piatu yang akan diadopsi oleh anggota masyarakat terdekat dan kerabat yang tinggal di provinsi lain.
“Kami memperkirakan 1.550 anak terkubur saat tidur,” kata perwakilan UNICEF PNG, Angela Kearney.
Sejauh ini telah disediakan alat kesehatan untuk 1000 orang selama tiga bulan ditambah produk sanitasi dan makanan. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post