Jayapura, Jubi – Jumlah orang yang tewas dan mengungsi akibat bencana tanah longsor besar di Provinsi Enga, Papua Nugini, masih belum diketahui.
Ratusan orang diperkirakan terkubur saat mereka tidur ketika bencana itu melanda Kampung Yambali pada dini hari, 24 Mei. Demikian dikutip Jubi.id dari rnz.co.nz, Kamis (13/6/2024).
Pada hari-hari setelah tanah longsor yang mengerikan itu, para penyintas, penduduk setempat, dan tim pemulihan bekerja sepanjang waktu untuk menemukan korban yang selamat dan memulihkan jenazah.
Beberapa orang bahkan menggali timbunan lumpur dengan tangan kosong demi mencari jenazah sanak keluarganya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Pemerintah secara resmi telah menghentikan penggalian jenazah pada tanggal 7 Juni karena tingkat bahaya yang masih tinggi, tanah masih belum stabil. Hanya 12 jenazah yang ditemukan hingga tanggal 7 Juni.
Tanah longsor tersebut kini ditetapkan sebagai situs pemakaman massal.
Ketua Organisasi Migrasi Internasional PBB (IOM) Serhan Aktoprak mengatakan para pejabat setempat berencana melakukan sesuatu untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawa.
“Situs longsor tersebut ditetapkan sebagai situs pemakaman massal, dan pemerintah provinsi sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mendirikan sebuah monumen untuk menghormati para korban.” katanya.
Tanah longsor yang meliputi sekitar 14 hektare lokasi itu telah memutus jalan penting menuju Lembah Porgera, tempat tinggal sekitar 100.000 orang.
Aktoprak mengatakan jalan raya adalah jalur penyelamat.
”Sekarang belum terlihat solusi apa yang akan diterapkan, mungkinkah ada jalan lain yang dibangun dan dapat melewati bagian yang diblokir ini? Kami belum diberitahu mengenai hal ini.” katanya.
Selandia Baru mengirimkan tim ahli geoteknik serta personel pencarian dan penyelamatan untuk melakukan penilaian udara dan darat.
Mereka memberikan saran kepada pejabat setempat untuk mengungsi dan merelokasi, karena risiko tanah longsor yang lebih besar akan terjadi.
Ketua tim Pencarian dan Penyelamatan Perkotaan, Aaron Waterreus adalah salah seorang yang datang dan mengatakan tim mengidentifikasi rute lain untuk menghubungkan ke Lembah Porgera.
“Salah satu hal yang bisa kami lakukan dan berikan saran adalah mengubah rute jalan yang terputus,” katanya.
”Seluruh jalan yang melewati lembah itu sangat, sangat rentan terhadap longsor lebih lanjut,” tambahnya.
Waterreus mengatakan ketika dia berada di sana, pemandangan dan dampaknya terhadap penduduk setempat sangat besar.
”Skalanya, sekali lagi, cukup besar dan anda tahu, ketika anda berada di tanah dan anda menyadari apa yang berdiri di depan, apa yang ada di dasarnya, anda tahu, sebuah kuburan massal, di mana orang-orang masih berusaha mencari lokasinya, orang yang mereka sayangi…,” katanya.
”Mereka menggali dengan perkakas tangan kecil, sekop, dan potongan kayu untuk mencoba memindahkan batu guna menemukan orang-orang yang mereka cintai,” tambahnya.
”Jadi Anda tahu bahwa ada sisi kemanusiaannya, saya rasa. Ini seperti memukulmu dengan cukup keras ketika kamu menghadapinya.” katanya.
‘Mempromosikan solusi yang langgeng‘
Sejauh ini lebih dari 1.500 orang dipastikan mengungsi, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
Pejabat pengembangan regional Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB, Sreyashi Bhattacharyya, mengatakan opsi sementara sedang dipertimbangkan.
”Kami sedang mencari solusi tempat penampungan transisi, juga memberikan bantuan makanan, perlengkapan kebersihan dan juga membantu dukungan psikososial kesehatan mental dan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.”bkatanya.
Dia mengatakan rencana jangka panjang juga sedang dibuat.
”Pada dasarnya, hal yang sangat penting untuk kita akui adalah bahwa komunitas kemanusiaan mendukung semua upaya mengakhiri pengungsian dan mendorong solusi jangka panjang bagi para pengungsi,” katanya.
”Dimana terdapat kondisi yang kondusif untuk relokasi yang aman, sukarela dan bermartabat.” tambahnya.
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post