Jayapura, Jubi – Pemerintah dan masyarakat di Kepulauan Solomon yang mengenang pertempuran Gualdacanal yang menelan korban jiwa. Pertempuran itu menyebabkan tenggelamnya kapal motor torpedo boat MTB PT 109 yang dikomandoi Letnan Laut John F Kennedy yang dikutip jubi.id dari buku DC Horton New Georgian pattern for victory (hal 12-13).
Pada malam hari, 2 Agustus 1942, kru Lt Kennedy berpatroli di perairan Kepulauan Solomon, ketika kapal perusak Jepang Amagiri yang jauh lebih besar menabrak kapal mereka PT 109. Kapal milik Amerika Serikat yang lebih kecil itu terbelah dua dan dua awak tewas dalam tabrakan.
Sementara Lt Kennedy dan seorang pelaut lainnya terluka. Dengan keberanian dan persahabatan yang tidak mengenal takut, Lt Kennedy membawa awak kapal yang terluka dan mengikatnya di depan jaket pelampungnya dan menuju ke pulau terdekat.
Selama dua hari, John F Kennedy dan teman-temannya yang selamat bertahan hidup dengan minum air dan makan buah kelapa. Merawat luka mereka dan mencari bala bantuan di pulau yang kini dinamakan Pulau Kennedy. Di tengah berjuang mempertahankan hidup, ada dua orang Kepulauan Solomon sedang dayung di atas sampan mereka.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Awalnya kedua pria itu mengira para prajurit itu orang Jepang dan hendak menghindari serta pergi jauh.
“Takut akan nyawa mereka,” tulis laporan tersebut.
Pasalnya, ketakutan itu sangat beralasan karena selama perang, kekerasan dari tentara Jepang sangat ditakuti. Bayangkan saja di Indonesia selama Jepang menguasai wilayah bekas jajahan Belanda ini telah terjadi kerja paksa selama tiga tahun.
Namun Lt Kennedy dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka dekat dengan pulau yang lebih besar dan mengarungi lautan lagi, yang mengarah pada penyelamatan mereka.
Penduduk Kepulauan Solomon setempat mengajari mereka untuk menulis pesan di atas kelapa dan mempertaruhkan hidup mereka. Di atas buah kelapa Lt Kennedy menyampaikan pesan ke pangkalan Angkatan Laut AS di sekitarnya.
Pesannya berbunyi “NAURO ISL…COMMANDER…NATIVE TAHU POS’IT…HE CAN PILOT…11 HIDUP…PERLU PERAHU KECIL…KENNEDY”.

Ketika menjadi Presiden ke-35 AS, John F Kennedy dengan menggunakan kelapa yang sama sebagai pemberat kertas di Oval Office di Gedung Putih.
Pada 8 Agustus, Lt. Kennedy dan anak buahnya dari PT 109 diselamatkan. Presiden AS yang tewas tertembak itu, tidak pernah melupakan keberanian dan ketidakegoisan masyarakat Kepulauan Solomon. Bahkan saat ia dilantik sebagai Presiden ke-35 AS di Washington DC, dia mengundang dua penyelamatnya untuk hadir di sana.
Kepulauan Solomon menamai salah satu pulaunya dengan nama Presiden AS. Pulau Kennedy terletak 15 menit dengan perahu dari Gizo, ibu kota provinsi Provinsi Barat Kepulauan Solomon. Pulau ini saat ini tidak berpenghuni tetapi merupakan panggung keberanian dramatis Perang Dunia II Kennedy. Terdapat sebuah rumah dan sebuah kuil yang dibangun untuk Lt. Kennedy oleh salah satu penduduk Kepulauan Solomon yang membantu penyelamatannya, Eroni Kumana.
Pulau Kennedy juga merupakan objek wisata lokal yang sangat disukai, populer di kalangan penggemar penyelaman reruntuhan, serta penggemar sejarah yang tertarik pada Perang Dunia II. Lebih dari 100 tahun sejak JFK lahir.
“Anda dapat mengikuti jejak sejarah. Telusuri kembali perjalanan John F Kennedy di Kepulauan Solomon, nikmati budaya lokal, dan lihat peninggalan Perang Dunia II secara langsung. Kunjungi Pulau Kennedy dan buat cerita Anda sendiri,” demikian kampanye pariwisata sejarah Perang Dunia Kedua dari pemerintah Kepulauan Solomon.
Disebutkan pula para pengunjung Pulau Lubaria di Rendova juga dapat menemukan koleksi Perang Dunia II yang didedikasikan untuk John F Kennedy sambil menikmati lingkungan pulau yang damai dan senyuman dari tuan rumah Anda yang ramah. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post