Jayapura, Jubi – Ditunjuk sebagai satu-satunya official broadcaster yang menyiarkan langsung perhelatan Piala Dunia 2026 kepada penonton di Indonesia, Televisi Republik Indonesia atau TVRI menggelar kick-off pergelaran kejuaraan empat tahunan tersebut.
Pada Minggu, (1/2/2026), seluruh stasiun TVRI se-Indonesia menggelar seremoni kick-off Piala Dunia 2026. TVRI Papua menggelar kick-off itu di halaman kantor TVRI Papua, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Acara itu dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Papua, serta para pimpinan media massa di Jayapura. Kepala Stasiun TVRI Papua, Erwin Hendrawin menyatakan pergelaran Piala Dunia 2026 berlangsung di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Piala Dunia 2026 dimulai 11 Juni, dan partai finalnya digelar pada 19 Juli 2026.
Keberadaan TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026 disebut-sebut sebagai komitmen negara untuk memberikan hiburan kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Hal itu tidak lepas dari kehadiran negara, di mana Presiden Prabowo Subianto ingin memberikan hiburan kepada seluruh masyarakat. TVRI diberi amanat, mendapatkan kepercayaan sebagai pemegang hak siar tunggal di Indonesia,” kata Erwin.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia menyatakan nantinya TVRI akan menyiarkan langsung 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Piala Dunia kali ini merupakan turnamen sepak bola dunia terbesar sepanjang sejarah, karena diikuti oleh 48 negara.
“Tentu itu bukan tugas yang ringan bagi TVRI. Sebagai televisi publik yang mengemban tugas untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, maka [amanat itu] harus dilaksanakan secara cermat,” katanya.
Siaran langsung Piala Dunia 2026 dilakukan melalui dua kanal, yaitu TVRI Nasional dan TVRI Sport. Siaran TVRI saat ini sudah berbentuk digital. Mau tidak mau para penonton setia Piala Dunia harus menggunakan perangkat tambahan Set Top Box, atau menangkap siaran itu menggunakan televisi digital.
“Memang masih ada catatan [soal jangkauan siaran TVRI] di beberapa wilayah, khususnya di Papua. Kondisi geografis di Papua bisa mempengaruhi daya frekuensi [siaran kami] kepada masyarakat. Namun pimpinan TVRI pusat terus berupaya untuk memberikan penguatan, agar daerah-daerah yang biasa sulit mengakses [siaran] TVRI bisa menikmati siaran Piala Dunia 2026,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto yang datang mewakili Gubernur Papua pada kick-off Piala Dunia 2026 di Kantor Stasiun TVRI Papua mengapresiasi TVRI yang telah menyajikan hiburan bagi masyarakat di Papua. Ia juga memberikan apresiasi terhadap TVRI yang menjadi official broadcaster Piala Dunia 2026.
Untuk mendukung perhelatan empat tahunan turnamen sepak bola dunia itu, Kominfo Papua telah memiliki prasarana penunjang, khususnya akses internet di berbagai daerah yang dinilai belum terjangkau siaran TVRI. Namun, kebijakan untuk membuat streaming siaran Piala Dunia 2026 adalah wewenang TVRI.
“Kalau bisa menggunakan internet, Pemerintah Provinsi Papua telah menyiapkannya di beberapa daerah itu. Di Papua, sudah ada tiga ratus lebih daerah yang dipasang akses internet. Jika regulasi TVRI [mengatur siaran Piala Dunia 2026] bisa masuk internet, tentu dapat dinikmati masyarakat,” kata Jeri. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post