Jayapura, Jubi – Organisasi pembinaan olahraga atlet penyandang disabilitas – National Paralympic Committee Indonesia atau NPCI Papua mulai mematangkan persiapan dengan melakukan pemusatan latihan bagi para atletnya jelang keikutsertaan di iven Pekan Paralimpiade Nasional atau Peparnas XVII di Solo, Jawa Tengah, Oktober tahun ini.
Sebelum memulai pemusatan latihan, berapa hari lalu NPCI Papua telah melakukan pendaftaran atau registrasi atlet yang telah dinyatakan lolos melalui jalur seleksi di beberapa cabang olahraga.
“NPCI Papua memulai pemusatan latihan jelang Peparnas XVII di Solo, dari catatan kita atlet yang mendaftar ada 64 orang dari cabang olahraga sepakbola, atletik, renang, panahan dan tenis meja,” kata Ketua Dewan Pertimbangan NPCI Papua, Prof. Saharuddin Ita pada Rabu (12/6/2024).
Kata Saharuddin, pada momen pendaftaran itu, para atlet maupun pelatih dan ofisial juga diberikan pemahaman perihal waktu pemusatan latihan TC yang singkat. Pelatih harus membuat periodesasi latihan sampai pada pelaksanaan Peparnas mendatang.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Kita berharap ke depan semua yang kita rencanakan tetap berjalan dengan baik dan tertata dengan baik,” ujarnya.
NPCI Papua akan melakukan pemusatan latihan atau TC terpusat di beberapa daerah, di antaranya Solo, Palembang dan Kabupaten Jayapura. Beberapa cabor lainnya sudah lebih dahulu menjalani TC.
“Cabor lainnya sudah memulai duluan, seperti panahan, menembak, renang sebagian di solo, Palembang, judo dan selebihnya di sini, atletik dan sepakbola CP, yang lain kelanjutannya di luar,” kata Saharuddin.
Dia menambahkan, ada sekitar 160-an atlet yang akan dimasukkan pada program pemusatan latihan dari 12 cabang olahraga. Nantinya akan diberlakukan promosi dan degradasi untuk menjaring 150 atlet yang akan tampil di Peparnas XVII.
“Kita sekitar 160-an atlet mulai TC terpusat dari 12 cabor, nanti akan di adakan promosi degradasi. Cuma 14 minggu, minggu ke-6 promosi degradasi. Yang sudah masuk juga pasti kalau tidak latihan bisa digantikan dengan atlet lainnya,” sebutnya.
Terpisah, ketua umum NPCI Papua, H. Jayakusuma berharap para atlet dan pelatih bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri menuju Peparnas, meskipun kondisi mereka sangat terbatas dan masih menunggu dukungan anggaran dari Pemerintah Papua.
“Ya kita berharap persiapan tetap berjalan sebaik mungkin dan bisa dimanfaatkan oleh pelatih untuk mempersiapkan atletnya dengan baik. Persiapan tetap berjalan meskipun kami masih menunggu dukungan dari pemerintah karena waktu sudah makin mepet,” kata Jayakusuma.
Bidik lima besar di Peparnas
NPCI Papua tetap membidik prestasi terbaik pada ajang Peparnas XVII di Solo. Sebagai juara bertahan pada Peparnas sebelumnya dengan meraih 127 medali emas, 86 perak dan 93 perunggu, NPCI Papua berharap prestasi para atletnya tak merosot jauh dari prestasi sebelumnya.
“Kita berharap meski dengan persiapan yang terbatas prestasi para atlet kita nantinya tidak merosot jauh dari prestasi sebelumnya di Peparnas Papua,” kata Jayakusuma.
Prof. Saharuddin Ita juga meminta kepada para pelatih untuk menyiapkan atlet mereka dengan sebaik mungkin karena program pelatihan atlet penyandang disabilitas berbeda dengan atlet pada umumnya.
“Saya sampaikan kepada pelatih, karena ada pelatih yang tangani PON juga, kita melihat waktu mepet tetapi tidak tancap gas, ini atlet difabel perlu persiapan mental dan fisik, jadi latihan harus dillakukan dengan benar,” kata Saharuddin.
Sementara itu, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) NPCI Papua, Kurdi mengatakan usai menggelar seleksi pihaknya akan mengebut persiapan untuk mematangkan kondisi atlet dan memprioritaskan potensi medali.
Disisa hitungan tiga bulan menuju Peparnas, NPCI Papua lebih selektif dalam menentukan atlet yang akan dimasukkan pada TC terpusat untuk tampil di Peparnas Medan.
“Kita tinggal beberapa bulan menuju Peparnas dan kita betul-betul mencari yang benar-benar siap dan bisa cepat dipoles. Baik di panahan, renang dan atletik,” kata Kurdi.
Pelaksanaan Peparnas XVII tahun ini akan bergeser ke Solo, Jawa Tengah, karena tuan rumah sebelumnya yang ditunjuk, yakni Medan, Sumatra Utara tidak siap untuk menggelar hajatan olahraga nasional penyandang disabilitas itu.
Pada Peparnas sebelumnya yang digelar di Provinsi Papua, tahun 2021 lalu, kontingen NPCI Papua membuat sejarah baru sebagai juara umum. Itu merupakan prestasi terbaik yang pernah mereka torehkan sepanjang keikutsertaan di ajang Peparnas.
Kontingen NPCI Papua jelang Peparnas XVII di Solo, masih akan diperkuat oleh atlet-atlet nasional seperti Marinus Melianus Jowei di cabor renang dan Dapiel Bayage di cabor atletik. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
















Discussion about this post