• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Dorong Dialog Damai, Komnas HAM perkuat koordinasi dalam penanganan situasi HAM di Papua

April 18, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: admin - Editor: Angela Flassy
Komnas HAM

Rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang membahas situasi HAM di Papua, Kamis (16/4). - Jubi/Dok. Komnas HAM

0
SHARES
213
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jakarta, Jubi – Komnas HAM terus mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam merespons dinamika situasi hak asasi manusia (HAM) di Papua. Upaya ini diwujudkan melalui forum koordinasi sebagai forum strategis untuk memaparkan temuan serta merumuskan langkah konkret ke depan, yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat 16 April 2026.

Forum ini dipimpin oleh Anggota Komnas HAM yang merupakan Koordinator Tim Pengamatan Situasi HAM di Papua, Atnike Nova Sigiro bersama dengan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Putu Elvina, Anggota Komnas HAM Amiruddin Al-Rahab serta anggota tim lainnya. Forum ini dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk kementerian koordinator, kementerian teknis, institusi keamanan, serta lembaga riset nasional.

Dalam sambutannya, Atnike menegaskan fokus utama Komnas HAM terhadap situasi di Papua. “Perhatian Komnas HAM utamanya adalah terkait dengan pemenuhan, penghormatan, dan pelindungan HAM di Papua. Kekerasan dan konflik bersenjata menimbulkan dampak seperti korban jiwa dan luka, terbatasnya pemenuhan akses hak dasar seperti ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, maupun gelombang pengungsi internal,” ungkap Atnike.

Forum koordinasi ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja Tim Pengamatan Situasi HAM di Papua (Tim Papua) yang dibentuk berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Tim ini memiliki tugas untuk mengumpulkan data, melakukan pemantauan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna memastikan pemenuhan dan perlindungan HAM di Papua.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Forum ini kemudian dibagi menjadi dua sesi utama, yakni pembahasan hak sipil dan politik serta hak ekonomi, sosial, dan budaya. Pembagian ini dimaksudkan untuk memberikan ruang analisis yang lebih mendalam terhadap berbagai dimensi permasalahan HAM.

Dalam laporan tahun 2025 yang dipaparkan, Tim Papua mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang masih menjadi tantangan. Di antaranya adalah berlanjutnya kekerasan dan konflik bersenjata yang berdampak signifikan terhadap warga sipil, meningkatnya jumlah pengungsi internal, serta persoalan yang muncul dalam pelaksanaan proyek strategis nasional di wilayah tersebut. Selain itu, dinamika terkait daerah otonomi baru dan konflik sumber daya alam turut memperumit situasi HAM di Papua.

Saat diskusi berlangsung Anggota Komnas HAM Amiruddin Al-Rahab juga menekankan pentingnya forum lintas sektor ini sebagai ruang membangun perspektif bersama berbasis HAM. Menurutnya, koordinasi yang kuat tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga harus diikuti dengan langkah konkret dalam penegakan hukum. “Penegakan hukum dan keterbukaan dalam penanganannya menjadi penting juga dalam penanganan peristiwa-peristiwa di Papua. Hal ini dapat menjadi momen dalam mengupayakan kepercayaan masyarakat Papua,” jelas Amiruddin.

BERITATERKAIT

Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon minta dunia desak Indonesia buka West Papua

Gubernur Nawipa koordinasikan penanganan korban di Puncak dengan pihak Jakarta

Papuan Student Groups in Malang issue statement on Dogiyai violence

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

Sementara itu, Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Putu Elvina menegaskan pentingnya keterbukaan dan komunikasi dua arah antara Komnas HAM dengan kementerian dan lembaga terkait. Ia menyampaikan bahwa forum ini juga menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai intervensi kebijakan yang telah dan akan dilakukan. “Selain melaporkan secara formal di forum seperti ini Komnas HAM terbuka untuk membicarakan intervensi berbagai kementerian dan lembaga sehingga upaya rekan-rekan dapat kami ketahui agar dapat mengkomunikasikan berbagai kebutuhan penanganan peristiwa di Papua. Komnas HAM dengan Tim Pengamatan Situasi HAM di Papua banyak melakukan konsultasi dan konsolidasi dengan masyarakat Papua,” ungkap Putu Elvina.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Diskusi yang berlangsung menekankan pada pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menangani persoalan Papua. Para peserta sepakat bahwa kompleksitas situasi HAM membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah urgensi mendorong dialog damai sebagai jalan menuju penyelesaian konflik yang berkelanjutan.

Selain itu, forum juga menyoroti kebutuhan akan rekomendasi yang lebih spesifik dan implementatif. Isu layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian penting, terutama terkait jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan dan pendidik yang bertugas di wilayah terdampak konflik.

Komnas HAM menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kerja Tim Papua bersifat partisipatif, berbasis bukti, dan kolaboratif. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan analisis situasi, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat Papua.

Forum ini ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan koordinasi dan memperkuat forum-forum diskusi yang lebih spesifik. Penyusunan kerangka kerja bersama menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi dapat diimplementasikan secara konkret oleh semua pihak.

Menurutnya, Tanah Papua secara administratif pemerintahan telah dimasukkan (diintegrasikan) sebagai bagian dari wilayah Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 1 Mei 1963. Semenjak itu, rakyat Papua dan Tanah Papua menjadi saksi atas terjadinya berbagai bentuk kegiatan operasi militer yang tidak pernah menempatkan rakyat Papua Asli sebagai entitas manusia yang mesti dilindungi sesuai prinsip -prinsip hak asasi manusia yang berlaku universal.

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: DogiyaiKasus Pelanggaran HAMKorban di Puncaksituasi HAM Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

West Papua

Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon minta dunia desak Indonesia buka West Papua

April 18, 2026
West Papua

Utusan khusus mempertanyakan akses beasiswa mahasiswa West Papua

April 10, 2026
tolak freeport

Himapa Sumbar gelar aksi tolak Freeport di Padang

April 8, 2026

Oposisi Kepulauan Solomon kecam tewasnya warga sipil di Dogiyai

April 7, 2026

Target rampung 2028, Kemendagri dan Kementerian PU percepat pembangunan KIPP di empat DOB Papua

February 26, 2026

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

February 22, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara