Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua merehabilitasi dan membangun 19 sekolah pada semua jenjang pendidikan di wilayah pemerintahannya, untuk pemerataan pendidikan.
Sekolah yang direhabilitasi dan dibangun mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).
Bupati Jayapura, Yunus Wonda meresmikan secara simbolis pembangunan dan rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan tersebut di SMA Negeri 3 di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (6/3/2026).
Yunus Wonda mengatakan pembangunan meliputi pembangunan fisik baru serta rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 3 Kabupaten Jayapura, agar seluruh sekolah yang telah selesai dibangun maupun direhabilitasi diresmikan secara bersamaan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, dengan peresmian tersebut, sekolah-sekolah yang masuk dalam program pembangunan dan rehabilitasi, sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya tenaga pengajar.
“Selain perubahan fisik, kami juga melihat SDM (sumber daya manusia) nya. Guru-guru di TK, SD dan SMP harus dipastikan aktif supaya proses belajar mengajar tidak terhambat,” kata Yunus Wonda usai peresmian.
Wonda berharap, SMA Negeri 3 Kabupaten Jayapura dapat berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan di daerah tersebut. Ia menilai lingkungan sekolah tersebut sangat mendukung proses pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mendorong masyarakat, agar tidak hanya memusatkan pilihan sekolah anak mereka di SMA Negeri 1 Sentani, saat penerimaan siswa baru.
Menurutnya, SMA Negeri 3 memiliki status yang sama sebagai sekolah negeri lain, dan ke depan akan dilengkapi dengan fasilitas serta tenaga pengajar yang setara.
“Jangan semua berpikir harus ke SMA 1. SMA Negeri 3 ini juga sekolah negeri dan fasilitasnya ke depan akan sama,” ucapnya.
Katanya, setiap tahun penerimaan siswa baru, pendaftar di SMA Negeri 1 Sentani selalu membludak hingga menyebabkan banyak siswa tidak terakomodir. Karena itu pemerintah berupaya memperkuat sekolah lain, agar kualitas pendidikan lebih merata.
Pemerintah Kabupaten Jayapura berterima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah tersebut. Sebab, dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua sangat membantu upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Jayapura.
Wonda berharap dengan fasilitas pendidikan yang semakin baik, anak-anak di Kabupaten Jayapura tidak perlu lagi keluar daerah untuk menempuh pendidikan.
“Kami ingin fasilitas pendidikan di daerah ini lengkap sehingga anak-anak bisa menimba ilmu di daerah sendiri untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw mengatakan, pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah dilakukan melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Jayapura.
Menurut Amelia Ondikeleuw, peresmian memang digelar di satu sekolah, namun pembangunan fasilitas serupa juga dilakukan di beberapa sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Jayapura.
“Peresmian ini secara simbolis saja di satu sekolah, tetapi sebenarnya di beberapa tempat sudah dibangun fasilitas seperti ini. Ada yang sumber anggarannya dari pusat melalui program revitalisasi, dan ada juga dari APBD,” kata Amelia Ondikeleuw.
Menurutnya, bantuan tidak hanya berupa pembangunan gedung sekolah, juga penyediaan sarana penunjang pendidikan seperti komputer dan laptop bagi sejumlah sekolah.
Katanya, bantuan perangkat teknologi paling banyak diberikan kepada jenjang pendidikan PAUD dan TK. Namun beberapa SMP juga menerima bantuan laptop selain pembangunan gedung.
Amelia Ondikeleuw, mengatakan pemerintah daerah mendorong sekolah-sekolah memanfaatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat, karena keterbatasan anggaran daerah.
“Kita harus mendorong sekolah masuk program revitalisasi karena APBD kita juga terbatas. Program dari pusat ini sangat membantu dalam pembangunan sarana pendidikan,” ujarnya.
Namun katanya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sekolah agar dapat memperoleh bantuan revitalisasi tersebut. Persyaratan itu, di antaranya status lahan sekolah yang jelas, serta data pendidikan yang akurat dalam sistem Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.
Katanya, selama ini pihaknya masih menemukan beberapa sekolah yang memasukkan data tidak sesuai kondisi sebenarnya. Karena itulah dinas pendidikan meminta setiap sekolah memberikan data yang akurat agar pemerintah pusat dapat menilai kebutuhan sekolah secara tepat.
“Sekolah harus memasukkan data yang real di Dapodik. Dari situ pemerintah pusat bisa melihat kebutuhan sekolah, apakah perlu gedung, laboratorium, atau fasilitas lainnya,” ucapnya.
Ia mengatakan, dana revitalisasi dari pemerintah pusat tidak dikelola Dinas Pendidikan, melainkan oleh masing-masing sekolah dengan pengawasan dari tim khusus.
“Dana revitalisasi langsung masuk ke sekolah dan dikelola oleh kepala sekolah. Ada tim pengawasan tersendiri, tetapi dinas tetap bertanggung jawab dan melakukan pemantauan,” ujar Amelia Ondikeleuw.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Sentani, Elizabeth Kreutha menyatakan pihak sekolah menyambut baik bantuan pembangunan sarana dan prasarana melalui program revitalisasi tersebut.
Ia mengatakan, bantuan itu sangat membantu sekolah memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih terbatas.
“Kami dari pihak sekolah sangat senang karena standar sarana dan prasarana bisa terpenuhi. Selama ini kami tidak banyak mendapat bantuan selain program revitalisasi ini,” kata Elizabeth Kreutha.
Melalui program tersebut, SMA Negeri 3 Sentani mendapatkan sejumlah fasilitas baru seperti asrama siswa, ruang Unit Kesehatan Sekolah atau UKS, ruang Bimbingan Konseling atau BK, toilet, serta dua gedung tambahan.
Menurut Elizabeth Kreutha, total anggaran pembangunan fasilitas di sekolah dengan 194 murid tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Ia berharap ke depan pemerintah masih dapat memberikan dukungan tambahan untuk melengkapi fasilitas pendidikan yang masih kurang di sekolah tersebut.
“Kami berharap ke depan kekurangan sarana lainnya bisa dilengkapi lagi melalui bantuan program revitalisasi,” ujarnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post