Jayapura, Jubi – Perayaan Paskah 2026 di GKI Paulus Dok V berlangsung semarak melalui lomba hias Taman Paskah yang melibatkan enam rayon jemaat. Mengusung simbol salib Kristus dan kubur kosong, kegiatan ini tak sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang kebersamaan untuk menghidupkan makna Paskah di tengah jemaat.
“Kami mengadakan lomba Taman Paskah yang diikuti enam rayon di jemaat ini, dan Rayon Laha Roi keluar sebagai juara. Namun, yang terpenting bukanlah kemenangan, melainkan keterlibatan seluruh anggota jemaat dalam merayakan Paskah 2026,” ujar Koordinator Hari-hari Besar Gerejani Ermes Ansanay, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Paskah juga difokuskan bagi anak-anak sekolah minggu melalui pendalaman Alkitab dan kegiatan kemah Paskah di lingkungan gereja.
Hal senada juga dikatakan anggota jemaat GKI Paulus Laha Roi, Gasper Muabuay, kalau lomba taman Paskah bisa menjadi agenda tahunan bagi warga jemaat GKI di Klasis Port Numbay dengan melibatkan pemerintah Kota Jayapura.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Saya melihat makna Taman Paskah ini sebagai simbol doa Yesus jelang penangkapan Sang Juruselamat di Taman Getsemani,” katanya.
Selama ini warga jemaat GKI di Tanah Papua mengenal lomba Pondok Natal, padahal Lomba Taman Paskah juga penting dalam meningkatkan partisipasi jemaat dan juga menumbuhkan iman kepercayaan umat kristiani di Kota Jayapura.
Ermes sangat berharap tahun depan di Kota Jayapura ada kegiatan lomba menghias taman Paskah setiap memasuki minggu sengsara di bulan Paskah.
“Saya kira ini penting karena selama ini hanya ada kegiatan lomba hias Pondok Natal saja, padahal bagi umat Kristiani peristiwa Paskah sangat penting bagi pertumbuhan iman Kristen,” katanya.
71 tahun Jemaat GKI Paulus
Sebelumnya warga jemaat GKI Paulus merayakan ulang tahun ke-71 tahun pada 31 Maret 2026 lalu. Acara dihadiri pula oleh Gubernur Provinsi Papua, Mathius D Fakhiri.
Gubernur Provinsi Papua mengakui kalau selama ini keluarga besar Fakhiri juga terlibat dalam pelayanan di jemaat GKI Paulus. Abang kandungnya, almahum John Fakhiri adalah mantan Ketua Pengurus Angkatan Muda (PAM) GKI Paulus Dok V. “Saya teringat dulu pernah ikut bernyanyi bersama vocal Grup Alfa Omega, Bhayangkara di balkon GKI Paulus Dok V,” kata Fakhiri mengenang saat masih bersama jemaat GKI Paulus Dok V.
Selain itu Fakhiri juga berharap agar gereja mampu menjawab tantangan sosial dengan menghadirkan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan. “Usia 71 tahun dinilai sebagai bukti ketekunan dan komitmen jemaat dalam melayani Tuhan dan sesama,” katanya seraya menambahkah bahwa gereka memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan visi “Papua Cerah”, yakni Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
“Mari kita bergandengan tangan membangun Papua yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GKI Paulus Dok V, Pdt Fransina Mandowen mengatakan hari ulang tahun GKI Paulus yang ke-71, bukan sekedar pemenuhan undangan, melainkan bukti nyata, dukungan moral dan doa yang sangat berarti bagi perjalanan pelayanan.
“Di usia yang ke-71 tahun, kami menyadari bahwa perjalanan pelayanan gereja ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah sebagai mitra strategi kami. Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pemerintah dalam hal ini, Provinsi Papua, Bapak Gubernur dan rombongan yang hadir bersama dengan kami dan juga Badan Pekerja Klasis,” kata Fransina.
Dia menambahkan sejak GKI Paulus diresmikan pada 31 Maret 1955. Tepatnya pada peringatan satu abad pekerjaan pekabaran Injil di Hollandia Nederlands Nieuw Guinea. Gereja ini terus berlangsung maju dan mengalami pembaruan-pembaruan secara fisik l, pertumbuhan secara kuantitas serta kualitas iman umat yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
“Bahkan dengan hadirnya Gubernur Matius Fakhiri saat ini boleh bersama dengan kita, sesungguhnya Bapak kembali ke dalam rumah ini. Di mana Bapak pernah berada dalam persekutuan jemaat ini, menjadi bagian dalam persekutuan jemaat ini,” tambahnya.
Ketua Klasis Port Numbay, Pdt Andris Welfianus Tjoe mengatakan gereja tidak boleh hanya berdiri sebagai gedung yang megah, tetapi harus menjadi tubuh Kristus yang mampu bergerak merangkul seluruh jemaatnya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post