• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Harapan pengelola Rhepang Muaif setelah masuk daftar 50 Desa Wisata Nasional

October 10, 2024
in Mamta, Ekonomi
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Engel Wally - Editor: Syofiardi
Rhepang Muaif

Aleks Waisimon memberikan penjelasan kepada tim Kementerian Parekraf yang berkunjung ke Kampung Rephang Muaif awal Oktober 2024. – Jubi/Engel Wally

0
SHARES
7
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi –– Aleks Waisimon adalah tokoh penting di balik suksesnya Kampung Rhepang Muaif di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura masuk daftar 50 Desa Wisata Nasional dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Keunggulan Kampung Wisata Rhepang Muaif terletak pada lokasi pengamatan burung atau ‘Birdwatching Site’ yang sangat populer, yaitu Isyo Hill’s. Di Isyo Hill’s wisatawan bisa melihat burung Cenderawasih, maskotnya Papua.

Pengelola dan pemilik Isyo Hill’s adalah Aleks Waisimon. Waisimon kepada Jubi mengatakan bangga dan terharu terhadap upaya bersama seluruh masyarakat adat di Kampung Rephang Muaif dan beberapa kampung tetangga dalam mewujudkan Kampung Rhepang Muaif masuk 50 Desa Wisata Nasional 2024.

“Kita berharap ke depan ada Aleks-Aleks yang lain untuk melanjutkan seluruh upaya dan daya kita bersama selama sembilan tahun bagi Kampung Rhepang Muaif, juga kampung-kampung lain di Kabupaten Jayapura dan Papua pada umumnya,” ujarnya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Alex Waisimon adalah peraih Kalpataru 10 tahun silam. Baginya tidak ada cara lain untuk menyelamatkan isi perut bumi ini dengan menjaga dan merawat lingkungan, serta hutan di mana tinggal.

Infografis Kampung Wisata Rhepang Muaif

“Karena hutan dan seluruh habitatnya adalah harta karun yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup orang banyak,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Kepala kampung kecewa Menparekraf tak kunjungi Rhepang Muaif

Desa Wisata Rhepang Muaif, bukti pariwisata mampu melestarikan lingkungan

Desa Rhepang Muaif masuk 50 besar ADWI 2024, Menparekraf tanda tangani prasasti

Menparekraf akan kunjungi Kampung Wisata Rhepang Muaif di Distrik Nimbokrang

Di Isyo Hill’s, jantungnya Kampung Wisata Rephang Muaif, selain tersedia tempat pengamatan burung Cenderawasih, juga sudah ada tempat penginapan, tempat ‘tracking’ dan ‘camping’ pengunjung.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Juga sudah terbentuk kelompok sadar wisata, kelompok perajin, kuliner, dan sanggar-sanggar tari untuk pelestarian seni dan budaya, serta sekolah alam,” katanya.

Isyo Hill’s yang dikelola bersama oleh masyarakat asli Suku Nmblong itu, sudah 10 tahun menjadi ikon dan tujuan utama para wisatawan yang berkunjung ke Kampung Wisata Rhepang Muaib. Lokasinya yang strategis memungkinkan pengunjung untuk mencapai spot ‘bird watching’ hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Isyo Lodge.

Di sana wisatawan dapat menyaksikan keindahan burung Cenderawasih yang sangat langka, termasuk empat jenis Cenderawasih yang mendiami area itu. Salah satu jenis itu adalah burung Cenderawasih endemik yang sangat dicari para pengamat burung mancanegara.

Berdasarkan penilaian Kemenparekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Hasilnya terpilih 50 desa di seluruh Indonesia yang ditetapkan sebagai Desa Wisata Nasional. Tiga di Tanah Papua, yaitu Desa Wisata Namatota di Kabupaten Kaimana, Papua Barat dengan kategori ‘berkembang’. Kemudian untuk kategori rintisan adalah Desa Wisata Kampung Rhepang Muaif (Kabupaten Jayapura) dan Desa Wisata Malasigi Village (Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya).

Rhepang Muaif
Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno menandatangani prasasti ADWI 2024 untuk Kampung Rhepang Muaif yang masuk dalam 50 Desa Wisata Nasional di aula lantai dua Kantor Bupati Jayapura, Rabu (9/10/2024). – Jubi/Engel Wally

Pendaftaran peserta ADWI 2024 sudah berlangsung sejak awal tahun. Penjurian berdasarkan data dan dokumen profil masing-masing desa atau kampung yang dikirimkan kepada panitia pelaksana. Pengumuman 50 desa terbaik telah disampaikan Menteri Parekraf Sandiaga Uno pada 24 Mei 2024.

Tim juri dan sejumlah pejabat Kemenparekraf kemudian mendatangi Kampung Rhepang Muaif pada awal Oktober lalu. Keindahan alamnya masih asli dengan hutan hujan tropisnya yang kaya akan biodiversitas. Kondisi ini mencuri hati para tim juri ADWI 2024. Selain keindahan alam, kekayaan budaya melalui masyarakat adat menjadi hal terpenting dalam proses penilaian.

Manteri Parekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno datang ke Kabupaten Jayapura khusus untuk Kampung Rhepang Muaif pada Rabu (9/10/2024). Ia hadir di aula lantai dua Kantor Bupati Jayapura di Sentani untuk menandatangani prasasti ADWI 2024 bagi yang masuk dalam 50 Desa Wisata Nasional.

Dalam sambutannya, Sandiaga Uno mengatakan ia sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang telah diperoleh Kampung Rhepang Muaif. Ia juga meminta maaf karena tidak sempat berkunjung ke Rhepang Muaif dengan berbagai pertimbangan.

“Tahun lalu Kampung Rhepang Muai masuk dalam 100 besar Desa Wisata Nasional dan tahun ini satu-satunya dari Provinsi Papua yang masuk dalam 50 Desa Wisata Nnasional,” ujarnya.

Rhepang Muaif
Aleks Waisimon menjelaskan kepada tim Kementerian Parekraf tentang kuliner khas Lembah Grimenawa. – Jubi/Engel Wally

Kampung Rhepang Muai, kata Sandiaga, bukan satu-satunya yang telah berhasil memperoleh prestasi terbaik di Papua. Sebelumnya ada Kampung Yoboi dan sejumlah Kampung di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Ia berpesan agar dalam pengembangan ke depan Pemprov Papua dan Kabupaten Jayapura memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan, pemberdayaan, dan keberpihakan terhadap ekonomi kreatif masyarakat dalam menjaga serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.

“Kita bicara pariwisata hijau dan berkelanjutan, maka Kampung Rhepang Muai punya potensi yang sangat menjanjikan,” katanya.

‘Bird watching’, lanjut Sandiaga, merupakan salah satu situs yang saat ini digemari masyarakat di luar Indonesia, khusus wisatawan mancanegara.

“Ternyata di Rhepang Muaif sudah ada tempat pengamatan burung Cendrawasih. Ini yang menjadikan Kampung Rephang Muaif sebagai pilihan utama bagi para wisatawan nasional maupun mancanegara,” katanya.

Menteri mengatakan akan terus mengupayakan pengembangan Kampung Wisata Kampung Rhepang Muaif menjadi salah satu tonggak utama sektor pariwisata di Provinsi Papua.

“Bukan hanya menghadirkan keindahan alam melihat burung Cendrawasih, tapi juga ikut melestarikan alam menjaga lingkungan, karena dengan sendirinya yang menjadi daya tarik itu adalah ‘bird watching site, berarti semua lingkungannya harus dijaga,” ujarnya.

Pada acara itu, Penjabat Bupati Jayapura Semuel Siriwa sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Parekraf yang telah melaksanakan program ADWI 2024 dan Kampung Rhepang Muaif di Distrik Nimbokrang bisa terpilih dalam 50 Desa Wisata Nasional.

Rhepang Muaif
Kelompok mama-mama perajin noken di Kampung Rephang Muaif. – Jubi/Engel Wally

“Dalam pengembangan ke depan, kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, juga Pemerintah Provinsi Papua agar upaya bersama dalam menjaga lingkungan dan habitatnya bisa terwujud, secara khusus pada peningkatan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Keunggulan lain Rhepang Muaif

Kampung Rhepang Muaif memang pantas masuk ke dalam daftar 50 desa wisata tahun ini. Sebagai kampung wisata, dari sisi akomodasi sudah cukup memadai. Penginapan terdiri dari homestay dan campsite,

menawarkan pengalaman menginap yang autentik dan dekat dengan alam.

Ada 19 kamar yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal dengan sentuhan keramahan khas

Papua. Selain itu, tersedia 12 gazebo yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Area kemping mampu mengakomodasi sekitar 500 hingga 600 orang untuk kegiatan luar ruang (‘outdoor’).  Fasilitas lainnya meliputi ruangan serbaguna atau ‘ballroom’ untuk kegiatan formal, dengan akses listrik 24 jam dan internet 4G.

Sedangkan area makan dapat menampung 50-100 orang dengan dapur memasak menggunakan kayu bakar untuk memberikan aroma khas. Semuanya dikelola oleh masyarakat asli Suku Nmblong.

Kampung Wisata Rhepang Muaib juga fokus pada konservasi alam dan edukasi lingkungan. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga hutan hujan dan melindungi spesies yang terancam punah. Pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan konservasi dan mendapatkan pengetahuan lebih mendalam tentang budaya dan alam Papua melalui Sekolah Alam Yombe Yawa Datum yang didirikan oleh masyarakat asli Suku Nmblong dan tim pengajar adalah anak muda dari Suku Nmblong. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: desa wisataKemenparekraf RIRhepang Muaif
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026
Suasana penumpang di ruang tunggu Bandara Internasional Sentani Jayapura beberapa waktu lalu. -Jubi/Fitri Ramadhani

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara