Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sion di Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, bersiap menyambut peresmian gedung gereja baru pada 30 Oktober 2025 mendatang. Momen bersejarah ini menjadi penanda babak baru setelah bertahun-tahun mereka beribadah di bangunan lama yang sederhana.
Panitia pelaksana, Reni Dorongi, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 14 Oktober dan akan berlangsung hingga akhir bulan. Pembongkaran gedung lama menjadi simbol peralihan menuju rumah ibadah baru yang lebih layak.
“Kesempatan ini kami mulai dengan pembongkaran gereja lama, dan puncaknya nanti pada 30 Oktober akan dilakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian,” ujar Reni di Kenyam, Selasa (14/10/2025).
Koordinator Gereja Kabupaten Nduga yang juga Ketua Panitia Pembangunan GKII Sion, Piter Ganie, menyebut berdirinya gereja baru ini merupakan hasil kerja keras jemaat yang dilakukan secara gotong royong, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nduga.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Gereja baru ini berdiri berkat semangat kebersamaan jemaat dan dukungan pemerintah daerah. Kami siap menggunakannya setelah peresmian nanti,” katanya.
Acara peresmian gereja juga akan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV GKII Klasis Kenyam, yang dijadwalkan dihadiri oleh pimpinan sinode wilayah I, II, dan III. Piter menyampaikan rasa syukur kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama Pemkab Nduga dan jemaat yang telah berjuang sejak awal pembangunan.
Dukungan juga datang dari anggota DPR Papua Pegunungan daerah pemilihan III Nduga. Mereka menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp50 juta dan dua ekor babi untuk mendukung pelaksanaan Rakerwil IV sekaligus peresmian gereja baru.

Anggota DPR Papua Pegunungan dari Fraksi Perindo, Mile Gwijangge, mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan moril dan pelayanan nyata kepada gereja dan masyarakat.
“Kami datang bukan hanya memberi bantuan, tapi juga memperkuat semangat pelayanan. Syukur kepada Tuhan karena persiapan kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujar Mile.
Ia menambahkan, gereja memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan dan harapan bagi masyarakat Nduga.
“Kami mungkin terbatas secara materi, tapi semangat untuk mendukung gereja dan masyarakat tidak pernah padam. Dari semangat kebersamaan ini, kami yakin akan lahir perubahan besar,” ujarnya.
Mile mengajak seluruh elemen masyarakat—termasuk pemuda, perempuan, dan tokoh adat—untuk terus bersatu membangun Nduga melalui kerja sama antara gereja dan pemerintah.
“GKII membutuhkan kesatuan dan kekompakan kita semua. Dengan gotong royong, kita bisa membangun gereja, masyarakat, dan pemerintahan yang kuat,” katanya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post