Sentani, Jubi – Trafik penumpang di Bandara Internasional Sentani Kabupaten Jayapura, Papua turun delapan persen pada semester pertama (Januari – Juni 2026) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada periode yang sama tahun lalu, Trafik penumpang tercatat 862.844 orang, dan tahun ini 797.350 orang atau berkurang 65.494 penumpang.
Branch Communication dan CSR Department Head Bandara Internasional Sentani Jayapura, Citra Mahesa Nusantara mengatakan turunnya jumlah penumpang dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor itu di antaranya, dinamika industri penerbangan, termasuk penyesuaian (pengurangan) kapasitas dari beberapa maskapai, perubahan pola perjalanan masyarakat, juga faktor efisiensi operasional.
“Mungkin dulu bepergian menjadi kebutuhan sekunder, sekarang menunda. [Harga tiket naik] itu juga bisa salah satunya,” kata Citra Mahesa Nusantara kepada Jubi saat ditemui di kantornya, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, meski bertepatan dengan masa liburan sekolah, hal itu tidak begitu berpengaruh karena beberapa faktor tersebut.
Namun, untuk pergerakan pesawat meningkat sebesar tujuh persen dibandingkan tahun lalu, yaitu dari 18.647 pada semester awal 2025 pergerakan menjadi 19.937 pada 2026 dengan periode yang sama.
Mahesa mengatakan bahwa pertumbuhan pergerakan pesawat dengan penumpang tidak sebanding itu adalah hal yang wajar.
Alasannya, pergerakan pesawat yang tercatat adalah semua pesawat yang landing (mendarat) dan take-off (lepas landas), termasuk pesawat yang dicarter (disewakan) dan cargo.
“Jadi selain mencatat penerbangan yang berjadwal ada juga penerbangan tidak berjadwal seperti pesawat kargo yang tidak membawa penumpang,” katanya.
Sedangkan, untuk volume angkutan kargo mengalami kenaikan sebesar tiga persen dibandingkan tahun lalu, yaitu dari 46.322.870 kilogram per Juni 2025 menjadi 47.795.347 kilogram per Juni 2026.
Sementara itu, Porter bandara, Suhandriyanto (34 tahun) mengaku pada momen liburan pendapatannya meningkat dibandingkan hari biasanya.
“Biasanya sehari-sehari Rp100.000, kalau bulan Juni ini bisa capai hingga Rp300.000,” katanya yang sudah menekuni pekerjaan itu sejak 2022.
Namun, penghasilan tidak menentu karena Porter tidak mematok harga tetap kepada penumpang. Selain itu, jadwal bekerjanya selang-seling, yaitu sehari masuk, sehari libur, dan begitu seterusnya. (*)




Discussion about this post