Jayapura, Jubi – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di lepas pantai Kota General Santos, Filipina Selatan, Senin (8/6/2026) pagi.
Salah seorang warga Philipina di Manila mengakui ada gempa yang terjadi di sana. Tetapi itu bukan di Pulau Luzon, ibu kota negara. Akan tetapi di wilayah bagian Selatan di Pulau Mindanao.
“Memang ada gempa dan lokasinya jauh dari Manila di Philipina Selatan, di Pulau Mindanao. Terima kasih telah menghubungi kami, pak dan ya, lokasinya memang lebih ke selatan Pulau Mindanao,” kata Regina warga Manila saat menjawab Jubi melalui aplikasi pesan singkat, Senin (8/6/2026).
Kota General Santos yang sering disebut GenSan adalah kota pelabuhan dan industri yang terletak di wilayah Soccsksargen, Pulau Mindanao, Filipina. Kota ini diakui dunia sebagai “Ibu Kota Tuna Filipina” karena hasil tangkapan ikannya yang sangat melimpah.
Dalam sebuah peringatan, Phivolcs mengatakan “diperkirakan akan mengalami ketinggian gelombang lebih dari satu meter di atas pasang surut normal dan mungkin lebih tinggi di teluk dan selat tertutup.”
“Gelombang tsunami pertama diperkirakan akan tiba antara pukul 07:37 hingga 09:37 dan dapat berlanjut selama beberapa jam, “demikian pernyataan tersebut.
Pihak berwenang mendesak warga di daerah pesisir provinsi-provinsi berikut untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau pindah lebih jauh ke pedalaman.
“Para pemilik perahu di pelabuhan, muara, atau perairan dangkal di pesisir provinsi-provinsi yang disebutkan di atas harus mengamankan perahu mereka dan menjauh dari tepi laut. Perahu yang sudah berada di laut selama periode ini harus tetap berada di lepas pantai di perairan dalam sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” kata Phivolcs.
Selain itu menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episentrum gempa berada di koordinat 5,80 derajat lintang utara dan 125,14 derajat bujur timur atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.
Aktivitas subduksi megathrust lempeng Laut Filipina menjadi pemicu gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi.
Gempa dangkal tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sulawesi, Maluku Utara, dan Kalimantan. (*)




Discussion about this post