• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Afsya gelar ritual sakral tolak ekspansi sawit

August 10, 2025
in Domberai
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Afsya

Masyarakat adat Afsya yang terdiri dari sepuluh sub suku, menggelar ritual Tikar Adat di Kampung Bariat, Distrik Konda, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, pada Sabtu (9/8/2025). - Jubi/IST

0
SHARES
7
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Masyarakat adat Afsya yang terdiri dari sepuluh sub suku, menggelar ritual Tikar Adat di Kampung Bariat, Distrik Konda, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, pada Sabtu (9/8/2025). Ritual ini merupakan perlawanan dan upaya terakhir mereka untuk mempertahankan wilayah adat dari ancaman ekspansi perkebunan kelapa sawit yang direncanakan oleh PT Anugerah Sakti Internusa (PT ASI).

Acara yang bertepatan dengan Hari Masyarakat Adat Internasional ini, menjadi momen penting bagi masyarakat Afsya untuk menegaskan hak mereka atas tanah dan hutan adat. Ritual Tikar Adat adalah sebuah prosesi hukum adat sakral yang tidak boleh dilanggar. Mereka meyakini, melalui ritual ini, tidak ada pihak manapun yang dapat mengintervensi wilayah mereka tanpa sanksi adat yang berat.

Perjuangan masyarakat Afsya dimulai sejak tahun 2021, ketika mereka mengajukan usulan penetapan hutan adat seluas 3.111 hektar kepada Kementerian Kehutanan. Meskipun pemerintah telah merekomendasikan 1.704 hektar sebagai hutan adat, sisa 1.407 hektar masih menjadi bagian dari rencana PT ASI. Ritual Tikar Adat ini digelar untuk merebut kembali sisa wilayah tersebut.

“Untuk itu kami melakukan ritual Tikar Adat untuk mengembalikan 1.407 hektar ke wilayah adat suku Afsya. Kami minta presiden dan menteri kehutanan dengan hormat bisa melepaskan tanah adat kami yang sudah masuk rencana Perusahaan,” ujar Kepala Kampung Bariat, Andrianus Kemeray.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Prosesi ritual ini diikuti oleh tokoh adat, kepala kampung, pemuda, perempuan, dan anak-anak. Mereka berjalan ke hutan adat sambil membunyikan alat musik tradisional, kulit bia. Di lokasi, para tokoh adat mengubur simbol-simbol adat dan menancapkan bambu Tui dan kain merah, menegaskan klaim atas wilayah mereka secara spiritual dan adat.

Usai ritual, masyarakat Afsya melanjutkan dengan membacakan pernyataan sikap yang diwakili oleh perempuan adat. Mereka dengan tegas menolak kehadiran PT ASI dan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan seluruh usulan hutan adat seluas 3.111 hektar. Mereka juga menegaskan, “Afsya bukan tanah kosong.”

“Tujuan Tikar Adat ini untuk menyelamatkan sisa wilayah adat kami. Kami punya wilayah ini sedikit saja, di dalamnya itu sumber penghidupan kami. Kalau ini dilepas lagi untuk perusahaan, maka kami akan habis,” kata Tokoh masyarakat adat suku Afsya, Marten Kareth.

BERITATERKAIT

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

Masyarakat Adat keberatan investasi PT STM Agro Energi di Fakfak

“Untuk itu harus pemerintah dan perusahaan kembalikan wilayah adat kami. Kalau tidak, kami akan terus berjuang mempertahankan wilayah adat kami,” tegasnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Masyarakat Afsya berharap, ritual Tikar Adat ini menjadi cara terakhir mereka dalam memperjuangkan hak-hak adat. Mereka percaya bahwa pemerintah akan menghargai upaya dan hukum adat yang telah mereka lakukan.

“Ritual adat itu kami rasa sudah cukup untuk terakhir kali, kami tidak bikin apa-apa lagi. Kami percaya pemerintah sebagai manusia yang saling menghargai,” kata Andrianus.

“Kami punya harapan untuk pemerintah untuk bantu kami karena kami sudah memakai berbagai upaya memperjuangkan wilayah adat kami, ritual Tikar Adat itu terakhir cara kami sesuai hukum adat.(*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: Ekspansi Sawithak masyarakat adatKabupaten Sorong SelatanProvinsi Papua Barat DayaTolak Sawit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

April 3, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

April 1, 2026

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026

Kasus pembunuhan ART di manokwari dilimpahkan ke Jaksa

April 1, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara