Potensi bencana alam di lokasi penambangan emas ilegal, ganggu lahan pangan

Bencana

 

Manokwari, Jubi-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Apnir menegaskan pihaknya telah menemui para pemilik hak wilayah tanah adat di lokasi yang dijadikan penambangan emas ilegal.  Dewan Adat juga  mengingatkan terkait potensi bencana alam.

“Soal potensi bencana di daerah yang dijadikan lokasi penambangan emas, beberapa waktu lalu kita sudah berkordinasi dengan dewan adat untuk segera mengambil peran bersama Pemerintah agar mengambil langkah kemungkinan terburuk yang akan terjadi diakibatkan karena hal ini” kata Derek Apnir, Kamis (17/11/2022)

banner 400x130

Menurutnya dampak terburuk dari aktivitas tambang emas ilegal yang marak di Manokwari dan Pegunungan Arfak, yakni kemungkinan akan terjadi banjir yang mempengaruhi kawasan Pertanian yang potensial di daerah Manokwari.

“Mengakibatkan banjir yang mempengaruhi daerah irigasi kita, pertanian yang potensial akan terganggu. Akhirnya nanti lahan pangan kita di daerah sekitar penambangan ini bisa tidak berproduksi” jelasnya.

Meski demikian, Apnir berharap ada langkah dari  Kapolda Papua Barat dengan melakukan penyisiran dan penertiban di Daerah kawasan tambang.

“Juga pemerintah Daerah kita melalui Dinas tehnis sudah berupaya mengingatkan masyarakat” tuturnya.

Meski demikian Apnir menyebut kondisi saat ini karena tuntutan perut yang harus dipenuhi  masyarakat, setelah melewati masa Pandemi covid-19 , apa saja yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi kantong-katong yang telah menipis setelah selama kurang lebih dua tahun berada pada masa Pandemi.

Sebelumnya pada 25 Oktober lalu,   Penjabat Gubernur Papua Barat,  Paulus Waterpauw mengatakan untuk mengantisipasi krisis pangan yang akan terjadi  2023, pihaknya bersama Menteri Pertanian ke Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari   mengikuti    penanaman padi secara simbolis di areal   persawahan seluas 200 hektar.

“Beliau harap itu dibuka terus, saya setuju. Kita coba bicarakan itu dengan Dinas terkait untuk bagaimana melakukan upaya antisipasi krisis pangan” kata Paulus Waterpauw .(*)

 

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250